I Am Dragon

I Am Dragon
melawan Penjaga


__ADS_3

# bab 2.


Semua dewa yang melawan Eiifer telah lenyap saat ia tidak sadar menghabis kan nya satu persatu.


"Apa Habis padahal aku belum kenyang, " menghela kan napas nya tiba tiba badan nya semakin lama semakin kecil membuat Eiifer terkejut dan tidak menyangka inilah saat nya.


"Apa ini saat nya, tujuan ku terwujud " Wajah gembira Eiifer tidak dapat di tutupi, semakin lama badan nya berubah bentuk dari sisik menjadi kulit ,wajah nya yang sangar ,perlahan lahan berubah menjadi si tampan.


Rambut yang panjang dan sedikit gimbal berwarna merah.


Terbangan entah kemana saat angin menghembus.


Wajah nya tampan, badan nya terlihat kekar seperti tidak ada cacat nya sama sekali tanpa sehelai busana sedikit pun


Tapi tubuh nya tidak seperti yang di harapkan nya dengan umur yang begitu lama seharus nya tubuh nya seperti orang dewasa tapi harapan menjadi sirna dan sekarang tubuh nya hanya seperti anak kecil berumur lima tahun.


Membuat ia sedikit geram tetapi di hati nya terdalam dia sangat senang, akhir nya ia dapat merasakan tubuh seperti manusia.


"Pertama aku harus mencari baju, seperti yang di kenakan manusia. "


Ia segera mengambil baju mayat manusia yang di bunuh oleh diri nya sendiri.


Sedikit kebesar tetapi sangat cocok untuk tubuh nya.


Ia memegang dagu nya dan melirik lirik entah kemana.


"Aku perlu pedang, tapi aku tidak menemukan nya disini ,ya terserah pokok nya aku hanya harus berjalan ke sebuah tempat yang banyak manusia nya. "


Ia berjalan tanpa arah dan tidak tau harus kemana,


Ia hanya berjalan selama beberapa hari dan tidak kenal nama nya lelah.


Dan menghentikan kaki nya ketika melihat kota yang sangat besar dari atas bukit.


Tetapi pemandangan dari atas bukit membuat kota yang besar itu tampak kecil.


"Hmm, knapa dari dulu aku gak ke sini " menggeleng geleng kepala nya.


Ia berjalan menuruni bukit dan tiba tepat di depan gerbang besar.


Tetapi ia tidak bisa langsung masuk ketika mendapati diri nya terjebak di dalam antrian.


Sebagian orang membawa grobak sehingga setuasi nya menjadi sangat lama karena para penjaga harus memeriksa barang nya.

__ADS_1


"Cih " kesal, dia keluar dari barisan dan terus maju ke arah penjaga berzirah besi. Dengan tombak di samping nya bukan satu melainkan banyak.


Belum lagi di atas pagar nya, masing masing memegang panah mata nya melirih dan selalu waspada .


"Hi nak seharus nya kau ngantri seperti orang orang itu. " penjaga itu menunjuk orang orang yang ngantri, sebagian pandangan mengarah Ke Eiifer membuat ia sedikit kesal.


"Aku buru buru dan ingin masuk knapa aku harus ngantri. "


Eiifer menjadi kesal bahkan ia melipat tangan nya di depan dada nya.


"Knapa.. Apa ada orang tua anak ini tolong jaga dia sebelum kami menghajar nya " teriak penjaga ke arah orang orang yang ngantri.


Tetapi tidak ada yang menjawab, hanya membisu dan mematung.


"Apakah tidak ada, kalo begitu pergi lah nak sebelum kami menghajar mu "


Prajurit itu memaling wajah nya dan mengangap Eiifer tidak ada.


"Aku ingin masuk " Wajah Eiifer menjadi sinis dan ganas.


Seakan akan ingin memakan orang yang berada di depan nya ini.


Tapi itu percuma, panjaga itu tidak takut sedikit pun, bagamana tidak wajah anak anak tetap lah wajah anak anak.


Kata kata terhenti ketika Eiifer menekan mulut nya dengan tangan nya agar tidak berbicara, semakin kuat ia menekan nya sehingga suara gigi patah jelas terdengar baik penjaga lain nya maupun orang orang berbaris.


Mata mereka melotot dan tidak percaya bagaiman bisa anak anak mengalahkan penjaga begitu mudah nya.


Penjaga yang lain nya menghampiri Eiifer ,berniat menangkap nya.


Tapi Eiifer sudah tau sebelum penjaga itu bertindak, Eiifer sudah berada di depan nya.


Entah dari mana asal nya tapi itu sangat cepat bahkan orang orang yang mengantri sama sekali tidak sadar.


"Aku ingin masuk " tunjungan lutut mendarat tepat di perut membuat penjaga itu kesakitan, dan menunkukan badan nya, serta jatuh berlutut.


Sama sekali belum terpuaskan Eiifer menarik rambut nya. Dan mendaratkan beberapa kali tendangan lutut ke wajah nya sehingga wajah pria itu menjadi bonyok.


Penjaga yang di atas tanpa segan segan menembakan panah nya.


Melesat cepat dan mengenai tubuh mega, sama sekali tidak berbekas , anak panah dengan kepala besi harus hancur ketika bertubrukan dengan tubuh Eiifer.


Riifer mendongkak kan kepala nya dan melihat orang yang memanah tadi dengan kejam.

__ADS_1


Tangan Eiifer terkepal keras dan menimbulkan suara tulang tulang jari nya.


Wajah Pria itu menjadi ketakutan selain terkejut ketika mengetahui anak panah nya sama sekali tidak berkutik melawan Eiifer.


"Tu, tutup gerbang nya "


Gerbang yang terbuka sedikit di tutup kembali tidak butuh lama waktu.


Penjaga sengaja hanya membuka sedikit Pintu yang penting Grobak para penjual bisa masuk, karena mereka harus mewaspadai jika terjadi sesuatu seperti situasi ini.


Laki laki itu tersenyum sedikit merasa lega di hati nya karena sudah bebas dari Eiifer.


"Pergilah kami sudah menutup pintu nya jangan sampe kami memanggil prajurit inti. "


Prajurit inti adalah prajurit yang di kerahkan atau di tugaskan untuk melakukan hal yang sangat berbahaya seperti menangkap pembunuh atau berperang ,kapan pun harus siap mampertaruhkan atau kehilangan nyawa nya.


Berbeda dengan penjaga tugas mereka hanya memeriksa atau menjaga hal yang penting jika sesuatu terjadi di luar kendali mereka.


Maka Prajurit inti lah yang mengurus nya.


Eiifer berdecak kesal dan membuang ludah nya ke lantai batu.


Ia berjalan pelan mendekati pintu pagar dan bersiap melakukan sesuatu.


Penjaga membiarkan nya lewat lebih baik seperti ini dari pada kena masalah seperti itu lah ada di pikiran mereka.


Orang orang yang mengantri hanya diam dan memilih tidak mencampuri urusan orang lain agar terhindar dari masalah.


Eiifer sudah berada di depan pintu raksasa itu, dia menarik napas dalam dalam seakan akan mengumpulkan tenaga lebih banyak.


Bum..... Eiifer meninju nya membuat pintu pagar itu bergetar tetapi tidak menimbulkan dampak apa apa.


Eiifer melancarkan satu tinjuan lagi, lagi dan lagi ia terus melakukan nya semakin lama semakin cepat, mata orang orang maupun penjaga tidak dapat mengikuti nya.


Mata mereka terbuka lebar, tidak percaya akan hal yang di lihat nya di depan mata nya.


Pintu pagar berlapis baja itu semakin lama semakin bergetar, titik tinjuan Eaiifer menghasilkan retakan yang menjalar secara perlahan lahan.


Retakan nya semakin lama semakin banyak dan panjang .


Penjaga hanya diam seakan akan mengetahui apa yang akan terjadi berikut nya.


Mereka tidak berani mengganggu nya sama sekali, jika pintu berlapis baja saja akan hancur apa lagi manusia mungkin sudah menjadi bubur.

__ADS_1


__ADS_2