
*22
"Makan lah " Reza menyodorkan piring dengan berbagai makanan di dalam nya ,aroma yang sangat menyengat membuat siapa saja tidak tahan untuk memakan nya .
Tanpa segan segan Eiifer memakan semua makanan itu ,tanpa memperdulikan sekeliling nya .
Reza yang melihat itu ,tercengang tak percaya .
"Haa.... Mungkin besok aku akan berburu lagi " Reza menghela kan napas panjang nya ,wajah nya tampak lesu dan. .
lemas.
"Oh iya ,Di hutan yang berbahaya ini , kenapa kalian bisa berada di sini terlebih lagi kalian masih kecil ." Ucap Eiifer dan menatap Reza penuh pertanyaan .
Reza mengelus pipi Suyi adik kecil nya ,yang tertidur puas .
Memandang adik kecil nya dengan rasa kasihan .
"Wajah secantik dan se imut ini , tidak seharus nya berada Di sini ,hutan yang sangat gelap, di penuhi oleh moster moster yang mengerikan.
Semua itu pasti memiliki alasan tertentu bukan? " Reza Melihat mata Eeiifer lebih dekat, semakin lama semakin dekat.
Membuat Eeifer merasa terganggu.
"Apa yang kau lakukan, berhentilah bersikap seperti itu lanjut kan cerita mu tadi "
"Heee... Eeifer berjanji lah ke pada ku jika aku tidak ada lagi di dunia ini, aku mohon jaga lah dia.
Dia adalah adik ku ter sayang, sejak kecil dia harus menanggung beban seberat ini, jika saja orang tua ku tidak di bunuh oleh orang itu " Reza mengepal kan tangan nya.
Mata membulat penuh dengan kemarahan ia menggigit gigi nya sendiri, menahan kesedihan nya.
"Tidak "
"Apa ,padahal aku sudah memohon ke pada mu " perasaan yang mengandung kesedihan mendalam, dia mendengus beberapa kali.
"Dengar, bukan nya aku ingin menceramahi mu tapi jika kau ingin adik kecil mu yang imuuuut bagi mu, baik baik saja ,Kau harus tidak meninggal kan nya, bayangkan jika saja aku bisa menjaga nya kerena kau hilang atau mati.
Apakah ia akan terima, apa kah kau menjamin dia akan baik baik saja, apa kau yakin dia tidak menangisi kepergian mu setiap malam dan lebih parah nya dia bisa sakit karena terus bersedih. "
__ADS_1
Mata Reza terbuka lebar lebar, barusan ia ingin menahan tangis nya ia merasa perkataan Eiifer ada juga benar nya.
"Bb, baiklah sebaik nya kau mandi dan tidur di sini "reza beranjak dari tempat duduk nya dan menggendong adik kecik nya ke kamar mereka.
"Wuaaaa....
Eiifer merenggang kan badan nya, suara tulang saling bergesekan terdengar memenuhi ruangan yang sunyi.
Tiba tiba Eiifer terdiam, dia melihat sekitar rumah mereka.
" Sunyi, apakan ini sering terjadi "
Wuaaa.....
Rasa kantuk Eiifer sudah melebih batas dan akhir nya ia lebih memilih tidur di tempat, tidak mandi seperti yang di katakan Reza.
Bulan purnama yang sangat cerah, tiba tiba sesuatu meloncat dari atap rumah Reza ke hutan itu, sangat cepat dia tampak hanya seperti bayangan saja.
Di sisi lain, terlihat seorang gadis imut menatap sesuatu dari jendela.
"Sindy, apa yang kau lakukan sebaik nya kita tidur, besok latihan nya akan semakin berat " Ucap perempuan sebaya Sindy dari belakang nya.
Dan mengambil bantal nya.
Raut wajah Sindy berubah drastis, mengandung ke sedihan amat dalam, seperti nya masalah baru menjumpai nya.
"Entahlah, aku tau itu pasti berat tetapi jika kau tidak menikah dengan pangeran itu maka kedua kerajaan akan saling berperang, kerajaan Xudo dengan
Gander"
Tiba air mata Sindy keluar membasahi mata nya, mengalir setetes demi setetes, ia berlari dan memeluk Izaki, menangis di pelukan nya layak nya anak kecil sedang kan Izaki juga merasa sedih, dia mengusap punggung Sindy.
Malam yang sangat mencekam, berlalu sangat cepat di gantikan oleh matahari, embun di tanaman kembali ke atas, menyisakan air setetes.
Eiifer membuka mata nya, rabun rabun.
Ia mengusap nya berkali kali sampai akhir nya cerah.
Tetapi ada sesuatu yang aneh dengan diri nya.
__ADS_1
Perlahan lahan Eiifer melihat ke samping kanan.
"Suyi, apa yang kau lakukan di sini " wajah Eiifer memerah dan menjadi salah tingkah saat melihat Suyi tertidur di samping nya, memeluk setengah tubuh Eiifer .
Suyi membuka mata nya dengan perlahan, ia mengucek nya sama seperti yang di lakukan Eiifer.
"Selamat pagi, apa yang terjadi knapa membangun kan ku " Tanya Suyi setengah sadar .
"Bodoh, apa yang kau lakukan di sini tidak kah kau. Mempunyai kamar yang layak kau tempati. " Eiifer sangat kesal , baru kalu ini dia merasa segerah ini, badan nya seakan akan berkeringat.
Wajah nya sangat panas, kemerahan nya tidak dapat lagi di tutupi di wajah nya , seandai nya di bandikan dengan tomat mungkin 11 :12 .
"Siapa ? penjahat! "Teriak Suyi saat sadar siapa yang berada di dekat nya , wajah nya sangat takut dan ingin mengeluarkan air mata .
"Siapa penjahat " Reza mendobrak Pintu kamar membuat Eiifer dan Suyi terkejut.
"Maaf " Suyi membungkukan badan nya, dia sudah mengetahui siapa yang berada di dekat nya tadi saat di jelaskan oleh kakak nya secara perlahan.
"Dengar kau harus menghormati orang yang lebih tua apa kau mengerti. "Ucap Eiifer.
"Cih, seperti nya kau selalu ceramah, kalo kau sudah siap kita akan berburu di hutan sana, semua. Makanan dan.Persedian Kami sudah kau habis kan, mengerti !" Tegas Reza.
Reza dan Eiifer pergi berburu sementara Suyi menunggu di rumah, bersama beberapa serigala.
Eiifer membawa panah sama hal nya dengan Reza.
"Oh iya aku ingin tau, apa yang kau lakukan hingga kau bisa berada di sini hitan ini? " Tanya Sindy kepada Eiifer.
"Aku ? Aku di beri tugas oleh gorila, bertahan di sini selama sebulan dan hanya memberikan sembilah piso, jika saja ia tau bagai mana moster di sini "
"Gorila? " Reza menjadi kebingungan dengan julukan Eiifer.
"Apa kau benar benar di latih oleh gorila ?" Tanya Reza kembali menyakin kan kepercayaan nya.
"Tentu saja, rupa nya kau juga pengertian ya " Eiifer tersenyum senyum sendiri layak nya orang gila.
'oh jadi karena itu dia pande bahasa hewan, dia saja di latih oleh hewan heh" batin Reza dan tertawa sepuas nya.
'Hehe lihat lah, Reza saja menganggap mu gorila, kau memang mirip dengan gorila ' batin Eiifer tersenyum senyum seperti orang gila.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan mereka tersenyum senyum tidak jelas, tupai yang duduk di pohon kebingungan melihat mereka.
Tak butuh lama akhir nya Eiifer dan Reza sampai di dekat puncak ,mereka berdiri tepat di depan hutan yang sangat gelap*.