I Am Dragon

I Am Dragon
masalah lagi


__ADS_3

# bab 7.


"Ah sial aku harus membawa Eiifer jauh jauh dari sini " Master Xiels mengingat pembicaraan dengan murid murid nya di sana.


"Guru kami tau kau menyimpan Murid pribadi, pertemukan kami " seorang perempuan dengan beberapa anak anak di belakang nya menjumpai Master Xiels.


"Apa maksud mu " wajah Master xiels menjadi pucat .


Mata mereka menatap Master Xiels dengan tajam.


"Jika kau tidak memberitahu kami, kami akan mencari nya sendiri"


Ucap perempuan itu dan kemudian pergi meninggal kan Guru xiels.


Beberapa hari kemudian master Xiels bangun dari tempat tidur nya, pertama ia ingin sarapan tetapi dia harus mengurung kan niat nya.


Sepucuk surat, terletak di meja bertuliskan.


[ guru kami akan mencari murid pribadi mu, aku bersama anak anak ,sarapan pagi silahkan buat sendiri]


Kerena takut mereka akan menemukan Eiifer, Master Xiels pergi mengejer mereka.


Seharus nya Eiifer belum boleh di temukan dengan murid lain nya.


Beberapa jam di perjalanan akhir nya Master Xiels sampai di gunung tempat mereka berlatih dengan Eiifer.


Sebenar nya ia tidak yakin jika murid nya dapat menemukan Eiifer,


Tetapi alangkah baik nya Eiifer di sembunyikan jauh dari mereka.


Master Xiels berlari ke rumah kecil, tempat biasa di tempati Eiifer.


Master Xiels memanggil manggil ,tidak ada sautan,dia sudah memeriksa seluruh ruangan .


"Tidak ada, kmana anak itu " keringat membanjiri wajah Master Xiels.


Ia berlari ke arah lobang kecil lava tempat pertama kali dia berlatih.


Master Xiels memanggil manggil, tidak ada sautan .


Merasa geram dan kesal Eiifer seperti mempermain kan Master Xiels.


Ia berlari lagi menuju lobang yang paling besar tepat di puncak gunung.


Ia masuk menahan panas1 yang begitu mengerikan tetapi tidak di temukan.


Master Xiels naik dan berjalan semakin ke puncak kini langkah nya semakin pelan.


'Jangan jangan dia sudah di temukan '


Master Xiels duduk di puncak dengan tangan di kening nya.


Ia menoleh ke bawah dan menemukan sebuah desa,


"Jangan jangan.... "


Master xiels berdiri dan lompat ke bawah menuruni gunung.


Ia teringat bagai mana sifat Eiifer,kasar pemalas, ya sudah pasti pembosan.


***


"Aku tidak peduli dia anak kerajaan maupun anak orang,yang penting dia menjadi pengikut ku " ucap Eiifer tidak memperdulikan sekeliling nya.


Wajah yang semakin lama semakin kesal dan geram seandai nya ini bukan tempat umum mungkin Eiifer sudah babak belur menurut nya bukan menurut Eiifer.

__ADS_1


"He nak jangan menganggu, kami lagi sibuk " Guru mereka atau Jen menarik rambut merah Eiifer.


"Apa masalah mu aku mau ngajak anak anak ini jadi pengikut ku " Eiifer menepis tangan Jen, lalu berjalan mendekati anak anak itu.


Dan menunjuk satu persatu.


"Baiklah yang aku tunjuk akan menjadi pengikut ku, lagian aku bosan sendiri di sini " Eiifer berjalan meninggal kan mereka.


Langkah nya terhenti ketika Jen menarik rambur Eiifer.


"Jangan seenak nya ya nak, sadar lah akan umur mu "


Semua anak anak mulai kesal, salah satu anak laki laki mungkin dia paling tua di antara anak anak lain nya.


Menjumpai Eiifer dengan wajah sombong nya.


Ia menarik kerah baju Eiifer dengan tangan kanan nya.


"Jika kau rakyat jelata, jangan sombong sekali. " laki laki itu tersenyum.


Eiifer hanya diam bukan takut melain kan berusaha menahan napas.


"Pergilah bocah napas mu sangat bauk "


Semua tertawa namun mereka menghentikan tawa nya ketika tatapan anak laki laki itu mengarah ke pada mereka.


"Knapa kau sangat sombong he. "


Laki laki itu mendorong Eiifer walau tangan nya masih di kerah Eiifer sehingga membuat Eiifer tidak terjatuh.


Jen merasa bertanggung jawab untuk menjaga anak anak agar selalu akur sebagai guru ia ingin menghentikan mereka, namun kaki nya terhenti ketika.


Eiifet merasa kesal dia memegang sikut anak laki laki itu dan telapak tangan nya memutar nya secara berlawanan sehingga suara tulang bergeser terdengar jelas.


Merasa jijik Eiifer memegang kepala nya dan mendarat kan beberapa kali tendangan lutut.


Bum... .


Bumm....


Bumm.. ...


Jen berlari dan mendorong Eiifer sehingga ia terpaksa menghentikan tendangan nya.


Jen memegang anak itu melihat wajah anak itu.


Wajah yang bonyok, serta tangan yang patah sungguh mengerikan.


Jen mengangkat anak laki laki itu ke tempat anak lain nya.


"Apa kami ada masalah dengan mu, kau sungguh membuat kesabaran ku melewati batas. " ia menarik dan mengeluar kan napas nya berkali kali .


Ia tidak ingin berurusan dengan anak anak tetapi perbuatan Eiifer ini bukan lah lagi perbuatan anak anak.


"Kau mempunyai pedang kan mari bertarung dengan ku jika aku menang maka pergilah dari sini " Jen mengeluar kan pedang nya begitu juga Eiifer.


Orang orang mulai berkumpul ketika seeorang mengatakan ada duel di sini mereka agak menjauh agar tidak terkena pedang mereka.


Sedangkan anak anak pergi ke arah orang orang itu.


"Guru hajar di "


"Guru beri pelajaran si sombong itu


Dukungan yang di berikan nya kepada guru nya, tanpa di sadari nya guru nya ini tambah semangat.

__ADS_1


Sebenar nya Jen bukan lah guru dia hanya senior atau orang yang mendidik jinior nya.


Eiifer tersenyum, ia berdiri tegak dan tidak gentar menghadapi Jen .


Jen sebenar nya tidak menyangka mereka akan menjadi sorotan warga hanya saja mengingat kelakuan Eiifer ini dia tidak tahan lagi.


Eiifer berjalan pelan menuju tempat Jen,membuat Jen memperkuat pertahanan nya sebelum ia berlari dan ingin menyerang ,tetapi langkah nya terhenti ketika Eiifer sudah berada di depan nya dan mendarat kan tendangan kuat.


Reflex, Jen menangkis tendangan Eiifer dengan pedang nya sehingga ia termundur cukup jauh.


"Saat nya mencoba jurus Kakek tua itu "


Eiifer melakukan Jurus pertama walau tidak terlalu lancar tetapi dapat menyita perhatian orang orang, terutama Jen dengan anak anak nya.


"Jurus ini, dari mana kau mempelaj-


Kata kata Jen belum terselesai kan ketika Eiifer sudah berada di belakang Jen dan ingin mengayun kan pedang nya.


Ayunan pedang nya berhasil mengenai leher Jen, tetapi Ada yang aneh knapa Jen hanya mundur ke belakang seharus nya kepala nya sudah hilang dan tidak ada lagi di tempat nya.


Garis memar merah bercap di leher Jen.


Eiifrr sengaja membalik kan pedang nya agar ia tidak membunuh perempuan ini, pemandangan tadi sedikit merubah nya.


Seandai nya Eiifer tidak membalik kan pedang nya mungkin saja anak anak itu sudah berduka


"Hentikan" teriak seoorang dari sudut mereka berdua menoleh.


"kakek tua "


"Guru Xi "


Mereka serentak membuat semua kebingungan.


Semua anak anak membungkuk berbeda dengan Eiifer dia hanya berdiri dengan tersenyum.


Master Xiels berjalan menuju mereka wajah Jen menjadi pucat.


"Knapa kalian berdua bertarung" kata kata Master Xiels membuat satu pertanyaan di kepala Jen.


"Guru apa kau kenal dia " menunjuk Eiifer.


"Dia, tidak " mengingat dia harus menyembunyikan Eiifer agar tidak di ketahui oleh orang.


Sebenar nya Master Xiels marah dengan Eiifer jika di tempat orang selalu aja bikin masalah .


"Apa kau bilang, kakek tua apa kau tidak mengenal ku kalau begitu aku bebas, aku pergi " gertak Eiifer dan berniat meninggal kan Master Xiels.


Tapi buru buru master Xiels memegang pundak Eiifer.


"Baiklah aku mengenal mu, kemarilah aku akan mengenal kan mu kepada mereka "


Wajah Master Xiels menjadi lesu rencana yang di jaga nya harus gagal menyedihkan.


"semua nya ini adalah murid pribadi ku seperti yang kalian ketahui "


Apaaaaaaaaa.......


Apaaaaaaa.....


Apaaaaaaa......


Apa...........


makasi ya sudah membaca cerita aku dan terimakasi juga dengan dukungan nya.

__ADS_1


__ADS_2