
"Siapa yang berani menghancurkan rumah ku dan menyakiti serigala ku !! " Teriak seorang wanita dengan suara yang lantang ,bergegas keluar dari rumah nya dan ingin melihat siapa yang melakukan perbuatan ini.
"Kau ,sudah aku duga pasti ini tempat mu " Eiifer menunjuk gadis sebayanya dengan jari telunjuk, saat perempuan itu tiba di luar rumah nya menatap Eiifer dengan geram.
Tak lama kemudian seorang anak kecil perempuan berlari menuju kakak nya dari dalam rumah ,ia mendekap tangan kakak nya dengan perasaan takut saat melihat siapa yang berada di depan nya .
"yi ,pergilah ambil peralatan ,tak ada pilihan lain selain bertempur " Bisik perempuan itu menatap Adik kecil nya dan kemudian mengalihkan pandangan nya ke Eiifer.
Suyi adek perempuan nya berlari ,terburu buru ke dalam rumah .
"Kau ,knapa kau menganggu kami ,apa kami mempunyai masalah dengan mu ?" ucap perempuan itu dan menatap Eiifer dengan tajam.
Sebelum itu semua serigala yang berada di dekat Eiifer ,mundur perlahan lahan dan berdiri di depan perempuan itu ,penuh dengan ke siagaan dan siap menyerang kapan saja.
" Aku tidak memiliki baju ,dan kau pelaku nya sebaik nya kau memberi aku baju !" Teriak Eiifer .
Perempuan itu menghelahkan napas berat nya .
"Aku tidak tau ,knapa kau bisa berada di sini tetapi sebaik nya kau pergi ,tempat ini sangat bahaya bagi mu ,aku bisa saja memanggil semua hewan di sini untuk membunuh mu "
"Aku tidak peduli, lebih baik kau memberi ku baju ,atau kau akan ku telanjangi seperti aku " Ancam Eiifer .
Wajah perempuan itu langsung memerah dan menatap Eiifer dengan tajam .
"Apa serendah itu kah seorang pria sehingga dengan mudah nya melukai wanita yang lemah dan terlebih lagi berniat menelanjangi nya "
"Terserah ,jika kau memberi ku baju mungkin aku tidak akan menyerang mu ,lagian aku tidak bermaksud menyerang mu "
Perempuan itu masih ragu dengan pilihan apa yang di pilih nya ,sekali lagi dia melihat sekeliling .
Dua serigala nya yang terluka ,rumah nya yang hancur.
Dan Suyi adek kecil nya , berlari membawa penah berserta pedang.
Dia menghela napas panjang nya ,dan menatap Eiifer lama.
"Baik lah ,aku akan memberi mu baju dengan syarat kau tidak lagi ke sini menjumpai kami ."
"Baiklah "
"Kalo begitu tunggu di luar aku akan mencarikan mu baju ."Perempuan itu berjalan ke dalam rumah nya ,menuju lemari yang di lapisi kayu yang coklat namun indah .
Mencari baju yang pas dengan Eiifer .
Suyi kebingungan melihat kakak nya yang sibuk dengan pakean nya yang dulu di pakai nya.
__ADS_1
"Baiklah ,mungkin ini cocok bagi nya dengan ini dia tidak akan menyerang aku ,lebih baik begitu " perempuan itu berjalan ke luar tumah nya .
Mata nya terbuka lebar saat melihat Eiifer berkumpul dengan serigala nya .
Saling berbicara satu sama lain ,tertawa dan bercanda ria .
' Apa yang terjadi ,knapa dia begitu akrab dengan Srigala ku ,sejak kapan dia mengerti bahasa hewan .
Sejauh ini hanya aku dan kakek yang bisa mengeri bahasa hewan .
" Ambil lah " Perempuam itu melempar baju yang di pegang nya ,tepat di hadapan Eiifer,mengejut kan serigala serigala itu.
"Haha ,terimakasi aku pergi dari sini." Eiifer mengenakan baju nya ,tidak mengetahui arti malu.
Telanjang di depan wanita ,itu sangat memalukan bagi wanita begitu juga dengan lelaki kecuali jika mereka sudah berpasangan.
"Bb,bodoh pergilah jangan di sini mengganti baju " Perempuan itu membuang mukak nya .
"baiklah ,baiklah tapi sebelum itu aku ingin mengetahui nama mu "
"Reza ,kalo sudah pergilah jangan lagi kembali !"
Eiifer pergi dari situ memasuki hutan gelap kembali,sebelum dia berkeliling mencari sesuatu yang menarik perhatian nya ,ia terlebih dahulu mengganti baju nya .
Menyenderkan kepala nya di situ .
"Apa dengam begini aku bisa ngelampui kakak ku ya ,aku harus berlatih lagi agar ibu sialan itu mengakui ku " Eiifer berdiri dan berniat mencari tempat berteduh.
Namun sepanjang perjalanan ia tak menemukan sesuatu yang dapat untuk berteduh ,bahkan pohon di sini tidak memiliki lobang agar bisa berteduh.
Sayang nya matahari semakin menurun dan terus turun membuat hutan semakin gelap.
Sunyi ,hewan hewan lain sudah memasuki rumah nya seakan akan takut oleh sesuatu ,di langit tidak ada awan yang mengumpal dan membebas kan bintang bintang dan bulan menyinari dunia .
"Malam ini tidak akan turun hujan ,lebih baik begitu agar aku tidak kebasahan."Eiifer mengagukan kepala nya sendiri merasa setuju dengan perkataan nya sendiri.
Ia berjalan sendiri di tengah tengah kegelapan ,tak lupa ia membawa Piso yang di berikan groi.
Hutan yang gelap mengubah sesuana menjadi sunyi sepi ,pohon yang besar menambah ke besaran tetapi tidak berpengaruh bagi Eiifer.
Gruaaaaaaaa.
Suatu teriakan yang sangat keras ,seakan akan bergema di seluruh hutan itu , mengusik para burung hantu dan jala.
Eiifer meningkat kan ke waspadaan nya ,mengahampiri sesuatu yang berhasil membuat nya penasaran .
__ADS_1
"Apa ,Emang ada hewan dengan suara sebesar itu ? Setau ku gadak "
Tiba tiba ,angin pelan menerpa wajah Eiifer ,Insting yang terpendam tiba tiba muncul ,membuat Eiifer semakin waspada .
Eiifer mencipitkan mata nya ,melihat dari kejauhan ,samar samar dari kegelapan yang begitu pekat ,muncul sosok yang besar sangat besar .
Sinar bulan menembus dari sela sela pohon menampilkan wajah nya yang sangar.
Tidak mirip dengan manusia ,mirip hewan tetapi bukan hewan .
Kalajengking bertubuh besar dengan wajah b*bi hutan ,taring dan tanduk melingkar menyisakan ujung yang sangat tajam.
Ujung Ekor yang tajam tetapi bergetar dan menghasil kan suara yang nyaring meniru ular derik .
Suara nya seolah olah memancing lawan nya untuk bertarung atau untuk di mangsa .
Dan benar saja ,harimau agak besar mengampiri nya ,dengan tatapan kosong seperti terkena hepnotis .
Harimau itu semakin lama semakin mendekat .
Ekor yang tajam langsung melesat cepat menyerang harimau itu ,menembus kepala nya menyebarkan racun yang luar biasa
Dalam sekejap seluruh tubuh harimau itu menjadi putih kebiruan pucat.
Kaki nya yang tajam ,memotong kepala harimau itu ,bukan nya memakan nya ia malah menyimpan nya di kantong kecil alami nya ,ekor itu kembali menusuk tubuh Harimau itu yang sudah kehilangan kepala nya .
Hitungan detik tubuh harimau itu semakin menenipis ,ekor yang besar itu benar benar menyirup seluruh tubuh nya ,dan hanya menyisakan kulit nya ,dia kembali mengambil kulit nya dan memasukan nya ke kantong kecil nya .
"Wihh ,keren kayak pengerajin aja ,pokok nya salut lah " ucap Eiifer sayang nya kata kata yang keluar dari mulut Eiifer dapat di dengar oleh moster itu .
Menatap Eiifer dengan tajam ,sebelum menghampiri Eiifer.
Kaki yang runcing menusuk tanah sehingga menghasil kan lobang yang lumayan besar ,suara yang sangat besar ,air liur yang bercucuran .
Dapat di lihat moster ini sangat ingin memakan manusia .
"Moster kecil jangan main main dengan ku "Eiifer melempar piso nya ,melesat cepat dan tidak dapat terlihat dengan mata biasa .
Tetapi Piso kecil Eiifer memantul saat mengenai kulit nya yang keras ,sesaat kulit nya tadi menampil kan kilauan .
Namun itu membuat moster itu sangat marah ,ia mempercepat langkah nya ,melancarkan ekor nya ke kepala Eiifer .
Ting....
Percikan api ke luar sesaat ,ketika kepala Eiifer berjumpa dengan ujung ekor moster itu ,sama sekali tidak dapat menembus kepala Eiifer ,namun kekuatan yang di miliki moster itu sangat kuat menekan Eiifer membuat pijakan eiifer menembus ke tanah
__ADS_1