
# bab 5.
Pagi yang sangat terang, pancar nya menembus jendela yang sedikit terbuka dan mengenai wajah Eiifer.
Ia bangun dan mengucek mata nya berkali kali sebelum ia sadar sepenuh nya.
Ia lompat dari tempat tidur memasang kuda kuda Bersiaga, melihat sekeliling mencari pedang nya.
Tetapi tidak temukan nya, ia sedikit kesal .
Mencari pedang nya dengan berjalan mengendap endap, langkah nya terhenti ketika tiba di pintu utama.
Yang terbuka menampil kan berbagai bunga dan tumbuhan ,burung burung berkicauan.
Ia keluar dan lupa dengan tujuan nya mencari pedang.
Pemandangan yang sangat indah berhasil menyita pandangan Eiifer.
Tinggal di bukit dan di tutupi oleh awan hitam, jarang menampil kan pemandangan seperti yang di lihat nya.
Pandangan mata nya berhenti dan melebar ketika melihat Master Xiels berdiri membelakangi Eiifer.
Eiifer ingin menyerang nya tetapi pikiran nya terhenti ketika Master Xiels menampil kan jurus pedang yang sangat indah dan cantik,
Gerakan nya seperti perahu di atas air yang berombang ambing akibat ombak kecil.
Sungguh keren,sinar matahari seakan akan mendukung nya,
Lamunan Eiifer terpecah ketika Master Xiels menyadari ke hadiran, Eiifer dan menghentikan gerakan nya.
"Oo, kau sudah bangun kemarilah apa kau tertarik dengan jurus tadi " sedikit tersenyum memandang Eiifer.
"Tertarik, bukan kah kita musuh knapa kau ada di sini " teriak Eiifer dan menunjuk Master Xiels.
"Ayolah kau sudah kalah dalam taruhan kita dan ini adalah rumah ku seharus nya kau yang knapa ada di sini " Tentu saja Master Xiels sudah tau jawaban nya tetapi berbeda jika berhadapan dengan anak anak.
Master Xiels Seakan akan melupakan kejadian yang sangat mengerikan itu
.
"Taruhan? "
"Jangan bilang kau lupa, jika kau kalah kau akan menadi milik ku bukan kah itu taruhan kita. " tersenyum licik dan sedikit puas.
"Eh. .." Eiifer menelan suara nya, tidak dapat membalas kata kata Master Xiels.
Ia kembali mengingat taruhan nya, saat itu ia di butakan oleh perbuatan nya sendiri.
__ADS_1
"Baiklah kau sudah menjadi milik ku ,kemarilah " melambai lambai kan tangan nya dan memperlakukan Eiifer seperti anak kecil.
Mega menjadi geram dan kesal mau tak mau ia harus menurut karena Eiifer sudah di butakan oleh perjanjian nya.
"Jika kau menyuruh ku menjadi budak, aku akan membunuh mu " wajah garang tetapi tidak menakutkan Bagi Master Xiels.
"Tidak, tenang lah aku akan menjadi kan mu murid ku "
"Murid, apa murid Cih !
kau pikir aku mau menjadi murid ,itu sangat merepot kan lebih baik kau menjadi Murid ku heh" sedikit tertawa, begitu juga dengan Master Xiels.
'Anak ini tidak tau di untung bukan nya berterimakasi malah mengeluh '
Seharus nya jika orang terikat janji Seperti Eiifer maka Penawaran Master xiels sangat menguntung kan, jika saja Eiifer mengerti setiuasi nya seksrang.
"Apa kau mau menjadi budak " senyuman licik membuat Eiifer berdecak kesal jika bisa ia akan menendang wajah nya itu agar tidak tersenyum lagi.
"aku akan menjadi budak setelah aku membunuh mu !" teriak Eiifer.
Senyuman Master Xiels sedikit menurun tidak menyangka murid nya ini akan sangat merepotkan.
Master xiels memiliki tempat latihan khusus dengan beribu ribu murid, knapa Master Xiels memisah kan mereka sudah jelas.
Salah sedikit aja Eiifer akan membunuh mereka tanpa segan segan.
"Jadi apa mau mu ! " teriak master Xiels memandangan Eiifer dengan perasaan marah.
"Baiklah aku berterimakasi kepada mu kerena sudah memberi ku kesempatan pertama tama aku ingin menjadi raja segala raja, kedua aku ingin kau menjadi budak ku "
Jawaban yang tidak masuk akal, tetapi dengan santai nya Eiifer berbicara begitu dia bahkan tidak memandang tinggi seorang master di depan nya.
"Bocah jangan banyak cakap sekarang kau sudah menjadi milik ku dan turuti apa kata ku mengerti "
"Tidak "
Jawaban yang singkat ,padat dan tidak jelas membuat siapa saja marah tidak terkendali termasuk master Xiels asap putih keluar dari hidung nya layak nya kerbau lagi marah.
Master Xiels sangat geram tetapi dia menghentikan kemarahan nya ketika menyadari sesuatu dari kata kata Eiifer.
"Akan ku beri tau apa ke untungan nya kau menjadi murid ku, aku adalah manusia terhebat jika kau menjadi murid ku, dan dapat mengalah kan ku sudah pasti kau akan menjadi terhebat dari seluruh manusia. "
Tentu saja kata kata Master Xiels bohong
itu hanya bujukan agar Eiifer mau menjadi murid nya.
Sejujur nya master Xiels melihat bakat yang sangat luar biasa di dalam diri nya.
__ADS_1
Dengan resiko besar, ia menjadikan Eiifer menjadi murid nya,
Kerena pasukan kegelapan berkembang pesat, membuat onar di mana mana.
Eiifer memegang dagu nya memandang ke atas dan menemukan awan putih.
"Baiklah aku akan menjadi murid mu " sudah memikir kan matang matang dan termakan oleh umpan Master Xiels.
Master Xiels sangat senang tetapi ia menahan nya agar tidak terlihat jelas oleh Eiifer, sayang nya ekpresi wajah nya menghianati diri nya.
"Siapa nama mu " tanya Master Xiels cukup aneh jika guru dan murid saling tidak kenal.
"Eiifer "jawaban singkat.
"Aku Xiels panggil aja master Xi
"Baiklah kita mulai latihan nya ikut aku " Master Xiels berjalan ke pendalaman hutan.
Eiifer hanya mengikuti nya ke belakang menatap sekeliling,
Buk...
Eiifer tidak sengaja menabrak punggung Master Xi ketika ia tiba tiba berhenti.
"Knapa berhenti " Wajah merah dan marah sekali gus kesal dengan guru nya ini.
Tetapi master Xi tidak menjawab, karena kesal tidak menjawab ia melihat ke depan kerena penasaran dengan apa yang di lihat oleh guru nya.
Mata Eiifer terbuka lebar, kini ia benar benar terkejut.
Lobang yang besar dan dalam terlihat asap terbang ke atas menuju langit langit.
Di dalam, terdapat air berwarna merah panas, atau di sebut lava, sungguh mengerikan salah sedikit saja ia akan masuk walaupun kemingkinan ia tidak mati.
Posisi mereka berdua berada di gunung berapi yang sama sekali tidak pernah meletus kerena itu alam di sini sangat indah dan cantik.
Lobang yang di lihat oleh Eiifer hanya lobang kecil dapat di katakan itu hanya anak nya.
Lobang sebenar nya berada di puncak ,jelas ia lebih besar dari ini.
Wajah Mega menjadi merah karena pantulan lava itu.
"Kita turun " Master Xiels melompat ke dalam tanpa menunggu persetujuan Eiifer.
Dengan berat hati Eiifer mengikuti nya ia tahu apa yang terjadi jika ia turun.
Mereka berdua mendarat ke tanah bebatuan di samping kanan nya terdapat lahar seperti kolam, mereka harus waspada karena mereka tidak tau kapan lahar nya naik.
__ADS_1
Hawa panas sangat panas membuat keringat mereka berdua bercucuran Eiifer menyeka keringat nya dengan kain baju nya.