I Am Dragon

I Am Dragon
ye.....


__ADS_3

18


"Kau membuang ludah mu ketika gugup " ucap Eiifer dan menunjuk Master Xi di depan nya .


"Yah ,terserah mu ,lagian aku memanggil kalian bukan karena ini " Master Xi menatap Groi sejenak dan mengalihkan pandangan nya ke Eiifer .


"Baiklah ,sudah aku putuskan ,Eiifer akan menjadi murid pribadi Groi ."


"Baik master Xi ." Groi menganggukan kepala nya tetapi raut wajah nya berubah menandakan dia tidak ingin bersama Eiifer .


"Apa ,aku harus berlatih dengan nya ,apa kau bercanda kakek tua ! " teriak Eiifer dan menolak rencana Master Xi .


"Aku sudah memutuskan ,kalian berlatih di bukit sana ,jika kalian berlatih di sini ,mungkin ....." wajah nya berubah menjadi kesedihan .


"Baiklah dan jangan tunjukan wajah mu itu ! " Eiifer menyetujui nya dengan berat hati .


Groi dan Eiifer pergi mendaki bukit ,seperti yang di katakan master Xi, tidak berbicara sepatah kata pun ,sesuana menjadi sunyi .


Angin menghembus kuat menerpa wajah mereka .


Pohon yang rindang ,bayangan nya menutupi panas terik matahari ,orang orang yang berteduh di sana akan menikmati kesejukan nya .


Sayang nya mereka tidak memikir kan begitu .


Mereka terus berjalan di tanah yang coklat dan hanya dua atau tiga rumput saja yang tumbuh ,jalan ini menjadi botak saat orang orang mulai menggunakan nya menjadi jalan umum .


Cukup lama berjalan dan memakan waktu setengah hari ,ketika mereka tiba di puncak matahari mulai terbenam .


Memancarkan cahaya merah nya .


Eiifer yang melihat itu ,berdiam diri dan memutuskan melihat lebih lama ,pemandangan yang indah itu .


"Indah nya "


Groi tersenyum kecil dan berjalan mendahului Eiifer .


"Jika sudah selesai ,kembali lah nanti tepat di rumah kecil itu dan ingat jangan berlama berlama ."


Eiifet sama sekali tidak menjawab ,hanya memfokus kan mata nya ,ke pemandangan itu ,bagi nya pemandangan sangat lah indah ,dia akan rela meninggal kan latihan berat nya ,hanya untuk melihat ini.


"Indah kan " Seorang laki laki tua ,tiba tiba berdiri di samping Eiifer ,sehingga Eiifer yang baru menyadari itu terkejut batin.


"Siapa ? "


"Hahaha ,kakek panggil aku kakek " kakek iti tersenyum dengan bibir keriput nya


sangat hangat senyuman nya penuh ke hangatan .


Tubuh nya sedikit membungkuk .


"Kakek ? ,apa yang kau lakukan di sini " Tanya Eiifer ,sifat nya benar benar berubah ,seakan akan luluh oleh kehangatan kakek ini .

__ADS_1


Eiifer melihat ke belakang nya ,tepat ia berjalan tadi ,tanah coklat namun curam .


"Bagai mana bisa kakek naik dengan tubuh seperti itu ,kami saja membutuhkan setengah hari berjalan " Tanya Eiifer menggaruk kepala nya .


"Hahahah,tidak tau yang terpenting kamu tidak boleh mengalihkan pandangan mu dari matahari itu "


"Kakek hari semakin gelap dan kau belum juga pulang ,mungkin gelap hari di hutan akan semakin berbahaya ?"


Tanya Eiifer menghawatir kan Kakek itu .


"Tidak apa apa ,rumah ku sekitar di sini "


Eiifer terkejut ,melihat sekeliling nya ,dia hanya menemukan satu rumah kecil namum itu adalah rumah Kecil yang di katakan Groi jadi di mana rumah nya ?


"Kakek aku tidak menemukan rumah ,di sini " Tanya Eiifer kebingungan.


"Rumah ku ada di sana " Kakek itu menunjuk sebuah pohon besar.


"Pohon ?" Eiifer semakin bingung dengan sifat kakek itu,tetapi Eiifer tidak terlalu memperdulikan nya dan memilih mengganti topik pembicaraan .


"Nak, berjanji lah kepada ku " Ucap kakek itu pelan.


"Apa ?"


"Kebetulan ini adalah musim panas ,jika kau ingin kau bisa ke sini tiap hari menemani ku ,melihat matahari ini "


"Hahaha,baiklah kebetulan aku suka dengan matahari mung-


"Eiifer ,kemarilah hari mulai gelap " Teriak Groi melihat Eiifer .


Eiifer yang mendengar itu ,mau tak mau ia harus pergi namun dia terkejut saat ,ia ingin mengucapkan selamat tinggal ke pada kakek itu ,tiba tiba dia tidak ada lagi di samping Eiifer.


"Kemana ?hebat!cepat " Eiifer terkagum kagum lalu pergi ,menuju sebuah rumah kecil.


Di depan rumah itu dia di sambut oleh Grou .


"Apa yang kau lakukan ,bukan kah aku mengatakan kau haru cepat cepat." Teriak Groi dengan perasaan marah ,wajah garang nya menambah keseraman nya .


"Bukan urusan mu " Ucap Eiifer tidak peduli dan memutuskan berlari ke dalam rumah kecil itu ,sesampai di dalam dia melihat begitu banyak makanan terletak di meja .


Aroma yang harum sangat menyengat ,memasuki hidung ,membuat air liur Eiifer berceceran sayang nya ,dengan kecepatan yang luar biasa ,Groi dapan menahan pergerakan Eiifer .


"Pergilah ,mandi setelah itu makan "


Wajah Eiifer yang tadi nya senang menjadi ruyam dia ingin pergi untuk mandi tetapi perut nya memberontak ,menusuk nusuk dengan rasa lapar yang luar biasa .


"Aku ingin makan ,aku tidak tahan lagi " Eiifer berlari kencang dan ingin meraih ,salah satu piring di meja .


Tetapi sebuah tendangan kuat mendarat ke badan Eiifer .


Sehingga Eiifer terpental jauh menembus dinding kamar mandi .

__ADS_1


Groi mengangkat tangan nya dengan perasaan girang.


"Masuk ...


"Cih gorila ,ia tidak tau aku bisa mati jika tidak makan semenit saja " Eiifer membuka baju menampil kan badan yang kekar dan bersiap mandi .


Groi duduk di kursi ,berpangku tangan .


Memikir kan sesuatu sekalian menunggu Eiifer datang .


"He ... Pasti ini membosan kan ,mengatur anak yang keras kepala seperti nya ."


Beberapa jam kemudia Eiifer masih belum keluar dari kamar mandi .


Perut yang sudah mengoncang,dengan perasaan Kesal Groi menjumpai Eiifer .


"Eiifer ! " Teriak Groi dan membanting pintu ,melihat Eiifer .


Eiifer yang sibuk dengan air mandi nya terkejut dengan ke hadiran Groi.


"Knapa lama kali ,**** !"


Teriak Groi dengan geram .


"Ya ,aku tidak percaya mandi itu sangat menyenang kan ,jadi aku lupa waktu "


"Apa kau tidak pernah mandi ?"


"tidak "


Groi yang mendengar itu tercengang ,beberapa detik kemudian dia menghelakan napas berat nya .


"Sudah lah ,lebih baik kau bersiap agar kita makan "


Eiifer mengangguk mengerti .


Groi menutup kembali pintu nya duduk di tempat nya tadi ,menunggu ke hadiran sang murid .


Beberapa menit kemudian akhir nya ,Eiifer selesai juga .


"Selamat makan " Teriak Groi


Eiifer yang ingin melahap makanan nya sontak melihat Groi dengan aneh .


"Selamat makan ? Apaan itu "


Groi menggigit gigi nya sendiri saat mendengar kan kata kata Eiifer merasa seperti di permalukan oleh murid nya sendiri


Mereka berdua makan dengan lahap sampai sampai tidak menyisakan sedikit pun makanan du meja itu .


Hari sudah semakin malam dan mereka memutus kan untuk tidur di kamar masing masing walaupun rumah nya kecil tetapi rumah itu dapat menyisahkan dua kamar untuk di tepati.

__ADS_1


rumah ini adalah rumah permberian master Xi ,dengan tujuan jika ada yang ingin berlatih bisa memakai rumah itu.


__ADS_2