I Am Dragon

I Am Dragon
toko senjata.


__ADS_3

Buar...


Pintu yang kokoh berlapis baja hancur seketika menyisakan puing puing.


Mata penjaga dan orang itu terbuka lebar sama sekali tidak berkedip.


Mereka hanya diam dan ketika Eiifer masuk kedalam mereka hanya diam sebelum penjaga lain menyadar kan mereka semua.


Dan menyuruh salah satu penjaga melapor ke prajurit inti.


Eiifer masuk dan terdiam sesaat, bangunan bangunan yang sedikit tinggi orang orang menjual berbagai barang dan ada pembeli saling menawar.


Kerajan Megah berdiri kokoh di atas,Eiifer bejalan santai melihat lihat hal yang belum pernah di lihat nya.


Badan yang besar tidak mungkin bisa merasakan sesuatu seprerti ini dulu.


Eiifer berhenti dan menemukan sebuah toko senjata.


Ia masuk dan di hadang oleh penjaga, tersenyum ramah.


"Hi nak kau ingin membeli pedang, atau tombak. " laki laki itu tersenyum hangat.


"Bawakan aku pedang paling bagus mu " Teriak Eiifer, tanpa basa basi ia langsung masuk lebih kedalam mencari apa yang di katakan Eiifer.


Penjual merasa sangat senang ia akan di untung kan sekarang belum ada yang belik pedang termahal nya sampai sekarang.


Dengan hati hati ia memberikan nya kepada Eiifer lalu mengelus ngelus telapak tangan nya menunggu pendapat Eiifer.


Eiifer memegang nya, ia sedikit merasakan sensasi yang luar biasa dia mengayun ngayun kan nya.


"Seperti nya ini senjata yang cocok, baiklah aku memilih yang ini terimakasi ya " Eiifer langsung pergi meninggal kan si penjual .


Penjual terkejut lalu menghentikan langkah Eiifer,


"Maaf nak kau seharus nya membayar "Penjual itu menyodor kan telapak tangan nya membuat Eiifer menjadi bingung.


"Bayar, cih hidup mu masih selamat aja udah syukur. "


Mega menepis tangan laki laki itu lalu pergi begitu saja.


Wajah penjual menjadi pucat lalu,"Pengawal " teriak nya tidak butuh lama pengawal sudah tiba di depan nya.


Pengawal berzirah besi masing masing pedang nya terletak di pinggang.


"Maaf ada apa tuan "Menunduk kan kepala sesaat sebelum melihat Eiifer .


"Dia ingin pergi dan tidak membayar " Laki laki berkeringat dingin itu menunjuk Eiifer dengan telunjuk nya.

__ADS_1


"Kau berhenti! " pengawal itu sebenar nya tidak menyangka, anak anak seperti ini sudah melakukan hal yang tidak pantas di lakukan oleh anak sebaya nya.


Eiifer menoleh dan menemukan dua penjaga .


Eiifer mengeluarkan pedang nya lalu mengayun ayunkan nya.


Secara spontan pengawal itu mengeluarkan pedang nya dan menyodor kan nya ke Eiifer.


"Nak jika kau tidak memiliki uang kembalikan pedang itu sebelum kau merasakan akibat nya. "


Eiifer hanya diam dan sibuk dengan kilauan pedang nya.


"Apa ini tajam " Eiifer mengayun kan nya ke arah pengawal itu.


Sing....


Hitungan detik bahkan mata nya belum berkedip, dia harus kehilangan tangan dan terjatuh ke lantai dengan pedang nya, mata pengawal itu terbuka lebar sebelum berteriak ke sakitan.


"Tajam! "


Eiifer maju selangkah membuat kedua pengawal itu mundur beberapa langkah.


Eiifer maju melangkah kan kaki nya dan tidak sengaja memijak tangan pengawal yang patah itu.


Membuat pengawal satu nya lagi murka tidak terima melakukan hal yang itu kepada teman nya sendiri.


Sing...


Eiifer mengayun kan pedang nya dengan cepat, laki laki yang berada di depan nya sempat terdiam sebelum kepala nya lepas dari tubuh nya, jatuh lalu menggelinding ke kaki pengawal yang satu nya lagi.


Pengawal itu tidak tau lagi berbuat apa jika ia ingin menyerang maka ia takut nyawa nya akan berakhir seperti kawan nya, jika ia tidak menyerang maka tugas nya sebagai pengawal tidak akan terpenuhi .


Pengawal sebelum ia menjadi pengawal dia terlebih dahulu harus bersumpah tidak takut kehilangan nyawa ketika melindungi orang yang perlu di lindungi.


Pengawal itu hanya diam tidak sampai Eiifer melompat ke atas, sesaat ia seperti melayang di udara.


Lalu mengayunkan pedang nya tepat mengenai kepala Pengawal itu, dan tubuh nya terbelah menjadi dua kerena ketajaman pedang nya.


dan jatuh ke lantai tak bernyawa.


Eiifer mengibas kan pedang nya sehingga darah yang melekat di pedang nya melekat ke dinding.


Penjual hanya diam mematung dan jatuh ketika menyadari Eiifer mendatangi nya secara perlahan.


Perlahan lahan laki laki itu mundur dengan wajah yang sangat pucat, keringat dingin membanjiri wajah nya begitu juga badan nya membuat baju nya basah seketika.


Sudah sampai di depan penjual itu ketika penjual sudah ke habisan tempat untuk mundur, dia menyandarkan badan nya ke dinding.

__ADS_1


Eiifer memutar mutar pedang nya wajah nya tampak sangar ketika ia ingin mengayun kan pedang nya, prajurit inti sudah berada di belakang nya.


"Berhenti sampai di situ keluarlah dari dalam, perlahan lahan" laki laki berpedang serta pengikut di belakang nya memperketat pertahanan nya, ketika mendengar suara kangkah kaki Eiifer.


Mata mereka terbuka melebar dan tidak percaya orang yang mereka incar adalah anak anak.


Eiifer berdiri dengan gagah di depan prajurit itu.


"Buang senjata mu maka kami tidak akan membunuh mu " teriak pria itu dan menunjuk pedang Eiifer di tangan nya.


"Buang apa kau bercanda, apa kau ingin berurusan dengan ku "


Tatapan Eiifer yang sangat tajam membuat pertahanan mereka goyah.


"nak ten-


Eiifer melempar kan pedang nya dan menembus tenggorokan laki laki itu sebelum sempat menyelesai kan kata kata nya ,semua pengawal itu terkejut sebelum mengambil tindakan, menyerangam Eiifer.


Bukan nya kabur Eiifer malah berlari kencang menghadapi puluhan prajurit dengan gagah dan berani sedikit pun tidak ada rasa gentar di dalam pikiran nya.


Ia mencabut Pedang nya kembali dan bersiap bertarung.


Pertarungan besar besaran telah di mulai, tanpa segan segan Eiifer menebas sehingga lima prajurit yang berada di depan nya tidak lagi bernyawa.


Prajurit itu membentuk lingkaran dan mengelilingi Eiifer di tengah.


Semakin lama prajurit bertambah karena sudah mendengar berita Eiifer .


Walaupun tidak sedikit juga yang mati di tangan Eiifer.


Eiifer berdecak kesal.


Prajurit itu menyerang secara bersamaan.


Ting....


Mereka semua terkejut ketika mengtahui pedang nya tidak dapat menembus tubuh Eiifer.


Eiifer tersenyum lalu mengyunkan pedang nya, beberapa tidak sempat menghindar dan mati dengan sayatan di leher.


Mereka semua gugup sekali gus terkejut beratus ratus prajurit datang bepuluhan mati di tangan Eiifer.


Eiifer semakin mempercepat tangan nya, menebas mereka berkakali kali sekali tebasan setidak nya tiga orang kehilangan nyawa.


Gaya bertarung Eiifer tidak memiliki seni sedikit pun dia hanya bertarung menggunakan pedang dengan jurus buatan nya sendiri.


Tebasan demi tebasan prajurit sudah kewalahan bahkan ada yang dari mereka ketakutan dan lari entah ke mana.

__ADS_1


Sekarang ia berdiri di tumpukan mayat Prajurit itu, dan berkali kali mengayun kan pedang nya, tidak sedikit mati karena terpenggal.


__ADS_2