I Am Dragon

I Am Dragon
master Xiels


__ADS_3

Mayat mayat bergeletak aroma amis menyengat, semua orang harus mengungsi karena kerusuhan Eiifer ribuan tentara maju menyerang Eiifer.


Eiifer tersenyum puas, ratusan prajurit mati di tangan nya .


Sekarang posisi nya di tengah tengah kepungan prajurit berpakaian baja.


Eiifer menarik dalam dalam napas nya lalu menghembus kan nya .


Angin yang berganti menjadi api merah membakar sebagian prajurit dan hanya menyisakan tulang kerangka nya.


Aroma gosong sangat menyengat, orang orang penduduk kota dapat mencium nya walaupun mereka sekarang berada di luar gerbang.


Prajurit berkeringat dingin.


Udara pasan menerpa wajah mereka membuat stamina mereka menjadi berkurang.


Sing.


Eiifer memenggal kepala mereka satu persatu dengan kecepatan di luar nalar manusia.


Tanpa di sadari mereka.sudah kehilangan kepala nya.


Darah darah prajurit mengenai baju Eiifer, sekilas ia tampak seperti pembunuh walaupun sebenar nya begitu.


Bunuh ,bunuh, bunuh


Jumlah prajurit semakin lama semakin sedikit.


Mereka kewalahan menghadapi Eiifer sebagian dari mereka ada yang lari ketakutan.


Pembunuhan berlanjut sampai pedang cantik dan berkilau mendarat dari atas menghentikan Pergerakan Eiifer.


Seorang laki laki tua, rambut putih panjang dan kumis serta jenggot yang panjang mendarat ke tanah.


Sehingga debu berterbangan.


Menutupi pengelihatan mereka


Samar sama terlihat kakek tua mrngambil pedang nya.


Cahaya matahari mengenai pedang itu sehingga menambah kilauan nya.


Kakek tua itu berjalan santai dengan pedang di tangan kanan nya.


Prajurit terkejut tentu saja mereka mengenal nya ,dia adalah master Xiels master terkejam dan terkuat di kerajaan JI.


sedikit ada rasa lega di hati mereka ,ketika mengetahui itu adalah master Xiels.


Eiifer berdiri dengan gagah tanpa gentar sedikit pun memandang Master Xiels dengan tajam.


Abu perlahan lahan lenyap di bawa oleh udara.


Tanpa basa basi Eiifer melesat cepat mengejar kakek tua itu.


Dan mengayun kan pedang nya.


Ting..


Satu tangkisan ,merasa kesal Eiifer mengayun kan nya lagi tetapi di tangkis merasa marah.


Dia mengayun kan nya dengan sangat cepat.


Ting

__ADS_1


Ting


Ting.


Pedang mereka saling bertemu dan. Menghasil kan pancaran api.


Semua prajurit mematung takjub akan permainan mereka.


Dengan santai nya master Xiels terus menangkis serangan Eiifer, sedikit ia tersenyum dan merasa tertarik dengan Eiifer.


Anak kecil dapat mengimbangi seorang master .


Buk...


Satu tunjangan keras mendarat di perut Eiifer membuat ia sedikit mundur dan menghentikan pergerakan nya.


Master Xiels mengangkat alis nya ketika menyadari tubuh Eiifer sangat keras.


Seharus nya tendangan barusan itu dapat membuat kerusakan pada organ dalam.


Berbeda dengan Eiifer dia hanya mundur dan tidak merasakan kesakitan.


Prajurit merasa ada kesempatan.


Mereka berpikir Eiifer lengah kerena membelakangi mereka.


Tanpa segan segan prajurit itu melesat cepat dan mengayun kan senjata nya.


Sebelum sempat mengayun kan nya Eiifer di luan mengayun kan pedang nya sehingga kapala laki laki itu lepas dari tubuh nya.


Eiifer sama sekali tidak memalingkan wajah nya atau membalik kan tubuh nya ia hanya fokus dengan master di depan nya.


"Sungguh hebat, bagai mana jika kita bertaruh. " Master Xiels mengangkat jari nya.


"Jika kau menang kerajaan ini untuk mu tetapi jika kau kalah kau harus menjadi milik ku "


Semua tatapan menuju ke arah kakek Xiels ,dia bukan raja tapi berani mempertaruh kan kerajaan apa yang ia rencanakan kan.


"hahahah, baiklah "


Eiifer mengangkat pedang nya dan berdiri dengan gagah seakan akan yakin ia yang akan menang.


Supp...


Cepat .prajurit tidak dapat melihat gerakan Eiifer sedikit pun.


Dalam sekejap Eiifer sudah berada di belakang Master Xiels.


Bersiap mengayun kan pedang nya.


Ting... .


Tangkisan ,membuat Eiifer menjadi geram dan menatap Master Xiels dengan sinis.


Ia membalikan badan dan mendaratkan satu tendangan ke arah Master xiels.


Kakek Xiels mundur beberapa langkah sehingga tendangan nya tadi hanya mengenai udara.


Eiifer kembali menyerang nya secara berutal.


Ayunan pedang, tinjuan. Tendangan kepala .


Master Xiels sedikit kewalahan dengan kelincahan Eiifer.

__ADS_1


Semua mata prajurit melebar ,sedikit ada keraguan di dalam hati mereka jika saja master Xiels tidak datang maka sudah di pastikan pasukan mereka akan di bantai sepenuh nya.


Eiifer mengayun kan pedang nya dengan cepat dan kuat.


Sedikit terlambat ,master Xiels sedikit melambat sehingga goresan di dada nya terukir jelas.


Tetapi tidak meyisakan luka hanya baju yang koyak.


Keringat dingin sudah membanjiri wajah Master Xiels.


Melawan Eiifer anak yang sangat agresif memakan waktu yang sangat banyak.


Karena kesal Eiifer menarik napas nya sebelum kemudian menghembus kan api besar ke arah Master Xiels .


Satu kesalahan Master Xiels ,Ketika ia menghindar prajurit yang berada di bekakang nya mati seketika menyisakan debu.


Bukan hanya ptajurit rumah rumah menjadi terbakar dan menjalar dengan cepat.


Master Xiels tidak percaya anak seperti nya dapat menghembus kan napas api.


Anak sekecil nya dapat mengakibat kan kekacuan besar bagai perang antar kerajaan.


Jika perang cukup mengirim Riifer ke tengah tengah maka sudah di pastikan ia akan menang.


Semua prajurit berlari ketakutan, kehadiran Master Xiels membuat hati mereka lega dan bebas meninggak kan nya.


"Merasa sangat kesal Eiifer mengayun kan pedang nya dengan di lengkapi oleh gerakan okrobatik.


Sehingga menghasil kan angin kuat menghancur kan bebrapa rumah.


Tebasan Eiifer dari jarak jauh dapat menyerang Master Eiifer ,sesaat angin berbentuk sayatan pedang nya melaju dengan cepat menghancurkan bebrapa rumah.


Master tidak menyangka serangan nya akan menimbul kan daya penghancur yang sangat besar, tidak ada pilihan lain selain membunuh nya.


Tapi dari tadi master Xiels sudah mencoba nya dan sama sekali tidak berhasil.


Kemarahan memenuhi jiwa Eiifer.


Tidak berhasil mengenai Master Xiels tetapi menghancur kan rumah agar kepuasan nya bertambah.


"Anak ini knapa bisa sehebat ini ,tidak ada pilihan lain selain jurus itu " kakek itu melompat, melompat menghindari serangan Eiifer.


"Cukup mengerikan" ketika ia terbang di udara meninggal kan Eiifer sendirian di bawah menatap diri nya dengan tajam dari atas terlihat jelas kekacauan yang di buat oleh Eiifer.


Rumah rumah hancur lebur.


Prajurit mati mengenaskan bau amis dan gosong menyebar ke man mana.


Master xiels duduk bersila di udara.


Menyatukan telapak tangan nya dan mengucap kan sesuatu.


Hanya dia saja yang dapat mendengar nya.


"Sini kau tua bangka " Eiifer benar benar marah, dan merasa geram ketika ia harus menyisakan musuh nya luput dari serangan nya.


Tiba tiba bulatan besar terbentuk dengan kuat mengurung Eiifer.


Bulatan itu muncul dari tanah tidak sempat menghindar ,dan harus terkurung dengan bulatan berbetuk cahaya.


Tiba tiba bunga berhambur ke luar entah ke mana. Udara sangat harum setiap keharuman Master Eiifer menambah kan mantera bius.


Perlahan lahan Eiifer tertidur seakan akan tidak mengingat kejadian sebelum nya.

__ADS_1


Master Xiels mengangkat nya lalu pergi meninggal kan kekacauan nya begitu saja.


__ADS_2