
Setelah berbincang bincang tentang Ayu dan Dion, Vanya terlihat menguap begitupun dengan Nando dan mereka memutuskan untuk mengambil tikar agar mereka bisa tiduran aambil menunggu sunrise tiba. setelah mengambil tikar mereka berbaring dengan saling berpelukan dan tanpa sadar mereka berdua tertidur dan batal untuk melihat sunrise. mereka bangun setelah Sindi dan yang lain membangunkan mereka
*didalam tenda
"Sin bangun ini udah pagi"kata ayu membangunkan Sindi
"iya ini juga bangun, tapi kemana perginya Vanya"tanya Sindi yang tidak melihat keberadaan Vanya
"aku juga enggak tahu, pas aku bangun dia udah enggak ada disini"kata ayu
"ayuk kita keluar mungkin dia udah bangun duluan" kqta sindi
dan saat mereka berdua keluar, tidak ada orang satupun diluar tenda dan mereka memilih untuk membangunkan cowok mereka
"Dion, Aldo bangun ini udah pagi, ayo bangun"kata Sindi membangunkan mereka. Namun Sindi dan ayu tidak melihat keberadaan Nando juga
"Kemana perginya Nando"tanya Ayu kepada Dion dan Aldo
__ADS_1
Dion dan aldo saling manatap dan mengedikkan bahunya pertanda bahwa mereka berdua tidak tahu kemana perginya Nando
"jangam-jangan....... "kata Sindi dan Ayu bersamaan dan langsung keluar tenda mencari keberadaan kedua sejoli itu dan diikuti oleh para suami mereka
tak lama berlajan menncari keberadaan Vanya dan Nando akhirnya mereka berempat menemukan Vanya dan Nando yang tidur sambil berpelukan ditepi pantai
"wah wah wah mereka berdua enak banget yah peluk pelukan disini, aku aja yang sah enggak pelukan tadi malam"kata Ayu yang sedikit kesal karena tidak bisa memeluk suaminya tercinta semalam
"andaikan aku tau tadi malam kita juga juga tidur dengan pasangan kita masing masing"kata Sindi
"tapi aku senang loh ini tandanya kalau mereka berdua udah baikan, mungkin mereka berdua udah jadian jadi aku dan dion enggak perlu ngumpet ngumpet lagi kalau mau bermesraan"kata Ayu tersenyum
"woi bagun woi Ada banjir bandang, cepetan bangun" teriak Dion yang Lansing membangunkan kedua sejoli tersebut. Vanya yang kaget langsung saja berlari ketenda berbeda dengan Nando yang hanya berdiam diri dengan memegang dadanya Karena penyakitnya yang kambuh karena teriakan dari Dion. Sindi yang melihat itu langsung saja menolong Mandi, untung obatnya selalu dia bawa kemanapun. setelah agak enakan Nandopun marah kepada Dion.
"kamu mau bunuh aku"teriak Nando
"Untung saja Vanya tidak melihat keadaanku tadi,kalau tidak apa tang akan aku katakan kepadanya"kata Sindi
__ADS_1
"Maafin aku Nan aku enggak sengaja"kata Dion dengan sungguh sungguh
"yaudah kamu jangan ngulangin lagi"kata Nando dan diyakan oleh Dion.
Sedangkan Vanya yang sedang berlari langsung berhenti ketika tersadar bahwa tidak ada banjir bandang dan diapun mengingat ingat teriakan tersebut dan dia tersadar bahwa itu adalah suaranya dion
"Kurang ajartuh sidion, pengen aku pites aja kepalanya"kata Vanya sambil mengepalkan tangannya dan langsung berlari kembali ketempat dirinya tadi tidur dengan nando
sesampainya ditempat semula Vanya langsung saja memukul kepala Dion dan juga menendangnya
"kurang ajar kamu dion, berani beraninya kamu ngagetin aku"kata Vanya sambil menjepit kepala Dion dan menjitaknya dengan sekuat tenaga dan itu membuat semuanya tertawa terbahak bahak.
"aw sakit tau van, iya iya aku tau kalau aku salah. jadi aku minta maaf yah"kata dion meminta maaf dan diyakan oleh vanya dan ditertawakan oleh semuanya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian teman teman🙏