I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)

I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)
episode 40


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Sesampainya di lantai 20 gedung tersebut entah mengapa Sindi merasa gugup apalagi sebelum di pindahkan menjadi sekretaris di kantor pusat dirinya mendengar desas desus jika sang bos terkenal dingin dan hal tersebut membuat Sindi agak sedikit takut


Kepala HRD segera mengetuk pintu ruangan sang ceo setelah di persilahkan masuk oleh ceo kepala HRD tersebut membuka pintu dan di ikuti oleh Sindi sembari menunduk karena sedikit takut saat mendengar suara Bos nya yang terdengar datar dan dingin


"Mohon maaf sebelumnya mengganggu waktu bapak disini saya ingin mengantarkan sekretaris baru yang akan membantu bapak" kata Kepala HRD kepada sang ceo membuat sang ceo yang tadi fokus dengan berkas didepannya mengangkat wajahnya dan memandang seorang wanita yang setia menunduk didepannya


"coba kamu perkenalkan diri kamu" kata Ceo


"Perkenalkan nama saya Sindi pak dari kantor cabang dipindahkan kesini sebagai sekretaris bapak" kata Sindi yang memilih untuk terus menunduk entah kemana semua rasa percaya dirinya hilang Sindi sendiri bingung mengapa dirinya bisa segugup ini


"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu pak" kata pak HRD mengundurkan diri membuat Sindi lebih ketar ketir lagi karena diruangan tersebut tinggal mereka berdua


"Angkat kepala kamu saya tidak suka berbicara dengan orang yang menunduk" kata Ceo dengan tegas sembari memandang gadis didepannya


Mendengar kata sang bos membuat Sindi langsung mengangkat wajahnya dan langsung memandang sang bos membuat dirinya membeku, mata mereka berdua berrubrukan membuat situasi hening seketika.


Sindi merasa kaget saat melihat sang boss ternyata laki laki yang selama satu tahun terakhir ini coba untuk dia lupakan namun apa yang terjadi bukankah dia seorang dokter kenapa bisa sekarang dia berada di depannya dan menjabat sebagai ceo Vanya juga tidak pernah menceritakan hal ini


Sedangkan ceo yang bernama Sandi yah dia adalah Sandi lelaki yang peenah membuat Sindi jatuh Cinta walau hanya dengan beberapa kali pertemuan saja, Sandi sedikit tertegun karena melihat siapa yang ada di depannya gadis yang satu tahun lalu sudah dia abaikan berada tepat didepannya namun Sandi cepat merubah ekspresinya menjadi datar kembali

__ADS_1


"ekheeem oke nama kamu Sindi ruangan kamu ada didepan ruangan saya nanti saya akan mengirimkan tugas tugas kamu melalui e mail jadi silahkan kamu kembali" kata Sandi dan langsung kembali berkutik dengan berkas di hadapannya


Sedangkan Sindi yang mendengar perkataan Sandi sedikit kaget namun dia tidak beekomentar lalu keluar dari ruangan tersebut dengan beberapa pertanyaan yang ada dibenaknya


******


Sindi sudah berada diruangannya dan mendapatkan email dari sang boss membuat dirinya segera mengerjakan tugas tugasnya dengan baik


Jam berlalu dengan sangat cepat tidak terasa sudah jam makan siang membuat Sindi sedikit meluruskan otot ototnya yang sedikit kaku karena duduk dikursinya beberapa jam


Tidak lama kemudian terdengar pintu ruangan sang bos terbuka disusul dengan sang boss yang keluar membuat Sindi langsung berdiri menyambut sang boss


"jika ada yang mencari saya nanti bilang saja saya sedang keluar untuk makan siang denga klien" kata Sandi dan segera berlalu tanpa mendengar balasan dari Sindi bahkan pada saat berbicara dia tidak menatap Sindi sedikitpun


"Apakah dia tidak mengingatku sedikit pun" gumam Sindi pelan dan segera mengambil bekal yang dibawanya dan segera memakannya


jam sudah menunjukkan pukul empat sore semua pekerjaan Sindi telah selesei dan dia sudah mengirimkan kepada sang ceo dan sekarang tugas terakhirnya yaitu melihat jadwal sang boss untuk esok hari dan mengaturnya dengan sebaik baiknya


Setelah selesei mengatur jadwal untuk esok hari Sindi segera mengemas barangnya untuk segera pulang beristirahat sedangkan Sandi yang tadi keluar untuk makan siang sepertinya sudah tidak ada tanda tanda jika dia akan kembali


*******


Sesampainya apartment Sindi segera membersihkan diri dan membuat masakan untuk makan malam, setelah makan dan segala rutinitas sebelum tidur dilakukan Sindi segera merebahkan badannya di kasurnya, dia memejamkan matanya tapi pikirannya menerawang jauh apakah Sandi memang tidak mengenalinya setelah satu tahun tidak bertemu atau dia memang pura pura tidak mengenalnya dan hal tersebut membuatnya sedikit sakit

__ADS_1


Selama satu tahun ini Sindi sudah mencoba melupakan Sandi akan tetapi rasa itu tidak bisa hilang entah mengapa dia tidak bisa melupakan Sandi yang dimana mereka juga tidak pernah menjalin hubungan apapun bahkan Sandi sampai sekarang masih memblokir nomornya namun Sindi berkesimpulan jika Sandi memang sudah tidak mau mengenalnya lagian juga Sindi hanya bekerja sebagai sekretaris selama tiga bulan dan semoga selama mereka bekerja Sandi tetap cuek yang mungkin bisa membuat hati Sindi melupakan Sandi dengan cepat "Mengapa tuhan mempertemukan kita kembali disaat aku mencoba melupakanmu selama satu tahun, bahkan kita tidak pernah menjalin hubungan apapun tapi mengapa sangat sulit melupakanmu" Gumam Sindi sebelum dirinya masuk ke alam mimpi


*******


Keesokan harinya dikantor Sindi sudah stay didepan mejanya untuk menyambut sang ceo dan tak menunggu waktu lama terdengar suara sepatu melangkah membuat Sindi sedikit membungkukkan badannya


"Selamat Pagi pak" Kata Sindi hanya di balas deheman oleh Sandi


Toktoktok


"masuk"


"saya ingin membacakan jadwal bapak hari ini dimna nanti jam 10 akan di adakan rapat bersama setiap kepala devisi untuk menanyakan perkembangan pekerjaan mereka kemudian sekitar jam 2 siang nanti kita akan bertemu dengan klien di salah satu restoran dekat kantor pak" kata Sindi membacakan jadwal Sandi hari ini


"hmmm baiklah, nanti kamu ingatkan saya jika jam nya sudah dekat dan kamu boleh keluar" kata Sandi dengan datar dan dingin membuat Sindi langsung keluar


"Mengapa kamu sangat berbeda dengan satu tahun yang lalu apakah karena aku sudah mengejarmu dan membuat kamu ilfill denganku tapi akau sadar diri mungkin ini juga yang terbaik untuk aku" gumam Sindi yang masih berdiri didepan pintu ruangan Sandi


Jam sudah menunjukkan pukul 9.50 membuat Sindi segera memanggil Sandi agar segera menuju keruang rapat. diruangan tersebut sudah hafir semua kepala setiap devisi yang sudah siap mempresentasikan hasil kerja mereka satu minggu ini melihat hal tersebut Sandi dan Sindi segera mengambil posisi, Sindi sebenarnya tidak ingin duduk terlalu dekat dengan Sandi namun karena dirinya yang seorang sekretaris mengharuskan dia duduk tepat di samping Sandi


Rapat berlangsung dengan dengan baik selama dua jam berlalu dan membuat Sindi sedikit bosan karena hanya duduk mendengar presentasi selama dua jam tapi walau bosan dia tetap mencatat hal hal yang penting sebagai pertimbangan yang nanti akan dikirimkan kepada sang boss


Rapat telah selesei semua orang telah keluar terkecuali Sandi dan Sindi yang masih membereskan barang barangnya "Setelah ini temani saya makan siang sekaligus menemui klien" kata Sandi datar dan segera berlalu membuat Sindi melongo

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2