I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)

I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)
Episode 35


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Di tempat lain tepatnya dibadara terlihat seorang pria yang terlihat gagah sedang menggiring kopernya untuk keluar dari bandara banyak wanita yang mengagumi kegantengannya namun hanya satu wanita yang dapat meluluhkan hatinya dan kedatangannya sekarang untuk segera melamar wanita tersebut "aku sangat merindukanmu, tunggu aku sayang" kata sang pria tersebut dengan senyuman yang merekat dibibirnya namum saat akan menaiki taxi entah mengapa ada seorang wanita yang tiba tiba masuk terlebih dahulu dan membuat lelaki tersebut yang bernama Sandi tersebut kesal dan ikut masuk kedalam taxi tersebut


"Apa yang tuan lakukan ditaxi saya" kata sang wanita


"mohon maaf sebelumnya nona Sindi tapi saya duluan yang memasukkan koper saya dimobil dan anda langsung menyosor begitu masuk tanpa memiliki sopan santun" kata Sandi yang mengetahui nama Sindi dari namtage yang masih menempel dibaju Sindi karena dia baru saja dari luar kota untuk menggantikan sang bos untuk menemui kliennya


"enggak boleh gitu dong, disini saya duluan yang masuk kedalam taxi ini dan mohon anda segera keluar dari taxi ini karena saya sedang buru buru" kata Vanya sinis karena dikatai tidak memiliki sopan santun


Sedangkan sang sopir yang pusing melihat tingkah sang penumpang sekaligus pusing siapa yang akan naik kemobilnya segera memberikan saran


"tuan nona bagaimana kalau kalian berdua saya antar saja bukankah kalian berdua sedang terburu buru" kata sang sopir pelan dan diangguki keduanya dan segera masuk kedalam taxi walaupun pandangan mereka sama sama mencengkram


"khem tuan nona tujuan kalian dimana" tanya sang sopir


"Hotel XX pak" kata mereka bersamaan dan saling pandang


"oh baik kalau begitu tujuan kalian juga sama kan" kata pak sopir tersenyum dan segera melajukan mobilnya


*******


dirumah sakit permata

__ADS_1


setelah melakukan beberapa pemeriksaan terhadap Vanya dan sang anak yang belum diberi nama tersebut akhirnya mereka akan kembali kerumah karena keduanya telah dinyatakan sehat dan telah diperbolehkan untuk pulang. Kepulanglan mereka ini bukan kerumah orang tua Vanya karena mereka sepakat setelah kelahiran mereka akan sementara tinggal dirumah orang tua Nando sampai acar Aqiqahnya tiba nanti


"Selamat datang cucu kesangannya oma" kata mama Nando yang sudah menyambut diteras rumahnya dengan senyuman yang sangat cerah sedangkan sang papa sedang berada dikantor


"terima kasih oma sudah menyambut aku" kata Vanya menirukan suara anak kecil sembari tersenyum


"ayo masuk kalian pasti capek, Van sini mama gendong cucu mama dulu" kata Mama girang karena memang sudah lama tidak menggendong anak bayi dan mereka semua segera masuk kerumah sedangkan Vanya segera izin kekamar untuk membereskan pakaian dan sebenarnya dia juga sedikit mengantuk


Mungkin ada sebagian menantu yang tidak akan senyaman Vanya yang jika tinggal dirumah mertuanya dia akan nyaman karena memang sang mertua sangat menyayangi dan tidak pernah menekan Vanya sehingga dia nyaman dan mengangap dirinya tinggal dirumahnya sendiri.


didalam kamar


"Yang kamu istirahat saja sana biar aku yang beresin lagian juga enggak terlalu banyak" kata Nando menuntun sang istri kekasur untuk istirahat karena Nando memang paham jika sang istri sangat capek dan mengantuk karena harus memberikan ASI ke anaknya setiap dua jam dan membuat tidur Vanya tidak nyenyak namun tetap menikmati masa masa ini dia akan mengenang masa masa ini bersama sang suami kelak.


baru saja Vanya merasa masuk kedalam mimpinya namun telinganya samar samar mendengar tangisan anaknya dan memaksa matanya untuk terbuka dan benar saja anaknya tengah menangis digendongan sang suami yang sedang berusaha menenangkannya


"Maafin mas yah enggak bisa nenangin anak kita"


"enggak apa apa kok mas lagian kan dia juga lapar dan butuh ASI dari aku kan enggak mungkin kamu yang kasih" kata Vanya bercanda


"oh anak daddy semangat banget minumnya laper banget yah sayang" kata Nando kepada anaknya sembari mengelus pipi sang anak


"oh iya, coba mas bicarain sama papa dan mama kapan bagusnya kita bisa Aqiqah putri kecil kita ini" kata Vanya


"tadi mas sudah bicara sama mereka dan mama bilang bagusnya sih hari ketujuh atau kelipatannya" kata Nando

__ADS_1


"ya udah gimana kalau hari ke empat belasnya saja mas lagian enggak bagus juga kalau ditunda lagian juga kita masih mampu buat acara aqiqah untuk putri kita ini" kata Vanya tersenyum sembari meletakkan si anak karena sudah mulai tertidur kembali


Nando yang melihat sang putri mulai terlelap memilih untuk memeluk sang istri dan menyuruhnya untuk melanjutkan tidurnya yang terpotong karena sang anak yang menangis.


******


Dihotel XX Sandi yang sebenarnya ingin memberikan kejutan kepada sang sahabat sekaligus wanita yang dicintainya memang sudah mendapatkan alamat rumahnya akan tetapi dia memili untuk istirahat sejenak agar wajahnya terlihat fress dan semakin lebih tampan jika dipandang


"Aku sangat merindukanmu sayang" kata Sandi memandang fotonya bersama sang sahabat


Malampun tiba dimana Sandi segera bergegas kerumah sang pujaan hati dengan membawa buket bunga kecil menandakan dirinya begitu tulus mencintai sang sahabat


Sesampainya dirumah sang pujaan hati Sandi dipersilahkan masuk oleh salah satu art dirumah tersebut dan duduk diruang tamu tersebut, mata Sandi mempeehatikan isi ruang tamu tersebut tapi mata Sandi langsung tertuju pada salah satu foto yang ukurannya besar dan difoto tersebut terlihat sang pujaan hati tersenyum dengan gaun pengantin dan disebelahnya berdiri seorang laki laki membuat Sandi tidak karuan apa benar sang pujaan hati sudah menikah setelah lama berpikir dan tidak menemukam jawabannya Sandi yang sedang melamun dikagetkan oleh tepukan yang dilakukan oleh sang tuan rumah


"Kamu mencari siapa nak"


"hmmm ini tante saya mencari Vanya, sebelumnya perkenalkan saya Sandi sahabat Vanya waktu kuliah dulu" kata Sandi, dan kalian semua taukan wanita yang dicintai Sandi adalah Vanya yang sekarang sudah menikah dengan Nando sahabatnya dari masa sekolah bahkan sekarang mereka baru saja mendapatkan momongan


"oh kamu temannya Vanya pas kuliah, maaf sebelumnya nak tapi Vanya sementara ini sedang menginap dirumah mertuanya karena mereka sebentar lagi akan melangsungkan acara aqiqah kalau kamu mau kesana nanti tante kasikan alamatnya" kata mama Vanya


"khemm jadi Vanya sudah menikah tan" tanya Sandi sekali lagi dan di iyakan oleh mamanya Vanya membuat dirinya merasakan sakit tapi tidak bisa dijelaskan


setelah beberapa waktu berbincang dengan mamanya Vanya dan telah mengantongi alamat mertua Vanya Sandi segera pamit karena memang sudah malam. Diperjalanan menuju hotel XX Sandi terlihat gusar memikirkan wanita yang dicintainya telah menikah dengan orang lain apakah dia terlambat datang jawabannya iya dan bodohnya dirinya tidak mengungkapkan perasaannya saat mereka akan selesei


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2