I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)

I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)
Episode 41


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Seperti ucapan Sandi tadi setelah rapat sekarang mereka berdua sudah duduk di restoran untuk makan siang sembari mereka sekalian juga akan rapat dengan klien mereka namun ada yang berbeda dari meja Sandi dengan pengunjung lainnya dimana Sandi dan Sindi seperti kedua orang asing yang duduk berhadapan karena tidak mendapatkan tempat duduk


Sindi yang merasa canggung memilih untuk memainkan hp nya saja tanpa memandang ke arah Sandi yang sedari tadi juga diam memainkan hpnya namun karena sudah merasa lapar dan tidak melihat peegetakan dari Sandi umtuk memesan makanan Sindi akhirnya bersuara dan memanggil salah satu pelayan yang ada di sana


"khemm bapak ingin makan apa" tanya Sindi


"terserah kamu saja yang penting ada nasinya" kata Sandi dingin namu hal tersebut terasa lucu di pandangan Sindi karena ternyata boss dinginnya juga makan nasi dia kira Sandi hanya makan sayur fresss saja karena itulah dia dingin sekali


"emm kalau begitu saya pesan nasi dua porsi dan ayam goreng woku dua porsi untuk minumnya air putih saja" kata Sindi memesan dan si pelayan segera mencatatnya namun saat si pelayan berbalik Sandi segera memanggilnya


"mas saya juga pesan sop daging dua porsi" kata Sandi dan si pelayan segera berlalu


"katanya terserah yang penting ada nasinya" gumam Sindi yang tidak didengar oleh Sandi


Pesanan mereka sudah ditata rapi di atas meja dan karena merasa lapar Sindi langsung melahap makanannya dan tanpa jaim jaimnya dia memakan dengan lahap makanan didepannya padahal didepan dirinya ada Sandi yang sedang memandangnya dengan pandangan yang sulit di artikan

__ADS_1


"maaf pak saya makan duluan soalnya saya sudah lapar sedari tadi bapak juga silahkan dinikmati hidangannya" kata Sindi tertawaa nyengir karena mendahului sang bos makan dan hanya dibalas anggukan oleh Sandi dan segera memakan makananya karena berhubung sebentar lagi kliennya akan datang


Tidak lama setelah mereka makan siang kliennya pun datang dan mereka akhirnya berbincang bincang mengenai proyek yang akan di selenggarakan di luar kota dan mengaharuskan Sandi untuk datang secara langsung meninjau proyek tersebut


Rapat dengan klien telah selesei dan sekarang waktunya mereka kembali ke kantor saat peejalanpun suasananya sangat hening membuat Sindi lelah dengan keheningan tersebut namun juga merasa sungkan karena Sandi tidak pernah menyapanya sebagai teman


"pekan depan kamu temani saya ke kota C untuk meninjau proyek dan kamu atur semua yang kita perlukan selama disana" kata Sandi tiba tiba di suasana hening tersebut


"Baik siap pak" balas Sindi


*******


Hari keberangkatan mereka akhirnya tiba dimana Sindi sudah mengabarkan jika mereka akan mengendarakan mobil untuk kesana dan akan meminta sopir kantor untuk mengantar mereka akan tetapi Sandi menolak hal itu karena dia sendiri yang akan mengemudikan mobil tersebut dan Sindi tidak bisa berbuat apapun karena dia harus menjalankan perintah sang bos lagian kalau capek mereka bisa gantian untuk membawa mobil dan sekarang Sandi sudah berada didepan apartmen Sindi (dimana nih kalian lihat boss jemput sekretarisnya🤣)


"enggak usah saya saja nanti kalau saya capek baru kasih ke kamu" kata Sandi dan mereka pun akhirnya berangkat


Dari kota B kekota C memakan waktu sepanjang 3 jam lamanya, sebenarnya mereka bisa saja menggunakan jalur udara tapi entah mengapa Sandi ingin menggunakan mobil dan sekali lagi Sindi hanya bisa mengikuti perintah sang boss


Di jalan mereka hanya diam saja membuat suasana hening namun Sindi sudah terbiasa dengan hal tersebut membuat dirinya sedikit nyaman karena tidak ada yang berisik disaat dirinya merasa letih seperti sekarang ini dan Sindi memilih untuk memejamkan matanya dan menembus mimpi yang indah

__ADS_1


Setelah menempuh perjalan kurang lebih satu setengah jam Sandi berhenti sejenak di res area untuk mereka makan malam berhubung juga perutnya sudah keroncongan dan saat melihat ke samping dia meliha Sindi yang tidurnya sangat nyenyak


Sandi segera melepas sabuk pengaman yang dirinya dan juga Sindi namun saat akan membangunkan Sindi entah mengapa Sandi malah melamun dan memandangi wajah Sindi yang saat tidur tidak anggunly sekali tapi dimana Sandi itu sangat menggemaskan, tangannya terulur untuk memindahkan anak rambut yang menutupi wajah Sindi dan entah apa yang dipikirkan Sandi hanya dia saja yang tahu


"Sindi.......Sin bangun istirahat" panggil Sandi membangunkan Sindi sembari mengguncang lengannya membuat Sindi menggeliatkan tubuhnya


"Apa kita sudah sampai" kata Sindi menggeliatkan badannya tapi belum membuka matanya dan entah apa yang dipikiran Sindi dia malah berbalik dan melingkarkan tangannya di leher sandi serta menyembunyikan wajahnya di ceruk lehernya yah Sindi malah memeluk Sandi tanpa Sadar sembari bergumam "Sayang bangunkan aku lima menit lagi" entah apa yang terjadi jika Sindi terbangun nanti dan menyadari dirinya berada dipelukan Sandi


Sedangkan Sandi yang melihat tingkah Sindi sedikit kaget namun seketikan dia tersenyum melihat tingkah Sindi apalagi saat Sindi memanggilnya Sayang seperti panggilannya satu tahun yang lalu


Sandi yang melihat posisi Sindi yang sedikit kurang nyaman malah mengangkat sindi dan mendudukkannya di pangkuannya dan Sandi juga ikut memejamkan matanya dan menikmati pelukan Sindi yang manja kepada dirinya


Satu jam berlalu kedua sejoli itu masih terlelap dengan kenyamanan yang mereka berdua rasakan. Tidak lama kemudian Sindi mulai menggeliatkan badannya dan semakin mengeratkan pelukannya namun saat kesadarannya sudah sepenuhnya pulih dia sedikit kaget dengan posisinya dengan Sang boss Sindi berpikir kapan dia berganti posisi dan duduk di pangkuan Sandi namun rasa kaget tersebut tidak bertahan lama karena dia memandang wajah Sandi yang sangat tampan menurutnya


Tangan Sindi masih bertengker di leher Sandi posisi mereka berhadapan dengan Sindi yang terus memandangi wajah Sandi "apakah kau memang lupa dengan aku" gumam Sindi swmbari melihat wajah lelah Sandi yang sedang terlelap


Sindi melihat kesekeliling mereka dan dia mengetahui jika sekarang dia dan Sandi berada di rest Area tapi yang menjadi pertanyaannya mengapa bisa posisinya bisa seperti ini apakah dia mengigau sampai pindah ke pangkuan Sandi tapi Sindi tidak ingin memikirkan hal tersebut yang dia inginkan sekarang adalah memandang wajah Sandi wajah yang selama satu tahun ini ingin dia lupakan tapi entah mengapa tidak bisa semakin dia ingin melupakan semakin dia selalu terbayang bayang wajah Sandi, apakah mungkin ini yang dikatakan mereka jodoh? Entahlah biarkan waktu mengalir begitu saja


Sandi mulai menggeliatkan badannya membuat Sindi terkaget dan reflek langsung pura pura tertidur sembari memeluk dan menyembunyikan wajahnya kembali dileher Sandi

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2