
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari telah berlalu dan hari ini adalah hari dimana Nando dan Vanya tunggu tunggu setelah sekian banyak drama diantara mereka
Disebuah ruangan terlihat seorang perempuan bak seorang ratu yang telah siap untuk dinikahi sang kekasih. Sedangkan diruang tamu tepatnya tempat akad telah duduk sang mempelai laki laki beserta bapak penghulu dan saksi yang telah siap. Nando terlihat sangat tegang walaupun dia sudah berapa kali menghafal sampai sampai tidurnya hanya sedikit karena terkena keeingat dingin namun dia harus bisa demi menikahi sang pujaan hati
"Saya terima nikah dan kawinnya Vanya Putri Utami dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" kata sakral yang diucapkan Nando membuat dirinya lega sedangkan Vanya yang nerada dikamar sangat bahagia sekaligus teeharu karena mendengar kata kata sakral yang diucapkan oleh sang suami
Setelah akad selesei Vanya akhirnya digiring untuk segera kepelaminan dan bertemu aang suami selepas akad diucapkan. Banyak pasang mata yang melihat kearah Vanya karena memang dirinya yang sangat cantik dan membuat semua orang kagum begitupun seseorang yang sudah berstatus menjadi suaminya matanya hanya tertuju pada sang istri yang terlihat begitu cantik dan anggun.
Vanya yang telah tiba segera duduk disamping Nando yang memang sudah disediakan untuk dirinya. Vanya segera meraih tangan sang suami dan segera menciumnya sedangkan Nando mengecup kening sang istri dengan penuh haru karena telah menikahi sang pujaan hati
Setelah segala proses akad selesei Vanya dan Nando diarahkan untuk istirahat dan acara resepsi akan dilanjutkan nanti malam dan mereka segera menuju kekamar hotel yang memang sudah disediakan untuk kedua mempelai yang sekarang sudah sah dimata agama dan juga hukum
"Yang kamu cantik banget hari ini" kata Nando memeluk pinggang Vanya membuat Vanya tersenyum dan terbesit dihati Vanya untuk mengerjai sang suami
"jadi selama ini aku enggak cantik gitu" kata Vanya tersenyum
"ih yah cantiklah tapi hari ini itu cantik banget bangetlah apalagi kamu nampak bersinar tau" kata Nando
__ADS_1
"kalau gitu setiap hari aku akan make up begini buat kamu agar kamu muji aku terus" kata Vanya
"Astaga yang bukan gitu maksudku, maksud aku itu kamu dihari hari kemarin juga cantik banget tapikan aku juga mau memuji istri aku, Kamu itu enggak seru banget sih masa digombalin malah gitu jawabannya" kata Nando sedikit cemberut
"ulu ulu sayangnya aku kok ngambek, iya sayang aku tau kok kamu cuman gombal aku doang makasih banget gombalannya" kata Vanya mencubit pipi Nando sembari ketawa
"eh tapi itu bukan gombalan semata yah sayang itu gombalan yang tulus dari hati aku yang paling dalam" kata Nando
"Ya udah sekarang pelukannya dilepas aku mau bersihin diri dulu capek pake kebaya begini gerah banget" kata Vanya sembari melerei pelukannya dengan Nando dan Nando membiarkannya saja karena memang melihat Vanya yang sudah tidak terlalu nyaman
Setalah membersihkan diri Vanya hanya menggunakan baju mandi yang disediakan hotel dan segera bergantian dengan Nando yang segera masuk kekamar mandi namun pada saat berpapasan dengan Vanya Nando segera mencuri ciuman dibibir Vanya membuat Vanya geleng geleng kepala sembari tersenyum. Vanya yang berbalut baju mandi itu segera naik keatas kasur untuk sekedar istirahat dan tidur. Vanya tidak mengganti baju karena baju mandi terswbut masih bisa menutupu sebagian tubuhnya dan tidak terlalu sekasi lagian juga vanya sudah terbiasa tidur tanpa menggunakan pakaian dalam kalau masalah malu kepada Nando memang ada sediikit terbesit rasa malu namun Vanya kembali berpikir bahwa dirinya harus terbiasa karena sekarang Nando adalah suaminya yang sah dimata agama dan hukum
*******
Setelah beristirahat beberapa jam akhirnya mereka segera bersiap siap untuk acar resepsi. Vanya segera di make up kembali dan menggunakan gaun yang sangat menawan begitupun dengan Nando yang segra bersiap menggunakan baju yang sepasang dengan gaun milik Vanya
Kedua mempelai yang sudah bersiap segera berjalan beriringan keatas pelaminan untuk menyambut tamu yang memang sangat banyak itu. Disepanjang jalan menuju tempat semua mata memandang keduanya dengan pandangan kagum karena memang yang satu cantik dan yang satu ganteng yang membuat mereka sangat cocok jika dipandang saat beejalan berdampingan dengan saling menautkan jari jemari mereka
Sesampainya dipelaminan Vanya dan Nando segera menyambut tamu, semua tamu memang ada yang teman sahabat rekan kerja dan swbagian tamu dari orang tua mereka yang mereka tidak kenal. Semua ucapan dan doa yang mengalir dari semua tamu yang ikut berbahagia atas pernikahan keduanya dan merka berdua selalu mengamini segala doa yang diucapkan untuk mereka
__ADS_1
Senyum, bahagia, rasa haru mereka berdua rasakan saat menjadi raja dan rutu dalam sehari itu, tak henti hentinya mereka berdua merasa bersyukur karena telah menikah walaupun mereka tahu bahwa tidak mudah menjalani sebuah pernikahan namun mereka akan berusaha dan terus berusaha agar keduanya bisa menua bersama dan hidup sehidup semati sebagaimana janji yang mereka berdua telah ucapkan sebuah kisah rumah tangga yang mereka telah rancang dari awal walaupun harus menurunkan sebuah ego yang sangat susah untuk dilawan.
********
Jam menunjukkan pukul 1 malam membuat kedua mempelai sangat capek dan letih karena harus berdiri beberapa jam untuk menyambut semua tamu yang yang sudah rela meluangkan waktu berharga mereka hanya untuk datang keacara yang penuh kebahagiaan tersebut
Keduanya segera menuju kamar untuk membersihkan diri walaupun capek dan letih namun senyuman tetap terukir diwajah keduanya karena memang mereka sangat senang
Setelah membersihkan diri keduanya segera naik kepembaringan mereka yang telah dihias sedemikian rupah oleh pihak hotel karena mereka memang merupakan pengantin baru. Mereka berdua saling berpelukan dan saling melempar senyum
"istirahatlah bukanka besok kita akan pergi berbulan madu" kata Nando
"Yakin kamu menyuruh aku tidur" kata Vanya terswnyum menggoda
"tapi besok kita akan berangkat untuk berbulan madu dan aku akan menyentuhmu setelah kita sampai ditempat dimana kita akan berbulan madu jadi beristirahatlah karena besoj kita akan berangkat ke bali dan disana akan menjadi saksi kita akan bersatu" kata Nando tersenyum dan mengelus pipi sang istri sedangkan Vanya hanya tersenyum dan mengeratkan pelukannya dan segera menutup matanya untuk menjelajahi mimpi karena memang sangat capek dan letih lah yang iya rasakan namun jika memang Nando ingin menimta haknya dia tidak bisa menolak karena itu memang tugasnya sebagai sang istri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1