
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Hari berganti hari bulan berganti bulan dan tak terasa sekarang adalah masa dimana kehamilan Vanya telah memasuki bulan kesembilan yaitu bulan kelahirannya yang membuat dirinya sangat susah bergerak berbaringpun selalu merasa gelisa karena rasa yang kurang nyaman namun dia tidak pernah mengeluh karena itu semua demi sang calon buah hati yang sebentar lagi akan segera dia lahirkan seperti malam ini Vanya harus membangunkan sang suami tercinta karena dia kebelet ingin kekamar mandi namun sangat susah untuk bergerak dan yang lebih menguntungkan bagi Vanya adalah sang suami yang sangat mudah untuk dibangunkan
"Mas bangun" kata Vanya menggoyangkan lengan sang suami
"hmm Yang kamu kenapa" tanya Nando
"aku mau kekamr mandi tapi susah untuk bangunnya ini" kata Vanya
Nando segera bangun dan membantu sang istri bangun dari pembaringannya dan segera menuntun sang istri kekamar mandi bahkan Nando menunggui Vanya sampai selesei dan menuntun kembali sang istri kepembaringan mereka. Nando segera menyusun bantal agar sang istri bisa bersandar dengan nyaman kemudian menyusul naik dan baring disamping sang istri sembari mengelus perutnya yang sekarang sudah sangat besar
"enggak nyangka deh bentar lagi kita jadi orang tua sayang jadi mommy dan mas jadi daddy" kata Nando sembari mengelus perut sang istri
"iya mas aku aja enggak nyangka banget, tau enggak kenapa aku enggak nyangka" kata Vanya bertanya dan dijawab gelengan kepala oleh sang suami
"Ya karena menikah sama kamu aja aku enggak menyangka eh sekarang malah kita akan segera menjadi orang tua untuk anak kita" kata Vanya tersenyum dan Nando membalas senyuman itu sembari memeluk perut sang istri
Setelah berbincang bincang suami istri tersebut kembali terlelap karena memang jam masih menunjukkan pukul tiga dini hari
******
Jam sudah menunjukkan pukul lima lewat empat puluh lima disaat Vanya membuka matanya karena merasa sangat tidak nyaman dengan perutnya dia merasakan sakit dan Vanya meyakini jika dirinya sedang merasakan kontraksi karena memang dokter mengatakan hari kelahiran bisa saja maju atau mundur. Vanya yang sedikit panik segera menepuk aang suami yang masih memejamkan matanya disampingnya membuat sang empu terbangun dan agak karena setelah membuka kedua matanya dia mendapatkan wajah kesakitan pada wajah sang istri
__ADS_1
"Yang kamu kenapa mana yang sakit" kata Nando
"perut aku sakit mas kayaknya aku kontraksi" kata Vanya sedangkan Nando yang mendengar penuturan sang istri segera menuntun sang istri agar tidak panik walaupun sebenarnya dirinya juga panik
"Oke kamu atur nafas dulu Yang, ambil nafas dan hembuskan" kata Nando sembari menelpon sang mertua karena dia tidak ingin meninggalkan sang istri
Setelah sang mama datang Nando segera menuntuk sang istri agar mereka bisa segera menuju keeumah sakit dan tidak lupa Nando menelpon juga sang mama dan papanya
Sesampainya dirumah sakit Vanya segera dibawa keruangan persalinan dn dokter segera memeriksa Vanya sudah pembukaan berapa dan setelah dokter memeriksa ternyata Vanya baru pembukaan keempat
Setelah beberapa saat sakit perut yang dirasakan Vanya sedikit berkurang walaupun masih ada rasa sakit namun dia masih bisa menahannya "mas" panggil Vanya agar sang suami mendekat setelah berbincang dengan sang dokter "Sabar yah sayang sekarang baru pembukaan ke empat, aku yakin kamu bisa" kata Nando sembari mengecup wajah sang istri yang terlihat sedikit meringia itu "Mas aku sangat menikmati masa masa ini walaupun sangat terasa sakit tapi aku yakin aku bisa menjalani semua" kata Vanya membuat sang suami terharu karena mungkin banyak diluaran sana yang mungkin akan sedikit mengeluh jika dihadapkan dengan masalah ini namun sang istri tetap menikmati apa yang dihadapinya sekarang
"Nak ajak istri kamu jalan jalan disekitar ruangan ini saja karena itu akan mempercepat proses pembukaan" kata sang mama
Nando segera menuntun Vanya dan berjalan peelahan untuk berkeliling dididaerah kamar tersebut walaupun sering meringis merasakam sakit namun Vanya tetap berjalan dan menikmatinya
"iya sayang ayo kamu duduk dikasur aja yah agar tetap nyaman sandarnya" kata Nando menuntun kembali sang istri menuju brangkar rumah sakit yang audah disediakan.
Satu jam sudah berlalu dan Vanya sudah merasakan sakit yang teramat membuat Nando memanggil sanh doktee kembali dan setelah dokter memeriksa teenyata pembukaannya sudah bagus dan siap untuk melahirkan sekarang juga. Vanya segera dibawa keruang khusus bersalin didampingi oleh sang suami tercinta
"baik bu ibu nanti dengar aba aba dari saya" kata dokter dan Vanya hanya mengangguk sedangkan Nando hanya bisa menenangkan sang istri sembari mengusap dan memberikan kecupan di wajah sang istri agar lebih tenang
"oek oek oek" suara tangisan bayi menandakan sang bayi telah lahir membuat Nando merasa lega "terima kasih sayang telah melahirkan anak kita" kata Nando penuh haru dan tak terasa air matanya ikut menetes melihat peejuangan sang istri selama sembilan bulan dan baru saja dia melihat sang iatri yang mempertaruhkan myawanya demi melahirkan anaknya
Sedangkan diluar ruangan kedua orang tua mereka yang mendengar tangisan bayi sangat bahagia dan bersyukur "Selamat yah besan kita sudah jadi kakek dan nenek" kata mama Nando membuat mereka semua bahagia menyambut kehadiran cucu pertama mereka "enggak terasa sekali padahal perasaanku kemarin aku baru saja menimang Vanya dan ternyata sekarang dia sudah menjadi seorang ibu" kata mama Vanya penuh haru membuat mamanya Nando memeluknya dan mereka saling berpelukan dengan perasaan haru dan penuh syukur.
__ADS_1
******
Sayup sayup Vanya mendengar suara bising disekitar dirinya yang membuat dia harus membuka matanya dan menyesuaikan dengan sinar lampu yang ada diruangan tersebut
"Yang kamu sudah sadar" Kata Nando tersenyum tadi memang kata dokter Vanya pingsan karena kecapean dan sekarang baru tersadar dari pingsannya
"Mas......"
"mana yang sakit sayang bilang sama mas" kata Nando khawatir
"Enggak kok mas cuman agak lemes aja sedikit, oh iya anak kita mana mas" kata Vanya
"itu disana diboxnya dia sedang anteng sayang" kata Nando tersenyum mengusap kepala sang istri
"oh aku pengen lihat mas" kata Vanya mencoba bangun dan nando yang melihat hal tersebut membantu sang istri dan langsung menggendongnya
"lihatlah putri kita yang cantik ini" kata Nando
"dia mirip sekali sama kamu mas padahalkan aku yang mengandung dia kenapa enggak ada mirip miripnya sama aku" protes Vanya tanpa mengalihkan pandangannya
"hahaha itu udah takdir sayang mungkin memang anak kita mau mengikuti wajah daddynya yang ganteng ini" kata Nando tertawa percaya diri
"ih kok gitu sih jawabnya" kata Vanya yang sedikit cemburu karena wajah sang putri lebih dominan mengikutu wajah sang suami dibandingkan wajahnya membuat Nando hanya tertawa karena memang itu sudah takdirnya, kan tidak mungkin dia mengembalikan anaknya dan merubah wajahnya
"biarlah putri kecil kita mirip denganku mungkin anak kita lainnya kelak akan mirip dengan sayang" bisik Nando sembari memeluk sang iatri dari belakang
__ADS_1
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...