
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seorang lelaki tampan sekarang sudah berdiri tegak didepan rumah wanita yang sekali didambakannya, dia merasa ragu apakah ia akan masuk atau tidak membuatnya melamun beberapa menit didepan rumah tersebut. Namun setelah dipikir pikir lebih baik dirinya tidak jadi menemui wanita tersebut tapi ketika ingin berlalu pintu tersebut terbuka dan menampakkan seorang wanita yang selama ini dicintainya namun swkarang sudah menjadi milik orang lain
"Sandi....." teriak Vanya heboh sembari mendekati sang sahabat
"Haii... Van" kata Sandi tercekat karena dirinya tadi ingin segera pulang malah Vanya lebih dulu keluar dan melihat dirinya
"Ayo masuk kamu tau alamat ini dari mana, kok kamu enggak ngabarin dulu sih mau datang kan kalau aku tau kamu mau datangkan aku bisa nyambut kamu sayang loh jauh jauh tapi enggak ada yang nyambut" kata Vanya panjang lebar sembari menarik Sandi untuk masuk kedalam rumah
"loh Yank kamu narik siapa itu masuk rumah cowok lagi" kata Nando yang keluar menggendong sang putri karena mendengar teriakan hebo sang istri
"ini mas sahabat aku pas kukiah dulu, dia selalu bantuin aku dulu kalau aku kesusahan" jelas Vanya dan memperkenalkan Sandi dan sang suami serta putri kecil mereka. Setelah mempeekenalkan Vanya berlalu kedapur untuk membuatkan minuman dan mengambil beberapa cemilan untuk dimakan oleh sang sahabat
sedangkan di ruang tamu terdapat Sandi dan nando beserta putri kecilnya yang tengah duduk berdiam dan memiliki pemikiran mereka masing masing
"ekhemm mohon maaf mas Nando saya bertamu pagi pagi sekali" kata Sandi kepada Nando
__ADS_1
"eh enggak apa apa kok San dan enggak usah panggil mas soalnya kita seumuran" kata Nando tersenyum dan setelahnya pembicaraan mereka berdua hanya terdengar mengenai bisnis dan pekeejaan masing masing
Masalah cemburu mengenai sang sahabat istri yang seorang lelaki Nando tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, Ada yang mengatakan cemburu tandanya cinta tapi Nando bukannya tidak cemburu namun dia mempercayai sang istri dan membuat dirinya bisa mengendalikan kecemburuannya tersebut dan dari pembicaraannya dengan Sandi dia tau jika Sandi orang baik dan tidak mungkin merusak rumah tangganya
Dan yang dipikirkan Nando memang benar Sandi yang sudah pergi dari rumah Vanya dengan kembali mengantongi undangan Aqiqah dari sang sahabat teelihat frustasi dan memutuskan untuk singgah ditaman untuk menjernihkan otaknya
"ah.. Pengen banget rasanya jadi pebinor tapi takut dosa lagian suaminya juga keliatan baik dan bertanggung jawab" kata Nando frustasi
"mau salahin siapa ini, inikan juga salah aku yang enggak pernah bilang ke Vanya kalau aku cinta banget sama dia, ini lagi aku dikasih undangan aqiqah" lanjut Sandi yang merasa frustasi sembari menendang sanpah didepannya dan tidak sengaja mengenai pakaian seseorang yang kewat didepannya dan yang membuat Sandi segera mendekat kearah orang
"maaf mba saya enggak sengaja" kata Sandi belum melihat wajah perempuan tersebut
"Kamu" kata Sandi dan Sindy bersamaan
"oh pantas saja hari ini aku sial ternyata aku ketemu sama kamu. Oh tuhan kenapa aku kembali bertemu sama lelaki satu ini, lihatlah sekarang baju aku jadi kotor padahal hari ini aku ingin bertemu dengan teman spesialku pokoknya aku enggak mau tau kamu harus gantiin baju aku sekarang sebentar lagi aku akan terlambat oh my god" kata Sindy heboh teriak membuat Sandi tutup telinga mendengarnya
"woi woi diem gak kan saya sudah minta maaf kenapa kamu malah nyerocos dan diawal tadi kamu bilang oh iya engak apa apa tapi kenapa pas ngelihat aku kamu jadi nyerocos panjang kali lebar" kata Sandi sewot sembari membuka dompetnya dan mengeluarkan beberapa uang merah didompetnya dan menempelkan dijidat Sindy "ini uang ganti rugi nya saya malas debat dengan anda lagiankan saya juga sudah minta maaf kalau masalah anda tidak mau memaafkan itu sih urusan anda sendiri" kata Nando sewot dan berlalu pergi sedangkan Sindy yang di melihat hal itu mengejar Sandi dan menahan tangan Sandi "apa lagi sih"
"heh maksud aku tuh bukan tanggung jawab dengan uang" kata Sindy sembari menempelkan kembali uang tersebut dijidat Sandi membuat Sandi melongo dengan kelakuan oerempuan satu ini "terus anda mau saya bagaimana" kata Sandi pasrah karena rugi saja jika dia harus berdebat dengan perempuan yang menganggap dirinya selalu benar " kamu harus antar aku ke tokoh baju buat ganti baju aku" kata Sindy dan langsung di iyakan oleh Sandi menggunakan mobil Sindy karena memang Sandi yang hanya berkunjung tidak memiliki mobil dikota tersebut
__ADS_1
******
Sesampainya di tokoh baju Sindy dan Sandi segera masuk mereka seperti pasangan yang sangat serasi membuat penjaga tokoh langsung menghampiri mereka "tuan dan nyonya ingin mencari apa" kata penjaga tokoh tersebut membuat Sandi tersenyum licik "oh iya istri saya ingin mencari baju lihatlah bajunya sedang kotor, kalian carikanlah baju yang cocok untuk istri saya" kata Sandi membuat Sindy membulatkan matanya karena mendengar ucapannya Sandi sedangkan Sindy yang ingin mengomentar tidak sudah tidak sempat karrna dia sudah di dorong oleh Sandi untuk pergi mencari baju
Karena merasa dikerjai oleh Sandi, Sindy segera mengambil beberapa pakaian dan mengganti bajunya dengan salah satu baju tersebut, setelah berganti pakaian Sindy membawa beberapa pakaian tersebut untuk dibayar namun saat dirinya keluar dia tidak melihat keberadaan Sandi disana "mbak suami saya tadi kemana yah" tanya Sindy kepada penjaga tokoh "oh suami mbak tadi katanya izin pergi terlebih dahulu karena memiliki pekerjaan yang sangat penting tapi mbak enggak perlu khawatir karena beliau sudah membayar semua belanjaannya mbak" kata si penjaga tokoh membuat Sindy tersenyum dan memilih meninggalkan tokoh tersebut
"jikalau kita bertemu kembali berarti aku menganggap kita memang berjodoh"
entah mengapa Sindy sangat meyakini jika dia akan kembali dipertemukan dengan Sandi dan menganggap jika dirinya berjodoh dengan Sandi, dja bisa menilai jika sandi adalah lelaki yang bertanggung jawab dan tidak suka berdebat dengan wanita membuat Sindy tersenyum jika mengingay Sandi mengatakan jika mereka adalah suami istri
"Ah aku akan menceritakan hal ini kepada Vanya pasti dia sangat senang semoaga dalam waktu dekat ini aku dipertemukan kemvali dengannya jadi aku bisa PDKT kan aku udah lama jomblo kayaknya sudah waktunya aku nikah" kata Sindy sangat mendambakan Sandi dan sangat berharap Sandi menjadi imamnya
******
Sedangkan dikediaman Nando sedang bertanya mengenai Sandi kepada sang istri karena memang Nando baru saja melihat lelaki tersebut dan sang istri memang tidak pernah menceritakannya walaupun tidak cemburu tapi Nando wajib tahu karena dari pandangan Nando saat berbicara tadi dan melihat interaksi Sandi dia seperti sakit hati saat mengetahui jika Vanya sudah menikah
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1