
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
"ih kok jawabannya gitu sih yang bukannya kemarin kamu bilang kalau aku ini istri kamu" kata Sindi tersenyum jahil sembari menggandeng lengan Sandi
Vanya yang mendengar penuturan Sindi sedikit heran karena berpikir kapan mereka saling mengenal apalagi mereka beda kota kemudian sejak kapan Sindi menikah namun ketika melihat senyum jahil dari Sindi Vanya tau jika sahabatnya itu sedang menjahili Sandi
"jadi kalian ini saling kenal toh" kata Vanya
"enggak kenal kenal banget Van, enggak tau juga kenapa nih cewek jadi nempel sama aku" kata Sandi sembari berusaha melepaskan tangan Sindi dari lengannya
"Kalian nikah juga enggak masalah malah aku jadi senang karena kedua sahabat aku jadi pasangan seumur hidup" kata Vanya tersenyum
"iyakan Van gimana mas Sandi kata Vanya aja kita cocok bukannya kemarin mas sendiri yang bilang kalau aku ini istrinya mas" kata Sindi tersenyum
"eh kamu ini kenapa yah lagian kemarin saya cuman bercanda doang kok dikasi masuk kehati" kata Sandi menoyor kepala Sindi membuat Sindi mencebikkan mukanya "gesar sana aku mau lihat anaknya Vanya" kata Sandi karena Sindi tidak mau melepaskannya
"wah Van anak kamu mirip banget yah sama kamu namanya sia Van" kata Sandi
"makasih atas pujiannya San dan namanya Queenara Hawa Alliza bisa dipanggil Ara" kata Vanya
"Nama yang cantik" kata Sandi sembari mengelus pelan pipi Ara
"Kalau mas Sandi mau kita bisa nikah terus punya anak juga kalau anak kita mirip mas Sandi aku juga enggak masalah yang jelas pernikahan kita berjalan lancar Sakinah, mawadah dan warahmah" kata Sindi tersenyum
"Gilaaaaaaa......" kata Sandi dengan muka juteknya membuat Vanya tertawa melihat tingkah kedua orang tersebut
Sebenarnya Vanya masih penasaran kenapa bisa kedua orang tersebut bisa saling mengenal dan melihat respon Sindi sepertinya Sindi memang sedang berusaha mendekati Sandi tapi biarlah dia penasaran nanti setelah acara dia akan menanyakan kepada Sindi
__ADS_1
"oh iya San kamu ganti nomor yah kemarin aku lupa nanya sama kamu. Pas nikah aja aku sampai enggak bisa undang kamu gara gara kamu ganti nomor" kata Vanya
"oh iya hp aku rusak terus semua kontak di hp aku hilang semua jadi aku enggak bisa hubungin kamu kemarin aja aku datang cuman nekat alamat rumah yang oernah kamu kasi ke aku" kata Sandi dan merekapun bertukaran nomor membuat Sindi tersenyum karena itu yang dia mau nomor lelaki yang ada didepannya karena dari awal memang dia sudah mengklaim bahwa Sandi adalah jodohnya setelah itu Sindi membiarkan keduanya berbincang dan dia memilih untuk pergi mencari makanan karena merasakan perutnya sudah lapar
"oh iya Van kamu udah punya pasangan belum" tanya Vanya
"belumlah emangnya kenapa" jawab Sandi spontan karena kaget dengan pertanyaan tiba tiba Vanya
"enggak cuman nanya doang, gini kamukan tadi udah kenalkan sama Sindi" kata Vanya
"iya aku kenal sama dia tapi cuman sebatas kenal doang" kata Sandi
"hmm gini kan kamu belum punya pasangan gimana kalau kamu deketin aja sahabat aku itu, aku yakin dia terbaik buat kamu" kata Vaya pelan agar sang sahabat tidak tersinggung
"hahahahahahaha aku cocok sama dia yang ada setiap waktu kita akan bertengkar Van kamu itu ada ada saja" kata Sandi tertawa mendengar Vanya yang ingin menjodoh jodohkan dirinya dengan Sindi
"ih aku serius tau lagian yah kenapa aku mau menjodohkan kalian itu karena memiliki alasan yang kuat" kata Vanya serius membuat Sandi berhenti tertawa dan menatap Vanya serius
"Kamu itu adalah orang yang tumbuh dengan banyak kasih sayang kamu baik keluarga besar kamupun baik dan kamu adalah lelaki yang bertanggung jawab dan penyayang dan aku yakin kamu bisa menyayangi dan menjaga sahabat aku dengan baik, sedangkan Sindi itu adalah perempuan yang introvert walaupun memang dia banyak bicara jika bersama kita Sindi itu tumbuh dikeluarga yang kurang harmonis walaupun kedua orang tuanya tidak bercerai tapi mereka selalu bertengkar didepan Sindi, Sindi yang sekarang kamu lihat itu bukanlah Sindi yang dulu, dulu dia adalah anak yang sangat pendiam dan takut bersosialisasi karena merasa dirinya selalu sendiri tapi aku dan lainnya selalu mendukung dan menyemangati dia sehingga dia bisa berbaur dengan orang lain walaupun hanya sebagian orang, jadi aku yakin jika dia bersama kamu pasti kamu akan menjaga, menyayangi dan mencintainya lagian dipenglihatan aku tadi dia seperti menyukaimu walaupun tidak berterus terang tapi aku yakin dia menyukaimu" kata Vanay panjang lebar sembari memperhatikan Sindi yang sedang makan seorang diri
Sedangkan Sandi yang mendengar itu sedikit terkejut dan merasa kasihan kepada Sindi namun dia belum bisa menghapus perasaannya kepada Vanya
Setelah berbincang Sandi memilih untuk pulang karena esok hari dia akan segera kembali kekota asalnya, banyak pekerjaan yang menunggunya membuat dia tidak bisa berlama lama
Beberapa saat kemudian Sindi mendatangi Vanya dan melihat kesegalah arah tapi tetap tidak melihat orang yang sedang dicari
"Loh Sandi kemana Van" tanya Sindi
"dia sudah pulang Sin katanya banyak kerjaan" kata Vanya membuat sindi menghela nafas
__ADS_1
"baru saja mau pedekate tapi orangnya keburu pergi" gumam Sindi yang masih didengar oleh Vanya
"hmmm ada yang jatuh cinta nih ye" kata Vanya menggida sang sahabat
"Apaansih orang biasa aja" kata Sindi mengelak dan juga izin untuk segera pulang
******
Dikamar Vanya dan nando
Sikecil Ara sudah tertidur diboxnya dengan nyenyaknya karena tadi terbangun saat sore hari dan membuat keluarga mengelilinginya dan mengajaknya bicara walaupun sang putri belum paham tentang apa yang mereka bilang
"Tadi aku lihat kamu semangat banget bicara sama Sandi" Tanya Nando memeluk Vanya dari belakang
"hmm aku semangat karena aku lagi ngejodohin Sandi dan Sindi dan lagian yang aku lihat Sindi juga suka sama si Sandi" kata Vanya
"terus Sandi sama Sindi bilang apa" Tanya Nando
"kalau Sindi sih masih malu malu sedangkan Sandi malah bilang gini Nanti kalau ketemu lagi berarti aku sama dia memang jodoh" kata Vanya
"berarti ada kemungkinan dong kalau mereka memang jodoh apalagi dunia ini sesempit daun kelor" kata Nando
"ya belum tentu dong mas kan mereka beda kota, Sindi aja sudah berapa kali kesana tapi enggak pernah ketemu sama Sandi malah mereka ketemu pas Sandi berada disink" kata Vanya membuat Nando hanya mangut mangut saja
"Ya udah berenti bicarain mereka berdua lagian kalau jodoh enggak bakalan kemana yang harus sekarang kita kerja adalah membuat adik untuk Ara" kata Nando menggendong sang istri ke pembaringan
"Mas...... Ih suka banget ngagtin lagian Ara masih kecil, nanti sajalah kita kasikan adek untuk Ara" kata Vanya memeluk tubuh sang suami
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...