I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)

I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)
episode 31


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Tak terasa sudah satu minggu mereka berada dipulau dewata bali dan ini merupakan hari terakhir mereka karena besok pagi mereka akan segera pulang dan kembali kerutinitas mereka masing masing dan mereka sekarang sedang berada disalah satu toko oleh oleh mereka akan membeli banyak oleh oleh untuk kerabat dan sahabat mereka


"wah banyak banget yang cantik" kata Vanya menatap isi toko tersebut dan segera memborong semua barang yang akan dibagi bagikan kepada keluarga mereka dengan sangat bahagia sedangkan Nando geleng geleng kepala dan tersenyum karena melihat istrinya yang sangat antusias


Setelah lelah berbelanja keduanya segera menuju ketempat makan karena keduanya sudah merasakan lapar


"Yang kamu mau pesan apa"


"terserah aja mas aku ikut kamu aja" kata Vanya yang memang tidak pilih pilih makanan dia pasti akan selalu makan apapun yang dipesankan suaminya dan itu membuat Nando tidak kelimpungan saat mencari restoran karena sang istri yang pemakan apa saja yang penting halal


Setelah makan dan merasa kenyang keduanya kemudian beranjak untuk kembali kehotel untuk beristirahat dan membereskan pakaian mereka karena mengingat besok mereka akan kembali ke jakarta


*****


Keesokan harinya Nando dan Vanya sudah tiba dijakarta dan dijemput oleh supir dan mereka segera menuji kerumah kedua orang tua Nando terlebih dahulu mereka akan bermalam disana satu malam kemudian akan berpindah kerumah Vanya.


"Assalamualaikum ma pa..." kata Nando dan Vanya bersamaan


"Waalaikumussalam sayang kalian sudah sampai ayo masuk pasti kalian capek" kata mama Nando


"enggak terlalu capek kok ma" kata Vanya nyegir membuat mama tersenyum


"Ya sudah kalian masuk kamar gih sana nanti kalau sudah saatnya makan malam kalian turunlah kita makan sama sama" kata mama dan keduanya segera masuk kekanar Nando

__ADS_1


Ini adalah pertama kalinya Vanya masuk kekamar Nando saat masuk dia sudah disugukan kamar yang lumayan luas dan nuansa putih dan terlihat rapi dan bersih


Saat masuk Nando langsung berbaring dikasurnya yang disusul oleh sang istri berbaring disamping sembari memeluk Nando dan menyimpan kepalanya didada sang suami


"Mas apakah aku kekihatan agresif" tanya Vanya tiba tiba karena memang dirinya yang sering lebih dulu memeluk sang suami dan bermanja manja kepadanya


"enggak kok sayang malahan aku suka kalau kamu manja manja sama aku apalagi kalau kamu lebih agresif lagi aku pasti suka banget" kata Nando dengan senyuman dibibirnya


"ih itu sih suka kamu" kata Vanya ikut tersenyum


"besok kamu sudah mulai masuk kerja mas" kata Vanya.


"iya kan aku cutinya hanya satu minggu" kata Nando sedangkan Vanya yang memang memiliki klinik sendiri bisa kapan saja membukanya walaupun banyak pasien yang mengantri akan tetapi Vanya sudah mengosongkan waktunya untuk liburan mereka


"Ya sudahlah ayo kita tidur aku ngantuk banget" kata Vanya


"tapi aku ngantuk banget mas" kata Vanya memejamkan matanya dan mau tidak mau Nando harus menggendong sang istri menuju kamar mandi dan membantu sang istri mebersihkan diri. Itulah Vanya yang sekarang sangat manja dengan sang suami namun itu membuat Nando sangat bahagia karena dirinya bisa membuat Vanya bahagia walaupun hanya melakukan hal sederhana.


*******


Dua bulan kemudian........


Dikediaman Vanya


"Mas besok aku mau keluar sama Sinta yah..." tanya Vanya yang duduk sandar dikasur


"memangnya mau kemana sih" kata Nando sembari naik kasur dan duduk didekat Vanya

__ADS_1


"Aku mau ke mall belanja pakaian, coba kamu perhatiin deh mas emangnya aku gendutan yah kok aku ngerasa pakaian dalam aku udah ketat aku tersiksa banget pakainya terus ada juga beberapa baju aku yang udah enggak muat memang sih berat badan aku naik beberapa kilo tapi masa badan aku udah melar sih" kata Vanya panjang kali lebar membuat Nando tersenyum dn geleng geleng kepala melihat istrinya yang nyerocos tanpa jeda


"Ya udah kamu pergi aja sama sinta tapi tetap hati hati dijalan beli pakaaian yang cocok sama kamu" kata Nando tersenyum mengelus rambut sang istri. Nando tidak menjawab pertanyaan sang istri msalah berat badan karena memang dia tidak masalah mau sang istri gemuk atau kurua dia tetap menerima apa adanya


"kok kamu enggak jawab pertanyaan aku soal badanku sih mas" kata Vanya sebal karena suaminya tidak menjawab semua pertanyaannya apalagi soal badannya yang memang agak naik sedangkan Nando yang mendengar penuturan sang istri serta raut wajah yang sedikit manyun pun segera memeluk sang istri "Memangnya mas harus jawab bagaimana soal pertanyaan kamu, mau sayang gendut atau kurus kan sayang tetap istri mas yang mas sayangi dan cintai kalau soal ukuran baju kamu yang sudah enggak muat ya sudah kan tinggal cari lagi kan" kata Nando mengelus rambut sang istri entah mengapa dirinya merasa sang istri selalu gampang berubah moodnya dan Nando harus sabar menghadapinya


"iya mas ini saja nysek banget perasaan aku pakai pakaian aku" kata Vanya sedangkan Nando yang mendengar mengalihkan pandangannya ke sang istri yang masih berpakaian lengkap dan memang agak pas dibadannya melihat itu Nando beranjak keluar dari kamar tanpa mengatakan apa apa membuat Vanya bingun dan berpikiran negatif terhadap sang suami "Mas Nando mau kemana apa aku sudah enggak menggoda lagi" kata Vanya dengan muka masam dan segera beejalana ke cermin besar yang terletak dikamarnya


Selang beberapa saat Vanya melamun melihat badannya dicermin Nandopun masuk dengan menenteng pakaian ditangannya seperri sebuah baju


"sayang lagi ngapain disitu" kata Nando


"Aku lagi bercermin mas apakah badan aku udah enggak menggoda lagi yah buat kamu karena kamu tadi lihat badan aku kamu langsung pergi" kata Vanya dengan raut wajah kecewa karena berpikir apakah sang suami segampang itu berpaling dan apakah sang suami hanya memandang fisiknya sama sedangkan Nando yang mendengar penuturan sang istri langsung menyentil jidadnya


"Awww sakit mas kamu juga udah mulai KDRT" kata Vanya yang sudah ingin menangis membuat Nando geleng geleng kepala melihat sang istri yang berpikiran negatif terus dan tanpa mengatakan apapun Nando langsung membuka seluruh pakaian yang istri dari luar sampai dalam dan segera memakaikan daster yang dibawanya tadi dari luar dan membuat Vanya nyaman saat akan bergerak


"Sudah enggak usah banyak dramanya sekarang sudah nyamankan untuk dipakai tidur" kata Nando mengelus surai sang istri dan segera menggendongnya kekasur menyelimuti diri mereka berdua dan memejamkan mata


"Aku minta maaf mas karena sudah berpikiran buruk" kata Vanya ditengah keheningan yang terjadi


"hmm mas maafin sayang kok, yang jelas mulai detik ini kamu enggak boleh berpikiran buruk lagi karena aku menerima sayang apa adanya" kata Nando


"Tapi masa ngambil daster ini dimana" tanya Vanya penasaran


"tadi mas kekamarnya mama buat minta pakaian yang longgar karena kamu tadi ngeluh terus mama kasih aku daster itu, kata mama juga kalau pakaian dalamnya juga ada tapi besok aja dikasihnya" kata Nando menjelaskan dan Vanya yang mendengarkan hanya menganggung dan kembali membenamkan wajahnya diceruk leher sang suami dan memejamkan matanya sedangkan Nando hanya tersenyum melihat kelakuan sang istri yang tambah manja. Nando tidak menyangka jika Vanya yang ia kenal akan sangat manja kepadanya setelah menikah namun dia tetap menerima sang istri dengan apa adanya


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2