I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)

I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)
Episode 37


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Mengenai masalah kedatangan Sandi yang mengaku sahabat sang istri, bukannya Nando ingin mempermasalahkan tapi dia sedikit penasaran soalnya Vanya tidak pernah menceritakan mengenai Sandi dan jika dilihat dari tatapan sandi tadi dia mengerti bahwa sandi menaruh hati kepada sang istri.


"kok kamu enggak pernah cerita tentang Sandi" tanya Nando


"aku lupa mas dan menurutku juga enggak terlalu penting kan juga tadi udah ketemu dan kenalan" kata Vanya enteng


"Apa dia suka sama kamu" tanya Nandi lagi


"enggak mungkinlah mas dia itu sahabat terbaik aku pas kuliah" kata Vanya balik


Mendengar pernyataan sang istri membuat Nandi dapat menyimpulkan bahwa Sandi selama ini diam diam menyimpan rasa untuk sang istri tapi tidak pernah diungkapkan. Tapi sekali lagi Nando tidak mengambil pusing hal tersebut karena sekarang Vanya sudah menjadi miliknya dan dia juga percaya kepada sang istri


Memang suatu hubungan harus dilandaskan kepercayaan karena jika kepercayaan itu tidak ada didalam diri masing masing pasangan maka itu akan menyebabkan pertengkaran yang berujung fatal dan membuat rumah tangga hancur. Namun kepercayaan juga tidak bisa dijadikan mainan karena jika satu kali kepercayaan itu dilanggar maka akan hilang kepercayaan terswbut dari diri seseorang.


*****


Hari telah berlalu dan hari ini adalah hari aqiqah sang putri membuat semua orang sibuk mempersiapkan beberapa hal untuk prosesi acara yang akan diselenggarakan pada siang hari tersebut


Di kamar Vanya tengah mengganti baju sang putri agar teelihat lebih cantik setelah semua siap dan sang putri juga sudah canti Vanya segera menggendong anaknya turun kelantai bawah untuk menyambut beberapa tamu yang ingin melihat anaknya

__ADS_1


Sesampainya di bawah sudah terlihat bagian tengah rumahnya yang sudah di dekorasi dengan cantik dan di tengah tengahnya terdapat box bayi yang juga sudah dihias dengan warna warna yang feminim menandakan sang bayi adalah seorang putri yang cantik


"Wah anaknya anteng banget yah pinter banget enggak nangis tau aja kalau lagi acara" kata tamu tersebut membuat Vanya tersenyum


"iya bu anaknya memang jarang rewel" kata sang mertua menyambut kata temannya tersebut


beberapa waktu berlalu dan tibalah dimana acara akan segera dimulai dengan melalui beberapa proses dengan dibuka oleh mc


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh puji syukur kehadirat Allah swt karena atas limpahannya kita masih dibeei kesempatan untuk datang ke acara aqiqah anak dari saudara kita yaitu Nando dan Vanya. Pertama saya ucapkan selamat menjadi orang tua kepada Nando dan Vanya, baiklah agar tidak terlalu membuang waktu acara pertama kita akan mendengarkan sepata kata dari sang ayah baru ini sekaligus mengumumkan nama sang anak" kata mc


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih kepada para tamu undangan baik dari pihak saya maupun dari istri saya yang sudah sempat hadir di acara aqiqah ini dan saya juga ucapkan terima kasih untuk kalian yang sudah mendoakan yang terbaik untuk keluarga kecil kami, disini saya akan mengumumkan nama anak saya. Sebenarnya namanya sudah lama dibuat namun baru di fix kan kemarin sore karena memang banyak sekali nama yang kami pilih dan semoga kelak nama yang kami beeikan kepada putri kami akan membuat dia senantiasa menjadi anak yang sholehah dan patuh keoada kedua orang tuanya jadi nama putri kecil saya ini adalah QUEENARA HAWA ALLENZA yang artinya perempuan yang berparas cantik bagaikan bangsawan yang hidup sederhana" kata Nando panjang lebar membuat para tamu memuji nama tersebut dan mendoakan agar kelak putri kecil mereka bisa tumbuh sesuai dengan arti namanya


Setelah mengumunkan nama sang putri mc selanjutnya mengarahkan untuk keprosesi selanjutnya yaitu pemotongan rambut yang dilakukan oleh kedua orang tua sang bayi


"Aduh ponakan tante cantik banget" kata Sindi heboh dan mendapat teguran karena terlalu ribut takut sang bayi terbangun


"ih Sin jangan ribut emangnya kamu enggak lihat anak aku lagi anteng antengnya" kata Vanya dibalas cengiran oleh Sindi dan mereka berbincang bincang mengenai suka duka Vanya menjadi seorang ibu "aku jadi pengen punya akan deh" kata Sindi "makanya nikah sana jangan jomblo terus, eh asal kamu tau yah nikah itu enak malam ada yang nemenin tidur dan kita bisa bermanja manja tahu" kata Vanya membuat Sindi memutar bola matanya karena mendengar penuturan sang sahabat


"kalau itu juga aku tau tapikan memang belum ada jodohnya, eh tapi aku lagi ngejar satu cowok kamu doain supaya dia jadi jodoh aku" kata Sindi yang mengingat peetemuannya dengan Sandi


"emangnya siapa yang kamu suka sekarang, aku memang nyurub kamu nikah tapi bukan sama sembarangan orang, oh iya kalau kamu mau aku punya teman dia sahabat aku pas kuliah pokoknya dia baik dan beetanggung jawab nanti aku kenalin kalau dia sudah datang" kata Vanya membuat Sindi mangut mangut saja


******

__ADS_1


Sedangkan dihotel XX Sandi tengah mondar mandir karena bimbang apakah dia akan datang ke acara aqiqah anaknya Vanya atau tidak "Aduh datang enggak yah kalau datang takutnya enggak tahan tapi kalau enggak datang nanti gue dikira sombong lagi" kata Sandi dan setelah berpikir beberapa saat Sandi memutuskan untuk datang saja lagian besok juga dia sudah pulang dan dia berjanji akan melupakan Vanya karena Vanya sudah menikah dengan lelaki yang baik dan juga beetanggung jawab


Dan disinilah sekarang Sandi didepan rumah yang didalamnya terlihat ramai dia menghela nafasnya beberapa saat dan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam dan bertemu dengan sang sahabat


"eh Sandi silahkan masuk" kata Nandi yang melihat kedatangan sahabat sang istri


"eh iya Nan maaf terlambat datangnya tadi ada sedikit urusan mendesak jadi baru swmpat datang deh" kata Sandi yang beralasan


"iya enggak apa apa kok lagian juga acaranya sampai malam kok, kamu langsung masuk aja disana ada Vanya dan putri kecil kami" kata Nando dan sandi hanya mengangguk sembari melangkah,


Saat melangkah masuk Sansi sudah biaa melihat Vanya yang sedang berbibcang dengan seirang wanita yang dia tidak tau siapa


"hai Van apa kabar" kata Sandi membuat kedua wanita tersebut menoleh dan betapa kagetnya Sandi melihat perempuan yang ditinggalkan kemarin sedang berbincang dengan Vanya


"Kamu" kata keduanya bersamaan


"loh kalian sudah saling kenal" tanya Vanya penasaran


"enggak kok Van enggak kenal cuman kemarin lagi apes aja ketemu sama nih cewek" kata Sandi


"ih kok jawabannya gitu sih yang bukannya kemarin kamu bilang kalau aku ini istri kamu" kata Sindi tersenyum jahil swmbari menggandeng lengan Sandi


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2