
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Di kamar mandi Vanya segera menggunakan alat tes kehamilan tersebut, dia mencemplungkan semua tespack itu yang berjumlah lima buah agar membuat hasilnya yang lebih akurat. Setelah beberapa waktu dengan tangan gemetaran Vanya mengambil semua alat tersebut dan membuat dirinya bahagia, Vanya segera berlari keluar sembari memegang kelima alat tes kehamilan tersebut dan dengan tidak sabarnya Vanya langsung menubrukkan dirinya kepada sang suami yang masih duduk bersandar dikasur karena saking bahagianya sedangkan sang mama yang memang sudah yakin memilih keluar dari kamar sang anak dan membuarkan mereka berdua untuk saling bicara
"Aku hamil mas..." bisik Vanya ditelinga Nando membuat sang suami tersenyum sekaligus terharu
Nando memeluk erat erat tubuh sang istri karena sangat bahagia "terima kasih sayang sudah bersedia mengandung anak aku" kata Nando terharu "kamu ini bilang apa sih mas kita itu suami istri yang harus saling berbahagia dan soal anak inikan juga anak aku" kata Vanya melerei pelukannya sembari mengusap wajah sang suami
Cup
Nando mencium seluruh wajah sang istri saking bahagianya
"pokoknya sayang enggak boleh capek capek kalau kamu mau bepergian kamu haru stanya aku dan harus ditemani, oh iya nanti kita peegi periksa kandungan kamu yah agar kita tau perkembangan anak kita" kata Nando mengusap perut Vanya yang berada dipangkuannya
Kabar bahagia mengenai kehamilan Vanya sudah menyebar kedalam keluarga mereka masing yang membuat semua pihak keluarga sangat bahagia mendengarnya walaupun ada beberapa pihak yang mengira Nando dan Vanya sudah melakukannya sebelum pernikahan yah memang karena terlalu cepat hamil membuat kerabatnya yang memiliki mulut nyinyir segera menghitung waktu kehamilan Vanya karena mengira Vanya hamil diluar nikah. Namun Vanya dan keluarga besar tidak peduli dengan ucapan mereka karena memang Nando dan Vanya tidak pernah mengambil kesempatan dalam kesempitan bahkan Nando menyentuh Vanya satu hari setelah pernikahan karena mereka akan berbulan madu pada saat itu.
*******
Rumah Sakit
__ADS_1
Vanya dan Nando telah tiba dirumah sakit dan mereka telah duduk untuk mengantri didepan ruangan sampai nama mereka disebut
Selama menunggu namanya dipanggil Vanya sangat manja dengan sang suami dan entah mengapa kemanjaannya berkali kali lipat atau mungkin karena ini efek dari kehamilannya entahlah yang terpenting sekarang dia ingin bermanja manja kepada suaminya walaupun ada beberapa yang melirik mereka tapi keduanya tidak perduli
"kalian pengantin baru yah, disini mau program hamil" tanya salah satu ibu hamil yang duduk tidak jaug dari Vanya dan Nando
"iya bu kami memang baru dua bulan menikah dan disini kami ingin memeriksa kandungan istri saya" kata Nando sopan karena melihat sepertinya orang itu lebih tua darinya
"wah kalian gercep juga yah, kalau saya dan suami mah malah nunggu lama banget dan sekarang baru hamil, selamat yah untuk kalian" kata sang ibu tersenyum ramah dan dibalas senyuman okeh keduanya
"ibu Vanya Putri Utami" teriak suster yang membuat sepasang suami istri itu segera beranjak dari tempat duduk untuk masuk keruangan sang dokter
"Ibu dan bapak memiliki keluhan apa" tanya dokter
dan suster segera mengarahkan Vanya untuk naik di brangkar karena kandungannya akan diperiksa oleh sang dokter
Baju Vanya dinaikkan sedikit dan diusapkan jeli untuk memudahkan mereka melakukan USG
"Janinnya sehat pak, bapak dan ibu bisa lihat itu janinnya yang berbentuk kacang yah pak bu" kata sang dokter membuat sepasang suami istri terswbut mempeehatikan calon anak mereka yang memang masih sangat kecil
Ada rasa haru dan bahagia yang tercetak diwajah keduanya karena merasa beruntung karena diberikan kepercayaan untuk menimang anak diwaktu yang teebilang cepat. Meski memang tidak menundanya akan tetapi banya juga pasangan diluaran sana yang sangat susah untuk hamil membuat kedua pasangan suami iatri tersebut sangat bersyukur atas apa yanh diberikan kepada mereka
__ADS_1
setelah Vanya di USG keduanya kembali duduk beehadapan dengan sang dokter "Apa ibu memiliki keluhan seperti mual atau sebagainya" tanya sang dokter "tidak dok bukan saya yang mengalami mual tapi suami saya saya yang selalu mual dok" kata Vanya "oh itu masalah biasa kok bu, itu artinya suami ibu sangat mencintai ibu sehingga ikut merasakan apa yang akan ibu rasakan pada saat kehamilan ini, nanti saya resepkan obat yah bu" kata sang dokter
Sebenarnya Vanya sudah mengetaui mengenai penyakit sang suami ketika dirinya mengetaui kehamilannya dan Vanya paham mengenai penjelasan sang dokter karena dirinya juga yang berprofesi sebagai dokter. Hal tersebut membuat Vanya berkali kali lipat sangat bahagia ketika dia mengingat bagaimana peejuangannya untuk mendapat cinta sang sahabat yang sekarang menjadi suaminya itu
Dipeejalanan menuju kediamannya Vanya tidak henti hentinya menatap sang suami membuat si empu yang ditatap menjadi heran "kamu kenapa Yang" tanya Nando heran karena selalu ditatap "enggak kok Mas, Aku hanya memikirkan perkataan dokter mengenai kamu mencintai aku emangnya mas secinta itu sama aku" tanya Vanya
Cletak
Nando menyentil pelan jidat Vanya karena selalu menayakan sesuatu yang dia sendiri tau jawabannya
"kamu pikir aku nikahin kamu karena aku enggak cinta gitu, ngapain coba aku ngerusak prinsip aku untuk nikahin kamu kalau bukan Cinta" kata Nando gemas melihat sang istri
"hehhehhehe iya yah kan dulu ada orang yang sekalu nolak aku karena memiliki prinsip bodoh" kata Vanya tertawa mengejek sang suami
"enggak usah ngeledek, kan sekarang aku jadi suami kamu dan akan menjadi ayah dari anak anak kamu" kata Nando teeswnyum karena memang mengingat kebodohannya yang dulu selalu menolak Vanya karena sebuah prinsip yang dia pegang teguh dan pada akhirnya dia sendiri yang malah mencintai sahabatnya tersebut
"Tapi sekarang aku bahagia banget karena mas sangat mencintai aku dan semoga cinta dan kasih sayang mas enggak memudar sampai kita kakek nenek nanti" kata Vanya menyenderkan kepalanya dibahu Nando sembari memeluk sang suami yang sedang mengemudikan mobilnya
Membuat pasangan bahagia memang bukan hanya karena adanya materi namun harus ada yang mengimbangi dengan Cinta walaupun banyak pasangan diluar sana yang memulai kisahnya tanpa cinta ataupun dengan cinta namun itu semua tergantung kepada pasangan yang menjalani apakah mereka sanggup mempertahankan apa yang mereka jalani. Rumah tangga memang bukan hanya sekedar Cinta namun juga harus ada kerja sama yang baik didalamnya apalagi ketika menyatukan kedua insan yang memiliki ego masing masing dan dari ego tersebut seeingkali membuat pasangan yang sudah berumah tangga gagal mempertahankan rumah tangganya. Jadi ketika ingin memulai sebuah pernikahan pasangan harus menerima konsekuensi yang harus mereka hadapi kedepannya karena mungkin akan ada badai yang akan menerjang.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...