I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)

I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)
episode 32


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Keesokan harinya


Setelah mengantar sang suami untuk bekerja Vanya juga segera siap siap karena dirinya akan pergi bersama Sinta.


sekitar pukul sepuluh Sinta sudah menjemput Vanya dikediamannya dan mereka saling berpelukan karena memang sangat jarang untuk ketemu


"Wah kayaknya pernikahan kamu berjalan bahagia sama Nando lihat aja berat badan kamu pasti naik pipi kamu juga tambah cabi tau" kata Sindi


"Iya ini aku harus diet kali yah, masa pipi aku cabi sih sekarang padahal baru dua bulan nikah gimanaa kalau satu tahun coba" kata Vanya


"enggak usah lagian kamu tambah cantik kalau cabi gitu daripada kurus banget" kata Sindi dan mereka terus mengobrol dan tak terasa mereka sampai ke mall yang mereka tujui


Keduanya segera turun dan masuk kedalam mall hal yang pertama mereka datangi adalah toko pakaian karena memang itu tujuan utama mereka datang ke mall.


Setelh memili beberapa pakaian yang memang sangat dibutuhkannya Vanya yang sudah kelelahan meminta untuk singgah ketempat makan karena dirinya sudah merasa lapar padahal sebelum berangkat tadi dia sudah makan dan makannyapun tidak sedikit


Sesampainya ditempat makan Vanya memesan beberapa menu membuat Sinta melongo dibuatnya karena Vanya memesan makanan yang porsinya bisa dimakan beramai ramai sedangkan mereka hanya berdua


"Wah sekarang aku tau kenapa kamu sampai naik badannya lihat saja porsi makanmu yang bertambah" kata Sindi yang sedikit mengejek dan menjahili Vanya


"ya mau bagaimana lagi namanya juga lapar, tapi aku juga heran akhir akhir ini porsi makan aku sedikit bertambah" kata Vanya mengeluh namun juga tidak bisa menahan rasa laparnya


Semua makanan sudah tersaji dimeja Vanya dan Sindi dengan semangat empat lima Vanya langsung saja melahap semua makanan yang ada didepannya membuat Sindi geleng geleng kepala melihat sahabatnya yang sangat lahap dalam makan


"Van kalaau porsi makanmu begitu terus bisa saja baju yang kamu beli tadi akan sempit dalam beberapa bulan kedepannya" kata Sindi mengingatkan sahabatnya dan Vanya hanya mengangguk saja saat diberitau


*****

__ADS_1


Sedangkan disekolah tempat Nando mengajar entah mengapa dia sangat merindukan sang istri padahal baru beberapa jam yang lalu dia bertemu dengan sang istri. Andai dia sedang tidak ada kelas pasti dia sudah menyusul sang istri yang sekarang pergi bersama dengan Sindi. Namun saat sedang memikirkan sang istri entah mengapa Nando tiba tiba merasa ingin muntah dan segera berlari keluar dari kelas menuju wastafel yang ada didepan kelas tersebut dan memuntahkan semua makanan yang dia makan tadi dan tidak lama kemudia kepalanya sakit dan penglihatannya gelap dan Nando hilang kesadaran. Guru lain yang melihat hal terswbut segera membawa Nando ke UKS untuk segera diperiksa dan ada juga guru yang menelpon Vanya agar segera kesekolah karena suaminya sedang pingsan


******


Setelah merasa kenyang Vanya dan Sindi tidak langsung beranjak dari duduknya karena Vanya yang merasa begah dan agak sulit jika dirinya harus langsung berjalan kembali dan memilih untuk menelpon sang suami karena merasa sangat rindu dengan Nando


"Hallo mas"


"......."


"Apa....., Baik saya akan segera kesana" teriak Vanya dan langsung menarik tangan Sindi sedangka Sindi yang ditarik sangat kaget karena dia tidak tau apa apa, dia hanya mendengar Vanya teriak lalu Vanya sudah menariknya


"Van kita mau kemana kenapa buru buru sekali jalannya pelan pelan oke" kata Sindi mengingatkan


"Nando pingsan Sin ayo cepetan kita kesekolahnya" kata Vanya panik karrna setaunya tadi pagi Nando baik baik saja dan tidak menunjukkan sakit apapun


Setelah menempuh perjalanan yang sedikit lama akhirnya Vanya dan Sindi langsung bergegas masuk kesekolah dan menuju UKS


Di UKS terlihat Nando yang sudah sadar namun masih lemas karena semua isi perutnya keluar namun yang membuatnya lebih tersiksa adalah dia sangat rindu dengan sang istri


Pintu terbuka menampilkan Vanya yang masuk ke UKS tersebut dan mengagetkan dokter yang sedang memeriksa Nando sedangkan Nando sangat senang karena sang istri ada disana


"dok suami saya sakit apa" tanya Vanya


"hmm suami ibu sebenarnya tidak apa apa, dia hanya lemas karena tadi memuntahkan semua makanan yang sudah dimakan" penjelasan dokter dan memberikan obat kepada Vanya agar Nando memakannya tapi sebelum itu harus ada makanan yang masuk keperutnya


"Baik dok terima kasih" kata Vanya dan dokter segera keluar dari ruangan tersebut diantar oleh Sindi sedangkan guru yang lain sudah keluar semua karena masih jam pelajaran


"Yang sini deket aku kangen banget sama kamu" panggil Nando dan hal tersebut membuat Vanya heran kenapa bisa sang suami sangat rindu sedangkan baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu namun karena merasakan hal yang sama membuat Vanya mendekat dan langsung memeluk sang suami


"Mas kok kita sama sih tadi aku juga nelpon kamu karena aku rindu padahal kita baru berpisah beberapa jam yang lalu, tapi utu enggak penting karena rindu itu hal yang wajar sekarang mas makan dulu biar ada tenaga lalu kita pulang aja" kata Vanya menyuapkan sang suami makanan dan membantunya meminum obat.

__ADS_1


Sesudah minum obat Vanya langsung membawa Nando pulang sedangkan Sindi juga langsung pulang karena masih ada yang mau dia urus


Sesampainya dikamar Vanya membantu sang suami mengganti pakaian namun saat membuka kemeja sang suami entah mengapa Vanya sangan ingin melakukannya bersama Nando membuatnya gelisa tapi melihat kondisi sang suami sepertinya tidak mungkin untuk mereka melakukannya. Sedangkan Nando yang melihat sang istri gelisah saat melihat dada bidangnya paham apa yang dimaui sang istri dan Nando langsung saja memulainya


"mas kamu lagi sakit loh" kata Vanya


"enggak aku udah sehat kok" kata Nando memulai kegiatannya tersebut.


********


Keesokan harinya Nando kembali muntah muntah namun yang keluar hanyalah cairan kuning saja yang membuat Vanya khawatir terhadap sang suami dan segera memanggil sang mama untuk meminta bantuannya


"suami kamu memangnya kenapa" tanya mama


"enggak tau ma dari kemarin mual terus" kata Vanya membuat mama memperhatikan sang anak dari atas sampai bawa entah mengapa dia melihat sang anak yang memang agak berisi jika memang benar curigaannya maka mereka swkeluarga akan sangat bahagia


Sesampainya dikamar sang mama membantu Vanya membaringkan Nando


"kamu tunggu disini dulu mama suruh orang buat bikin minuman hangat untuk Nando, oh iya kamukan dokter kamu periksa saja dulu kesehatan suamimu jangan sampai dia kekurangan cairan karena selalu muntah" kata mama mengingatkan dan Vanya hanya bisa tepuk jidat karena melupakan profesinya sendiri yang seorang dokter


"Yang sini peluk aku, enggak usah diperiksa aku baik baik saja kok" kata Nando yang langsung menarik Vanya kedalam pelukannya dan menghirup aroma tubuh sang istri membuat Nando merasa lebih baik


******


Ceklek


"Van kasikan Nando teh ini agar lebih mendingan dan kamu bawa kantongan ini dan periksa didalam kamar mandi" kata Mama memberikan teh dan kantongan yang entah apa isinya dan setelah Vanya memagangnya dan memeriksa ternyata didalamnya berisi tespack membuat Vanya bingung


"Apa maksud mama kasih aku tespack kan...." Ucapan Vanya terpotong karena dia mengingat jika selama menikah dia belum pernah mendapatkan menstruasinya membuat Vanya berlari kearah kamar mandi dan akan memeriksanya sendiri


"Jadi maksud mama Vanya hamil mah....." tanya Nando penasaran karena memang mengingat jika selama menikah memang dia selalu mendapat jatah tanpa ada halangan menstruasi

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2