I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)

I Love You (Prinsip Membawa Penyesalan)
Episode 39


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


hari telah berganti hari minnggu telah berganti minggu dan bulan telah berganti bulan tidak terasan sudah satu tahun berlalu semenjak pertemuan terakhir antara Sandi dan Sindi yang membuat mereka kembali seperti orang asing yah karena memang mereka dari awal adalah orang asing walaupun Sindi pernah mengejar Sandi beberapa kali melalui via telpon dan pesan namun Sandi malah memblokir nomornya membuat Sindi sempat bersedih namun dia tidak bisa memaksakan perasaan seseorang kepadanya dan memilih untuk menyerah. Bukannya Sindi gampang menyerah tapi situasi yang memang tidak memungkinkan mereka berdua saja beda kota dan Sindi tidak bisa meninggalkan pekerjaannya dia harus membiayai sang ibu tidak mungkin hanya untuk mengejar seorang lelaki dia nekat peegi dan akan dipecat


dikota B


Disebuah ruangan yang berada di lantai paling atas gedung perusahaan yang cukup ternama terlihat seorang lelaki sedang memijat pangkal hidungnya karena merasa pusing melihat tingkah sang mommy yang selalu saja menyuruhnya untuk menikah padahal umurnya masih 23 tahun


"Pokoknya mommy enggak mau tahu kamu harus secepatnya menikah atau bawalah pasanganmu kehadapan mommy agar mommy tidak khawatir kepadamu" kalimat sang mommy saat dirinya bertelpon dengan sang mommy


Sandi benar benar frustasi karena satu tahun ini sang mommy selalu menyuruhnya untuk menikah ketika dia memberitahukan bahwasanya sang sahabat Vanya telah menikah dan memiliki anak, bukannya Sandi belum move on dari Vanya tapi entah mengapa dia belum menemukan yang cocok dengannya


*******


Hari ini Sindi mengundang Vanya untuk datang kerumahnya karena dia akan dipindah tugaskan kekantor pusat yang berada di kota B membuat Vanya sedikit bersedih karena jika Sindi pergi maka tidak akan ada lagi yang bisa selalu menemaninya pergi dan menjaga sang anak walaupun hanya beberapa bulan saja akan tetapi itu akan sedikit berat yah mau bagaimana lagi karena ini adalah tuntutan pekerjaan


Sesampainya Vanya di rumah Sindi dia langsung memencet bel rumah tersebut dan tidak lama kemudian keluarlah Sindi yang menyambut mereka


"wah cepet juga datang nya yah padahal masakan mama belum masak semua, hay keponakan Aunty ayo Aunty gendong sini" kata Sindi dan mengambil alih Ara digendongan sang bunda membuat Vanya menghela nafas

__ADS_1


"Sin ngapain sih pindah ke kota B emangnya disini gajinya kurang apa" kata Vanya yang sedikit sebal karena sang sahabat akan pindah


"lah mau gimana lagi aku kan termasuk pegawai yang handal dan bertanggung jawab sebab itulah si bos mindahin aku kekantor pusat sebagai sekretaris lagi" kata Sindi menyombongkan diri


"lagian juga cuman beberapa bulan kedepan aja sampai tuh si ceo disana dapat pengganti sekretaris yang dia pecat" Lanjut sindi lagi


"yah walaupun cuman beberapa bulan kedepan tapikan itu lama dan kok aku curiga yah kamu terima tawaran itu karena kantor pusat ada di kota B" kata Vanya memincingkan matanya ke arah Sindi


"eh eh enggak yah lagian aku juga sudah lupain dia kok, lagipula orang dianya juga enggak suka sama aku ngapain di paksaain tuh anak orang" kata Sindi jujur karena memang dia sudah bisa melupakan Sandi dia hanya menganggap jika itu adalah cinta monyet yang datang hanya sebentar saja


"okelah lagian juga kamu enggak bakalan ketemu kan Sandi dokter sedangkan kamu kerja kantoran, kecuali kalau kalian berdua memang jodoh yah pasti dipertemukan lagi" kata Vanya tersenyum jahil


Setelah acara makan makan dan mengobrol ngobrol Vanya meminta izin untuk pulang "kamu jaga kesehatan disana yah, ingat kamu itu masih gadis harus jaga diri baik baik jangan mudah mau di gida sama temen kantor kamu pokoknya kamu harus hati hati makan tepat waktu jangan keejaan terus yang dipikir apalagi disana kamu jadi sekretaris beda sama disini" kata Vanya memeluk Sindi dia akan merindukan sang sahabat selama beberapa bulan kedepan


"iya bawel banget sih sana pulang kamu sudah ditunggu Nando" kata Sindi mengantar sang sahabat sampai taxi yang sudah di pesannya tadi


*******


Keesokan harinya Sindi sudah bersiap untuk berangkat ke Kota B dengan diantar sang mama tercinta Sindi menuju ke bandara untuk terbang ke kota B


"kamu hati hati disana yah nak jaga kesehatan pola makan juga dan jangan terlalu stress istirahatlah dengan baik" kata sang mama memeluk sang putri yang selalu ada untuk dirinya

__ADS_1


"iya maa... Mama juga jaga kesehatan disini kalau mama kesepian mama boleh kok terbang ke kota B, lagian mama juga disuruh ikut malah nyamannya disini" kata Sindi yang memang sudah mengajak sang mama tapi memang sanh mama sudah nyaman berada dirumahnya sendiri. Setelah berpamitan Sindi segera masuk dan teebang menuju ke kota B


Sesampainya di kota B Sindi segera mencari taxi dan menuju Apartemen yang sudah dia sewa dan juga dekat dengan kantor berhubung disino Sindi tidak memiliki mobil jadi dia harus memilih tempat tinggal yang hanya membutuhkan jalan kaki


"oh capek banget mending aku langsung istirahat saja apalagi besok hari peetama ku kerja dikantor pusat jadi harus benar benar perfec" kata Sindi yang memilih membersihkan diri terlebih dahulu kemudian merebahkan dirinya dikasur walaupun apartemennya terbilang kecil karena hanya memiliki satu kamar saja tapi tidak masalah bagi Sindi toh dia memang cuman sendiri


Keesokan harinya Sindi bangun pagi pagi sekali karena jam 8 dirinya harus sudah berada di kantor dan bekerja, dimulai dari memasak sarapan dan membuat bekal makan siang agar dirinya tidak perlu repot repot lagi ketika jam istirahat karena ini memang tempat baru baginya kemudian dilanjutkan dengan mandi bersiap siap kemudiam sarapan dan cusss langsung berangkat ketika jam menunjukkan pukul 7.30 berhubung dirinya hanya jalan kaki dan hanya membutuhkan lima menit saja membuat Sindi merasa nyaman dan tidak terburu buru di hari pertamanya bekerja


Sesampainya di depan perusahaan itu dia melihat gedung tersebut sangat tinggi membuat Sindi terkagum kagum melihatnya. Sindi masuk kemudian singgah ke resepsionis untuk menanyakan ruangan HRD "selamat siang mba apa ada yang bisa dibantu" kata resepsionis melihat kedatang Sindi "oh iya mba ini ruangan HRD bagian mana yah" tanya Sindi "mba langsung saja kelantai 4 bagian kanan disitu ada ruangan HRD" kata respsionis "kalau begitu terima kasih mba saya permisi dulu" kata Sindi dan segera meluncur keruangan HRD


Toktoktok


"Silahkan masuk" kata orang yang berada di dalam ruangan tersebut


"permisi saya Sindi pak dari kantor cabang yang ditugaskan jadi sekretaris di kator sini" kata Sindi


"oh kamu sudah datang ya sudah sini saya langsung antar ke ruangan ceo sekalian berkenalan dengan atasan kita" kata bapak HRD tersebut


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2