
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Keesokan harinya seperti yang dikatakan Nando bahwa mereka akan berbulan madu di pulau dewata bali. Keduanya segera menuju bandara dengan diantar sang supir setelah sarapan dan berpamitan kepada semua keluarga besar mereka. Banyak yang mendoakan agar mereka segera diberi momongan setelah dari bulan madu dan keduanya hanya mengamini dan berharap akan segera diberi momongan karena memang Vanya dan Nando tidak ingin menunda asal mereka sudah diberi kepercayaan pasti mereka akan menerima dan sangat berbahagia karena akan menjadi orang tua dan itu termasuk impian semua pasangan.
Sesampainya di bali mereka segera menuju hotel yang telah Nando pesan. Saat membuka pintu kamar keduanya di sajikan pemandangan yang sangat cantik dan menarik dimana kamar mereka memang memiliki pemandangan yang langsung kepantai dan mereka akan bisa melihat matahari tenggelam walaupun hanya dikamar.
Setelah beristirahat sejenak mereka berdua memutuskan untuk pergi berjalan jalan menyusuri pantai karena memang jam masih menunjukkan pukul 4 sore dan mereka akan menikmati pantai dan menunggu matahari tenggelam
Sesampainya dipantai yang memang sedikit agak ramai membuat keduanya mencari tempat yang tidak banyak pengunjung dan sedikit berlindung dari matahari yang memang masih sedikit terik itu yang menandakan bahwa cuaca yang sangat mendukung untuk mereka berdua melihat matahari tenggela
Nando menggelar sebuah alas untuk mereka duduki dan Nando juga sudah memesan minum dan makanan untuk mereka berdua nikmati sembari menunggu matahari terbenam. Sembari menunggu Vanya membaringkan dirinya dan menjadikan paha sang suami menjadi bantal, mereka berdua terdiam beberapa saat sembari menikmati piknik yang sangat romantis itu. Nando mengusap kepala sang istri yang sedang bermanja dengannya
"Apakah kamu bahagia" pertanyaan Nando yang tiba tiba membuat Vanya yang menikmati usapan dikepalanya segera membuka kedua matanya dan melihat kearah sang suami
"menurut kamu apakah aku bahagia" bukannya menjawab vanya malah bertanya ulang membuat Nando tersenyum
"Menurur aku sih kamu pasti bahagia biaa dilihat dari senyum dan manjanya kamu aku yakin kamu pasti bahagia. Tapi jika suatu saat aku ada salah yang tidak aku sadari ataupun aku sadari aku mohon tegur aku dan tetaplah berada disampingku" kata Nando tersenyum dan mengecup kening sang istri
"hmm itu sudah tau jawabannya masih saja nanya apa aku bahagia, yang jelas untuk sekarang aku sangat bahagia dengan yang aku jalani sekarang. Namun, jika kedepannya memiliki masalah kita hadapi sama sama bukankah dalam sebuah peenikahan kita tetap akan diuji dari berbagai masalah bukannya aku meminta masalah namun jika kedepannya aku berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu dan menurutmu itu sangat berlebihan maka tegurlah aku" kata Vanya menatap Nando dengan tatapan penuh cinta
__ADS_1
"Yah kok jadi melow sih, jangan bahas gituan lagi deh aku yakin kamu akan menjadi istri yang baik buat aku" kata Nando tersenyum dan mereka bercanda gurau.
Matahari sudah terlihat akan terbenam dan membuat semua pengunjung berbondong bondong untuk mengabadikan momen tersebut begitupun dengan kedua sejoli pengantin baru yang sangat mengagumi momen tersebut tidak lupa Vanya mengabadikan memen tersebut dengan memotret tangannya dengan sang suami yang saling bertaut dan mengarahkannya ke arah matahari. Posisi Vanya dan nando memang yang duduk sembari berpelukan membuat Vanya sangat mudah untuk mengabadikan momen tersebut. Setelah mengabadikan momen tersebut Nando yang duduk dibelakang Vanya sembari memeluk sang istri sangat menikmati momen tersebut segera meluruskan kakinya dan menarik Vanya agar duduk dipangkuannya namun posisi Vanya tetap mengahad kedepan untuk melihat matahari tenggelam tersebut
Keduanya sangat menikmati momen tersebut matahari memang belum sepenuhnya tenggelam dan masih memancarkan cahaya dan langitpun belum sepenuhnya gelap. Nando yang sedari tadi melingkarkan kedua tangannya diperut sang istri segera mengambil hp nya dan membalikkan sedikit sang istri agar menghadap kepada dirinya segera mencium sang istri dan mengabadikan momen tersebut membuat Vanya menikmati memon yang menurutnya sangat romantis tersebut.
Saat langit sudah mulai gelap keduanya memutuskan untuk pulang kehotel dan sesanpainya dikamar keduanya langsung membersihkan diri namun sebelum itu Nando segera menelpon pihak hotel agar makan malamnya diantar saja kekamar.
"Mas kamu duluan gih membersihkan diri" kata Vanya namun Nando menggelengkan kepala dan tanpa diduga menarik tangan Vanya untuk masuk kekamar mandi karena Nando ingin mandi bersama dengan sang istri sedangkan Vanya hanya patuh dan mengikuti langkah sang suami
*******
Keduanya segera menikmati makan malam mereka yanh diselingi oleh canda tawa walaupun hanya hal rece tapi karena otak mereka yang sinkron membuat keduanya tertawa hanya karena membahas hal sepele saja.
Setelah makan malam dan duduk santai sejenak keduanya memutuskan untuk naik keranjang dan berniat untuk tidur namun yang pasti Nando tidak akan membiarkan sang istri tidur begitu saja karena ini merupakan malam pertama mereka yang sudah dijanjikan dan diucapkan oleh Nando
"Bolehkah aku meminta hak ku sekarang" tanya Nando serius
"Boleh karena ini memang kewajibanku swbagai seorang istri" kata Vanya mengangguk dan tersenyum ke arah Nando dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi diantara keduanya...
********
__ADS_1
Matahari sudah menampakkan cahayanya namun tidak membuat kedua anak manusia yang sedang dimabuk cinta tersebut terbangun padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, kedua orang terawbut yang memang baru merasakan hal tersebut membuat mereka tidur agak malam dan melanjutkan kembali tadi subuh membuat keduanya lelah, letih, lesu, lopyuuuuu.....
Vanya yang sudah mulai terusik dengan sinar matahari mulai membuka kedua matanya dan menyesuaikan dengan cahaya yang menerpa penglihatannya dan pertama yang dia lihat setelah membuka matanya adalah sang suami yang memeluknya dengan erat
Vanya mengulurkan tangannya untuk mengusap wajah sang suami dan mengecup dahi sang suami "selamat pagi" kata vanya sembari tersenyum dan tidak lama Vanya menikmati pemandangan didepannya pergerakan Nando menandakan bahwa sang suami sudah mulai terusik dan dengan perlahan Nando membuka matanya dan tersenyum saat pandangannya melihat sang istri yang tersenyum kearahnya
Cup
"Selamat pagi sayang" kata Nando
"hmm selamat pagi juga sayangnya Vanya" kata Vanya Sembari masih mengeratkan pelukannya kepada sang suami
"Apakah hari ini kita akan bermalas malasan" kata Nando sembari menerima pelukan sang istri
"hmm nanto sore saja kita keluar sekarang aku ingin bermanja manja dengan suamiku hehehe" kata Vanya tertawa nyengir
"hmm sesuai permintaan sang ratu" kata Nando tertawa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1