
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Sandi mulai menggeliatkan badannya membuat Sindi terkaget dan reflek langsung pura pura tertidur sembari memeluk dan menyembunyikan wajahnya kembali dileher Sandi
Sandi mulai membuka matanya dan saat ingin bergerak dia baru tersadar jika Sindi masih berada di pangkuannya dan masih dalam keadaan terlelap namun entah mengapa Sandi tetap tidak membangunkan Sindi yang berada di pangkuannya
Sandi merasa tidurnya sudah cukup untuk melanjutkan perjalanan walaupun sebelum tiudr tadi dia merasa lapar tapi setelah tidur entah mengapa dia sudah merasa tidak lapar lagi, Sandi segera mengambil air dan meminumnya kemudian melanjutkan perjalanan dengan Sindi yang masih menempel di badannya namun hal tersebut tidak membuat dirinya risih sama sekali
Sindi yang merasa mobil kembali mulai melaju bingung ingin bersikap seperti apa. Apakah dia harus bangun dan pura pura menggeliat atau bagaiaman dia bingung sendiri dan lebih kagetnya lagi saat tangan kiri Sandi mengelus rambutnya membuat Sindi sangat nyaman dan kembali terlelap dingakuan sang boss
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam disaat mereka sampai ke kota C dan Sandi langsung menuju hotel yang akan mereka tempati, saat sampai di lobi hotel Sandi meregangkan sedikit ototnya karena merasa capek dan kakinya juga merasa keram karena sedari tadi dia memangku Ssindi sembari membawa mobil sendiri
Sandi segera keluar dari mobil sembari menggendong Sindi yang masih terlelap entah mengapa wanita itu sangat berani untuk tidur dengan nyenyaknya
Semua mata tertuju kepada Sandi yang menggendong Sindi ala koala mereka bingung apakah sang wanita pingsan atau bagaimana tetapi Sandi tetap cuek dan tetap berjalan menuju resepsionis untuk mengambil kunci kamar yang sudah dipesan atas namanya
Sebenarnya mereka memesan dua kamar tapi entah mengapa Sandi ingin membawa Sindi kekamarnya, karena walaupun bersikap cuek dan pura pura tidak mengenal Sindi dikantor akan tetapi sebenarnya Sandi juga sangat merindukan wanita yang ada digendongannya itu
__ADS_1
Sesampainya dikamar Sandi segera meletakkan Sindi dengan hati hati takut sang wanita terbangun setelah itu Sandi yang merasa sedikit tidak nyaman dengan badannya segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menghantinya dengan piyama yang dia bawa dan segera bergabung bersama Sindi untuk tidur namun karena melihat Sindi yang sepertinya kurang nyaman dengan pakaiannya Sandi hanya membuka switer yang digunakan Sindi dan mereka berdua akhirnya terlelap
******
Sindi mulai menggeliatkan badannya dan mengucek matanya dan melihat sekeliling dimana dirinya berada dan matanya tertuju pada jam yang menunjukka pukul dua belas malam itu artinya dia sudah terlelap selama enam jam lamanya namun ada yang berbeda bukannya tadi sewaktu dia bangun mereka masih berad di res area lalu Sindi menatap ke arah perutnya dimana ada tangan yang melingkar dan pandangannya kembali jatih kesamping dimana wajah Sandi terlihat sangat nyenyak peesis seperti di mobil tadi
Dengan pelan Sindi ingin melepaskan tangan Sandi dari perutnya karena merasa lapar namun Sandi seperti tidak ingin melepasnya membuat Sandi menghela nafas sebenarnya apa yang terjadi dengan Sandi
"Pak bangun saya lapar ingin makan lagian kenapa bapak membawa saya ke ka.............." kata Sindi yang terputus karena mendapat serangan dari Sandi
Yah memang saat Sindi mencoba menyingkirkan tangan Sandi disaat iti Sandi sudah terbangun tapi dia enggan untuk membuka matanya namun saat Sindi protes karena membawanya kekamar Sandi di saat itulah Sandi membungkan mulut Sindi dengan menciumnya
"Ngapain kamu cium aku, aku ini sekertaris kamu dan sangat tidak wajar juga kita berada di satu kamar seperti ini" kata Sindi menatap mata Sandi yang berda di atasnya
"kami sendiri ngapain datang untuk menjadi sekretaris disini" tanya Sandi
"mana aku tau kamu adalah boss nya lagian aku juga bekerja secara profesional dan tidak peenah melibatkan perasaan aku bukankah kamu juga sudah melupakan aku jangankan menatap melirik aku saja kamu tidak mau" kata Sindi yang sudah mulai teebawa emosi dan memalingkan wajahnya
"Aku minta maaf bukannya aku tidak mau menyapa kamu tapi aku tidak mau nanti kamu tidak profesional bagaimana aku mengenal kamu yang sering pecicilan aku takut dengan aku sebagai bos kamu nanti kamu tidak bisa bekerja dengan baik. Akan tetapi selama kamu menjadi sekertaris aku dan juga bersikap profesional entah mengapa aku malah tidak nyaman dan ingin selalu dekan dengan kamu" kata Sandi dan mencium pipi Sindi dan merambat ke bibirnya
__ADS_1
Sedangkan Sindi yang mendengar pernyataan Sandi malah terbengong dan membiarkan saja Sandi melakukan semamunya, setelah cukup lama Sandi melepas pangutannya dan kembali menatap Sindi dalam dia
"lalu mengapa kamu memblokir nomorku apakah kau tau jika aku sangat sedih saat kamu memblok nomorku aku sudah berusaha melupakan kamu tapi sanpai sekarang aku tidak bisa" kata Sindi dengan mata berkaca kaca sembari melingkarkan tangannya keleher Sandi dan menangis terswdu sedu
"Aku sengaja memblok nomor kamu karena pada saat iti aku merasa kita tidak mungkin bisa bersama namun takdir mempertemukan kita kembali dan selama satu tahun ini aku juga selalu memimpikan kamu yang selalu tersenyum manis kepadaku dan pada saat itu aku juga sedang merintis usaha aku sehingga seperti sekarang ini dan sekarang aku juga sudah bisa melamat kamu dengan layak karena sudah bisa menghidupi kamu,," kata Sandi mengelus kepala Sindi yang masuh memeluknya
Namun karena Sinid yang tidak bisa berhenti menangis akhirnya Sandi bangun sembari juga membangunkan Sindi dan menggendongnya ala koala
Setelah merasa tenang Sindi mulai menjauhkan kepalanya dari ceruk leher Sandi dan menangkup wajah Sandi dengan posisi Sandi masih menggendong Sindi melihat hal tersebut Sandi segera duduk dipinggiran kasur tanpa meletakkan Sindi
"udah jangan nagis yah sayang sekarang aku sadar kalau kita ini memang jodoh dari awal kita bertemu dan saat Vanya menjodohkan kita berdua dan sanpai sekarang kamu di bawah oleh takdir sebagai sekretaris aku peecaya jika kita memang di ciptakan untuk bersama" bisik Sandi ditelingah Sindi membuat Sindi sedikit meeinding apalagi dengan posisi mereka yang sedari tadi sangat intim membuat Sindi memejamkan matanya
Sedangkan sandi tidak menyia nyiakan hal tersebut langsung memangut Sindi tanpa adanya nafsu sama sekali, entah mengapa dia sangat merindukan gadis didepannya padahal selama ini Sindi berada di dekatnya
Lama lama mereka menikmati pangutan tersebut namun masih bisa membatasi diri mereka sampai nanti mereka sah dimana negara dan agama
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1