I Love You Uncle Tampan

I Love You Uncle Tampan
eps.30


__ADS_3

Setelah maghrib keluarga dekat Rasya sudah berkumpul di rumah Rasya.Kakak Rasya,Farid dan istrinya,Mira juga sudah sampai.Sandi,sahabat Rasya sudah datang sejak sore.


"Gimana bro,udah siap nih", tanya Sandi,menggoda Rasya.


"Insya Allah siap my bro,kamunya kapan nyusul", ucap Rasya balik menggoda Sandi.


Sandi tertawa mendengar pertanyaan Rasya.


"Kamu tenang aja bro,abis kamu nikah,aku langsung nyusul", jawab Sandi.


"Emang kamu udah punya calon San?" tanya Farid.


"He...he...he....belum mas", jawab Sandi sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Ntar deh mama kenalin sama temannya Tania San,orangnya cantik,baik lagi",ucap mama.


"Boleh juga ma,siapa namanya ma", tanya Sandi penuh semangat.


"Nanti aja kamu tanya sendiri kalo udah ketemu orangnya langsung", jawab mama sambil tersenyum.


"Ma,ayo dong berangkat,Tania udah nungguin di sana",ucap Rasya.


"Kamu nggak sabaran banget Sya,tenang aja Tania pasti sabar nunggu kamu kok", ucap mas Farid yang ikut menggoda Rasya.


"Sudah sudah,ayo kita berangkat,nggak enak kalau kelamaan kita sampai sana", ucap mama menengahi obrolan mereka.


Rasya beserta rombongan keluarga mulai bergerak ke rumah Tania.Sementara itu di kediaman Tania.


"Umi,Tania kok jadi deg degan ya", ucap Tania gugup.


Umi tersenyum melihat Tania yang kelihatan gugup dan gelisah.


"Nggak apa apa sayang,itu hal yang wajar,sebab kamu kan sebentar lagi akan menjadi seorang istri, bukan lagi Tania yang dulu.Setelah kamu sah menjadi istri Rasya,kamu harus selalu mendampinginya baik dalam suka maupun duka", nasihat umi untuk Tania.


"Umiiiii,terima kasih udah sayang sama Tania,terima kasih udah jagain Tania.Tania sayang banget sama umi.Terima kasih nasihat umi,Tania akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk mas Rasya", jawab Tania sambil memeluk umi.


Umi membalas memeluk Tania dengan erat.


"Iya sayang umi sayang banget sama kamu.Sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi anak umi", ucap umi sambil mengusap mata Tania yang mulai berkaca kaca.


"Jangan nangis Sha,sebentar lagi Rasya dan keluarganya akan segera sampai,nanti mata kamu terlihat bengkak gara gara habis nangis,nanti nak Rasya bingung lihat calon istrinya kok nangis", ucap umi.


Tania mengangguk dan mengusap kedua matanya yang hampir menangis.Tania permisi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

__ADS_1


Dari luar terdengar pintu di ketuk,tak lama muncul wajah Karin dari balik pintu sambil tersenyum.


"Assalamualikum umi,maaf kalau saya mengganggu,tapi tadi abi nyuruh saya untuk memanggil umi", ucap Karin.


"Wa alaikumussalam Karin,nggak apa apa kok,kamu bantu Tania siap siap ya,umi mau keluar dulu", ucap umi.


"Iya umi", jawab Karin.


"Kariiiiiiin", ucap Tania senang,dia baru saja keluar dari kamar mandi.


"Al...eh Taniaaa", jawab Karin dan langsung memeluk Tania.


"Rin,kamu boleh kok tetap panggil Alisha,sama aja oke?" ucap Tania.


Karin mengangguk lalu menarik tangan Tania dan menyuruh Tania duduk di depan meja rias.


"Umi tadi nyuruh aku untuk membantu kamu untuk berdandan.Sekarang kamu duduk manis di sini,okey", ucap Karin.


"Siap bos", jawab Tania sambil memberi hormat pada Karin sambil tertawa.


Karin juga ikut tertawa.Lalu Karin mulai mendandani Tania dengan make up yang sederhana dan terlihat natural.Karena Tania memakai cadar,lagi pula Tania tidak suka make up yang berlebihan.


"Rin,mas Rasya udah datang?" tanya Tania.


"Bukan itu Rin,aku kan belum cerita ke mas Rasya tentang ingatan ku yang udah kembali", jawab Tania.


"Bukannya kamu bilang mau surprise gitu ke suami kamu?", tanya Karin.


"Abi bilang sebaiknya mas Rasya di kasih tahu sebelum kami menikah,jadi aku pikir benar juga apa kata abi.Kami kan akan memulai babak baru,masa sih harus di mulai dengan ketidak jujuran,jadi aku harus cerita ke mas Rasya sebelum akad nikah,gitu", jelas Tania


"Iya juga sih,menurutku juga lebih baik kamu ceritakan ke suami kamu sebelum kalian menikah", jawab Karin sambil mengangguk.


Karin melanjutkan mendandani Tania,malam itu Tania memakai gamis biru muda dengan bordir bunga bunga berwarna silver,Tania kelihatan sangat anggun.Tania mengenakan hijab dan cadar berwarna senada,sangat cantik.


"Mas kamu itu pasti terpesona saat melihat kamu nanti", ucap Karin bangga.


"Makasih ya Karin udah bantuin aku", ucap Tania lalu memeluk sahabatnya itu.


"Iya Sha,jangan pake acara nangis lagi ya,nanti make up nya berantakan tuh", ucap Karin.


Tania jadi tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.Tiba tiba umi masuk ke kamar.


"Gimana Rin,Alisha udah siap?" tanya umi.

__ADS_1


"Udah umi,berrees", jawab Karin sambil mengacungkan jempol.


"Masya Allah Alisha,kamu cantik banget,nak Rasya pasti terpesona lihat kamu", ucap umi.


"Terima kasih ya Karin,udah membantu mendandani Alisha,ternyata kamu pinter banget meriasnya", ucap umi senang.


"Nggak umi,Karin cuma bantu bantu aja,memang Alisha nya yang cantik banget, jadi cukup di poles sedikit aja udah membuat kita terpesona umi", jawab Karin malu malu karena di puji umi.


"Oh iya,umi kok jadi lupa,itu nak Rasya udah datang,pak penghulunya juga udah datang dari tadi.Ayo kita keluar", ucap umi sambil merapikan gamis dan jilbab Tania.


Tania keluar kamar di dampingi umi dan Karin.Tangannya erat menggenggam tangan umi dan Karin,untuk menepis rasa gugupnya.


Umi dan Karin menenangkan Tania agar merasa tenang.Tania sampai di ruang tengah,dan semua yang hadir di situ menatap ke arahnya.Tania menjadi salah tingkah.Apalagi Rasya yang tanpa sadar menatap Tania tanpa berkedip.


Farid menyenggol lengan Rasya yang terbengong.Rasya tersentak dan menundukkan kepalanya.Semua jadi tertawa melihat Rasya yang merasa malu.


Acara pun segera di mulai.Abi memberikan kata sambutan.Dan setelah acara pembukaan selesai maka akan segera di mulai ijab kabul.


"Maaf,sebelum ijab kabul di mulai ada sesuatu yang akan di sampaikan kepada nak Rasya", ucap abi.


Rasya dan semua yang hadir penasaran Tania akan menyampaikan apa.Abi mempersilahkan Tania untuk berbicara.


"Assalamualaikum", ucap Tania dengan suara agak bergetar karena merasa gugup.


"Wa alaikumsalam", jawab mereka serentak.


"Sebelumnya Tania minta maaf seandainya apa yang akan Tania sampaikan nanti akan membuat mas Rasya marah", lanjut Tania sambil menatap Rasya.


Rasya terlihat bertambah gugup dan takut,Rasya takut Tania akan membatalkan pernikahan mereka.


"Mas Rasya,Tania sudah mengingat kembali masa lalu Tania.Tania ingat pada oma,Om Farid,tante Mira dan terutama Tania ingat sama uncle Rasya,uncle tampan", ucap Tania dengan mata berkaca kaca.


Rasya merasa kaget,berbeda dengan mama yang sudah tahu sebelumnya.Farid dan Mira juga merasa bahagia karena ingatan Tania sudah kembali.


"Beneran Tania,kamu sudah ingat sama uncle?", tanya Rasya antusias.


"Iya mas eh maksud Tania uncle tampan", jawab Tania sambil mengangguk.


Rasya refleks berdiri ingin memeluk Tania,saking bahagianya.Tapi Farid segera menahannya dan menyuruhnya untuk duduk kembali.


"Nanti kalau sudah sah,kamu bebas kalau mau peluk Tania", ucap Farid.


Rasya merasa malu dan semua yang hadir di disitu tertawa gara gara ucapan Farid.Tania tertunduk malu.

__ADS_1


__ADS_2