
Tania sedang mencoba menu kue yang baru di dapur, mama duduk memperhatikan Tania yang sedang memasak Mama ingin membantu Tania, tapi Tania menolak nya.
"Mama seneng liat kamu udah kembali sehat sayang, tapi kamu harus hati hati karena kamu udah berbadan dua", ucap mama sambil terus memperhatikan Tania.
" Iya ma, Tania akan selalu berusaha sebaiknya menjaga kehamilan Tania", jawab Tania sambil tangannya masih sibuk mengerjakan sesuatu.
"O iya, hari ini Rasya pulang jam berapa? ", tanya mama lagi.
" Mmm kayaknya lama deh ma, kan baru berangkat siang ini", jawab Tania.
Mama mengangguk sambil terus memperhatikan Tania. Setelah beberapa lama akhirnya kue kreasi terbaru Tania selesai.
"Udah deh, tinggal masuk oven", ucap Tania senang.
Tangan lembut nya kembali bergerak lincah memasukkan loyang kue ke dalam oven.Mama sudah duduk di ruang tengah lagi asyik nonton acara kesukaannya.
" Assalamu'alaikum ma", Sandi masuk lalu cium pipi mama.
"Udah pulang? ", tanya mama.
" Iya ma, Sandi mau ke rumah Karin mau membahas masalah kemarin ", jawab Sandi sambil duduk di samping mama.
" Kamu udah yakin dengan keputusan kamu? ", tanya mama lagi.
" Iya ma, InsyaAllah yakin, keputusan Sandi tergantung dengan sikap Karin nanti", jawab Sandi.
"Mmm... aroma apa nih ma, enak banget, Sandi jadi laper", ucap Sandi.
" Itu Tania lagi mencoba resep kue yang baru", jawab mama.
Sandi beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju ke dapur.
"Masak apa my sweety, enak banget aroma nya", Ucap Sandi.
" Ehh uncle, ini loh menu baru Tania, nanti uncle coba ya", ucap Tania.
"Nggak mau ah, masak uncle jadi kelinci percobaan, nanti uncle sakit perut gimana", goda Sandi.
Tania langsung cemberut.
" Iya iya, jangan ngambek gitu dong, nanti uncle coba kuenya trus uncle posting di medsos ", bujuk Sandi.
" Okey ", ucap Tania semangat.
Tania meletakkan kue kue buatannya ke piring, dan ada juga di letakan nya di sebuah wadah khusus untuk Rasya.
" Nih uncle, kuenya di coba", ucap Tania.
Sandi membawa piring kue ke ruang tengah dan mencoba kue buatan Tania. Mama juga ikut mencoba.
"Mmmm..... yummy banget nih sweety, kalo rasanya gini sih udah pro namanya", ucap Sandi.
" Iya sayang, enak banget loh", ucap mama.
Tania seneng banget karena resep barunya berhasil.
__ADS_1
"Tania kan memang jago masak", puji mama.
" Iya ma, makanya Sandi berharap nanti Sandi punya istri kayak Tania, jago masak ", ucap Sandi.
Mama mengangguk angguk sambil makan kue. Tania juga ikut makan.
" Uncle jadi mau ke rumah Karin? ", tanya Tania.
" Iya sweety, do'akan uncle ya", ucap Sandi.
"Pastinya dong", ucap Tania sambil mengacungkan jempol.
" Semoga uncle dan Karin menemukan jalan terbaik dan secepatnya married ya ", ucap Tania.
"Kita liat aja nanti ya sweety", jawab Sandi.
" Nanti ngobrol nya jangan pake emosi ya San", ucap mama.
"Oke ma, kalo gitu aku pulang dulu ya ma, mau siap siap", ucap Sandi.
Sandi mencium tangan mama dan pamit pulang.
" Assalamu'alaikum ma, bye sweety ", pamit Sandi.
" Bye uncle, semangat yaa", jawab Tania.
"Oke, dah mama", ucap Sandi.
" Hati-hati di jalan", ucap mama.
Mobil Sandi sudah meninggal kan kediaman Rasya dan pulang ke rumah nya terlebih dulu sebelum ke rumah Karin.
Setelah mandi Sandi langsung berpakaiannya rapi dan bersiap siap ke rumah Karin.
....
" Ma, Tania kasian deh sama uncle Sandi",ucap Tania.
"Kok kasian? ", tanya mama heran.
" Yaa, kasian ma, uncle tuh kan baik, dewasa, ganteng, terus kok kayaknya susah banget cari istri ya", jawab Tania.
Mama tertawa mendengar ucapan Tania.
"Apa bedanya sama Rasya, untung aja ada kamu yang mau sama Rasya, kalo nggak kayaknya nasib Rasya nggak jauh beda sama Sandi sekarang", ucap mama sambil tersenyum.
" Kok gitu ma? ", tanya Tania.
" Kamu kan tau gimana Rasya, sifat Rasya sama Sandi itu kan sebelas dua belas", jawab mama sambil tertawa lagi.
"Iya sih ma, sifat mas Rasya nggak jauh beda sama uncle Sandi, terus usia mereka sama, kelakuan sama", Tania jadi ikut tertawa.
" Tania, menurut kamu, Karin bisa nggak jadi pendamping yang cocok untuk Sandi ", tanya mama.
" Kalo masalahnya cocok nggak nya Tania nggak tau ma, tapi Karin baik kok ma, selama Tania berteman sama Karin, Tania liat nggak ada yang jelek", ucap Tania.
__ADS_1
"Mama tau Karin itu anak yang baik, tapi entah kenapa feeling mama mereka nggak cocok", ucap mama.
" Kok gitu ma? ", tanya Tania.
" Mama nggak tahu, cuma feeling mama sih ya gitu", jawab mama.
"Ya, mama harap Sandi segera menemukan jodoh nya, mau Karin atau siapa aja, asalkan bisa menjaga Sandi, mama sih ikut seneng", lanjut mama lagi.
" Iya ma, semoga aja", jawab Tania.
Sementara itu, Sandi sudah sampai di rumah Karin, setelah turun dari mobilnya, Sandi mengetuk pintu. Tak lama pintu terbuka, dan kebetulan mama nya Karin yang membukakan pintu.
"Oh nak Sandi, silakan masuk", ucap mama Karin.
" Oh iya ma", jawab Sandi kikuk.
Ternyata papa Karin sudah menunggu nya, Sandi langsung duduk setelah di persilahkan, berhadapan dengan orang tua Karin.
"Ehm, gimana keputusan kamu San? ", tanya papa Karin langsung ke topik pembicaraan.
Sandi terdiam sejenak.
" Engng.... begini pa ma, niat Sandi setelah menikah Sandi ingin membawa Karin ke rumah yang udah Sandi beli pa ma, Sandi sengaja belum menempati rumah itu karena niat Sandi ingin memulai kehidupan baru di rumah itu pa ma", jawab Sandi dengan hati hati.
"Sandi minta maaf kalau Sandi juga tidak bisa memenuhi permintaan papa untuk ikut membantu di perusahaan papa, karena Sandi masih bertanggung jawab dengan pekerjaan Sandi yang sekarang", lanjut Sandi lagi.
Papa menghela nafas kasar.
" Jadi, kamu nggak mau nurutin permintaan papa sama mama? ", tanya papa Karin.
" Maaf pa, Sandi nggak bisa", jawab Sandi dengan sopan.
"Ma, coba panggil Karin kesini", ucap papa Karin.
Mama beranjak dari tempat duduk nya, dan memanggil Karin. Tak lama mama keluar bersama Karin.Setelah mereka duduk, papa menatap Karin dengan serius.
" Rin, tadi papa dan nak Sandi sudah berbicara, nak Sandi tidak bisa memenuhi permintaan papa, nak Sandi ingin, setelah kalian menikah kalian tinggal di rumah sendiri, bukan sama papa dan mama, sekarang kamu sendiri gimana", jelas papa.
Papa dan mama Karin beranjak dari kursi dan membiarkan Karin dan Sandi berbicara berdua.
Karin menunduk, Sandi menunggu jawaban Karin.
"Tapiii, Karin nggak mau ninggalin papa sama mama mas", jawab Karin.
" Kamu kan nggak ninggalin papa sama mama rin, kita kan masih tinggal di kota yang sama, kamu bebas mau menemui mama dan papa. Mas nggak melarang kok", jawab Sandi.
"Tapi Karin maunya tetap tinggal sama mama papa mas", jawab Karin agak keras.
" Rin, mas mau kita belajar mandiri, mas ingin kita...", jelas Sandi tapi segera di potong Karin.
"Pokoknya Karin nggak mau tinggal pisah sama mama papa titik, kalau mas nggak bisa nurutin permintaan papa sama mama ya udah.. ", Karin diam sejenak.
'Karin nggak mau nikah sama mas Sandi! ", ucap Karin dengan marah.
Sandi terkejut mendengar ucapan Karin.
__ADS_1