I Love You Uncle Tampan

I Love You Uncle Tampan
eps. 34


__ADS_3

"Mamaaaaa....", panggil Tania manja setelah turun dari taksi.


" Eh kalian sudah pulang, kok nggak ngabarin mama sih sayang ?" tanya mama.


.


Tania langsung memeluk mama dengan manja.


"Gimana sayang selama di sana? seru kan?" tanya mama, begitu Rasya dan Tania sampai di rumah Rasya.


Rasya dan Tania sudah kembali dari bulan madu dan segera kembali ke rumah mereka untuk menyiapkan pesta resepsi mereka yang tinggal kurang lebih dua bulan lagi akan di selenggarakan.


"Iya ma, Tania seneng banget", jawab Tania sambil memeluk mama.


" Kenapa nggak minta di jemput aja sih Sya? " tanya mama.


"Kan bisa naik taksi ma, lagipula Rasya tahu, pasti semua lagi sibuk", jawab Rasya.


" Ya udah kalian istirahat dulu di kamar ya", ucap mama.


"Iya ma, kami istirahat sebentar ya ma", jawab Rasya lalu menggandeng Tania dan berjalan ke kamar.


Sampai di atas, Tania menghentikan langkahnya di depan kamarnya dulu.Rasya merasa heran.


" Sayang,kok berhenti di sini, kamar kita kan yang itu", ucap Rasya, sambil menunjuk ke kamar pribadinya.


Tania mengangguk,Rasya menggandeng tangan Tania, lalu mengajak Tania masuk ke kamarnya.


Tania duduk di sisi tempat tidur, Rasya ke kamar mandi.Tania memandangi isi kamar Rasya.Sambil membuka cadar dan jilbabnya,Tania teringat beberapa tahun lalu, saat dia masih kecil.


Tania kecil sering main main ke kamar uncle nya, terkadang sampai ketiduran. Sampai usianya menginjak remaja, Tania tidak pernah berani untuk masuk ke kamar Rasya, kalaupun Tania ada perlu dengan Rasya, paling hanya sampai pintu.


Dan sekarang, Tania kembali masuk kekamar Rasya setelah sekian lama.Tidak banyak yang berubah, kamar itu tetap nyaman seperti dulu.Dan Tania akan menempati kamar itu bersama suaminya,Rasya.


Karena lelah, Tania tertidur lelap. Rasya keluar dari kamar mandi, dilihatnya Tania yang sedang tertidur. Rasya berbaring di samping Tania, Dipandangi nya wajah istrinya yang masih tertidur.


"Tania, terimakasih telah memilih mas menjadi pendamping kamu,mas sangat mencintai kamu sayang", bisik Rasya pelan, kemudian mencium kening Tania dengan lembut.


Rasya pun tertidur sambil memeluk Tania yang juga masih tertidur pulas.


Hari hari berikutnya Rasya dan Tania sibuk mempersiapkan resepsi pernikahan mereka. Disela sela jadwal kuliah Tania dan Rasya yang juga sibuk dengan kegiatan kantornya.Tapi Rasya tetap meluangkan waktu untuk mengantar dan menjemput Tania ke kampus nya.


Sore itu Rasya telah menunggu Tania keluar kampusnya.Tak lama Tania berjalan beriringan dengan Karin menuju ke mobil Rasya. Rasya langsung membuka kan pintu untuk Tania.

__ADS_1


"Mas, Karin ikut kita ya,mulai besok Tania kan di rumah, lama nggak ketemu Karin,nanti Tania kangen", ucap Tania manja.


Tania mengajak Karin ke rumah mereka, karena pesta resepsi pernikahan mereka tinggal beberapa hari lagi, dan Tania dilarang sementara untuk keluar rumah, sampai hari H tiba.


" Iya sayang", jawab Rasya tersenyum sambil mengusap kepala Tania.


Setelah mengantar Tania ke rumah, Rasya langsung kembali ke kantor nya karena ada urusan.


"Mas, balik ke kantor dulu ya sayang, tadi Sandi telepon ada klien menunggu mas di kantor", pamit Rasya.


" Iya mas ", jawab Tania sambil mencium tangan Rasya.


Rasya mencium kening Tania, lalu segera masuk mobil dan kembali menuju ke kantor nya.Tania segera masuk menemui Karin yang menunggu nya di ruang tamu, ditemani mama.


" Rasya balik ke kantor sayang? " tanya mama.


"Iya ma", jawab Tania dan langsung memeluk mama.


" Ya udah kalo gitu ayo kita makan siang dulu ", ajak mama.


" Ayo Rin", Tania menggandeng Karin dan mengajaknya ke ruang makan.


Mereka segera duduk, di meja sudah tersedia makan siang yang mengundang selera.Mereka pun mulai menyantap makan siang mereka masing masing.


Tania baru menyuap sesendok nasi kedalam mulutnya. Tapi, baru beberapa kali mengunyah, Tania langsung merasa mual, Tania lari ke kamar mandi yang ada di dapur, dan memuntahkan semua isi perutnya.


"Tania sayang,kamu kenapa sayang? " tanya mama khawatir.


Tania hanya diam dan memejamkan matanya karena dia merasa benar benar pusing.Karin memijat mijat kening Tania.Mama segera menelpon Rasya.


"Sya, kamu masih di kantor? " tanya mama.


"Iya ma, ini harus selesai dan udah mau pulang, kenapa ma? "Rasya balik nanya.


"Tania Sya, dia...., jawab mama, langsung di potong Rasya


" Tania kenapa ma! " Rasya langsung panik.


"Tania muntah muntah,mukanya pucat banget", jawab mama.


" Iiiya ma, Rasya langsung pulang ini", Rasya langsung menutup teleponnya.


Dengan setengah berlari Rasya buru buru ke parkiran, di pintu keluar Rasya berpapasan dengan Sandi.

__ADS_1


"Ada apa Sya, koq panik gitu? "tanya Sandi heran.


"Tania San, dia sakit, aku harus segera pulang", jawab Rasya buru buru.


" Sini, aku yang bawa mobil, kamu keliatan panik gitu", ucap Sandi.


Rasya memberikan kunci mobilnya pada Sandi. Mereka masuk mobil, dan segera meninggalkan area kantor. Rasya gelisah dan menelepon mamanya.


"Ma, gimana Tania? " tanya Rasya panik.


"Tania sedang tidur, mama sudah menelepon dokter, ini sedang dalam perjalanan kesini" , jawab mama.


"Rasya juga sebentar lagi sampai ma", ucap Rasya.


" Kamu hati hati bawa mobilnya, jangan panik", ucap mama.


"Rasya di antar Sandi kok ma", jawab Rasya.


" Ya udah, hati hati ya", ucap mama.


Rasya menutup panggilan telepon nya.Tak lama mereka sampai di rumah, ternyata dokter sudah sampai lebih dulu.


"Assalamu'alaikum ma, gimana Tania ma" ucap Rasya dan langsung mendekati Tania yang sedang terbaring lemas di sofa.


"Dokter baru aja sampai Sya, belum juga di periksa", jawab mama.


" Rasya bawa Tania ke kamar dulu ya, biar di sana aja di periksa ", ucap Rasya.


Rasya langsung menggendong Tania, karena terkejut Tania terbangun.


" Maaf sayang, kamu jadi terbangun, mas bawa kamu ke kamar ya, biar di periksa dokter", ucap Rasya.


Tania mengangguk dan melingkar kan kedua lengannya ke leher Rasya. Rasya menggendong Tania ke kamar mereka. Mama mempersilahkan dokter untuk ke kamar Rasya.


Sesampai di kamar Rasya membaringkan Tania ke tempat tidur dengan lembut.


"Silahkan dok", Rasya mempersilahkan dokter untuk memeriksa keadaan Tania.


Dokter segera memeriksa keadaan Tania yang terlihat pucat dan lemah, Rasya memperhatikan dengan gelisah.


*


*

__ADS_1


*


Pembaca tersayang, saya minta maaf ya, atas keterlambatan updatenya, dikarenakan sesuatu hal. Terimakasih atas dukungan kalian semua. ❤


__ADS_2