
Farid dan Mira pamit pulang duluan. Sedangkan mama dan Karin serta umi menemani Tania ke kamarnya.
Sedangkan Rasya masih berbincang dengan abi dan Sandi.
"Karin, nanti pulang bareng mama ya", ucap mama.
" Ng tapi ma, apa nggak merepotkan mama", jawab Karin.
"Nggak kok, kan nanti di antar sama Sandi", ucap mama lagi.
Karin langsung merasa deg degan saat mendengar mama menyebut nama Sandi.
" Nggak apa apa Rin, bareng mama aja ya, kalo kamu pulang sendirian aku nggak tenang nantinya", ucap Tania.
Karin akhirnya mengangguk setuju untuk pulang di antar mama dan Sandi.Mama tersenyum lega, Tania juga tersenyum di balik cadar nya.
"Tania, mama pulang dulu ya, besok pagi mama langsung ke bandara aja ya", pamit mama.
Mama memeluk erat Tania dan mencium kedua pipi Tania. Lalu Tania mencium tangan mama.Karin juga ikut pamit pada Tania.Karin pun memeluk erat Tania.
" Jangan salah tingkah nanti ya", bisik Tania menggoda Karin.
"Kamu nanti yang salah tingkah", goda Karin sambil berbisik juga.
Mama dan Karin berjalan keluar kamar di antar umi. Tania tetap tinggal di kamar karena mama melarang Tania keluar kamar.
Mama dan Karin menemui Sandi dan pamit sama Rasya dan abi.Rasya mencium tangan mama.Sandi juga pamit pada abi dan umi.Kemudian mereka bertiga menuju ke mobil.
"Karin, kamu duduk di depan ya, mama mau istirahat di bangku belakang.", ucap mama.
Sandi membukakan pintu untuk Karin.Karin menurut dan segera masuk ke mobil.Sandi segera masuk ke mobil.
Sandi menanyakan alamat Karin.Setelah Karin menyebutkan alamat rumahnya mobil mereka langsung bergerak meninggalkan rumah abi Lutfi.
Abi dan umi menyuruh Rasya untuk segera istirahat di kamar Tania.Rasya melangkah dengan gugup dan saat sampai di depan pintu kamar Tania,Rasya menenangkan rasa gugupnya.
Kemudian Rasya mengetuk pelan pintu kamar Tania.Tak lama Tania membukakan pintu kamar untuk Rasya.
"Masuk mas", ucap Tania lembut.
Rasya masuk kamar mengikuti langkah Tania.Kemudian Tania duduk di sofa dengan perasaan gugup.
Rasya duduk di samping Tania.Mereka berdua saling diam untuk beberapa saat.Mereka seperti dia orang asing yang belum saling mengenal.
"Tania", panggil Rasya lembut.
Tania menoleh dan menatap Rasya.
" Mas buka cadar kamu ya? ", tanya Rasya lembut.
Tania mengangguk.Perlahan Rasya membuka cadar Tania.Rasya tertegun sejenak setelah menatap wajah Tania yang tanpa cadar.
__ADS_1
" Kamu tambah cantik Tania", ucap Rasya sambil mengusap lembut pipi Tania.
Kedua pipi Tania memerah karena malu.Rasya menyentuh tangan Tania dan kemudian menggenggam tangan Tania dengan lembut.
Tania sangat bahagia dengan perlakuan hangat dari Rasya yang menggenggam tangannya dengan sangat lembut.
Perlahan Rasya memeluk Tania dengan lembut.Tania menurut dan menenggelamkan kepalanya ke dada bidang suaminya itu.Untuk beberapa saat mereka berdua berpelukan begitu erat.
"Mas, kita sholat dulu ya", ucap Tania.
Rasya mengangguk.Setelah bersih bersih mereka berdua menunaikan sholat secara berjamaah.Selesai sholat Tania mencium tangan Rasya.Kemudian Rasya mencium kepala Tania.
Rasya kemudian menarik Tania ke pelukannya.
"Tania, mas sangat merindukan kamu sayang", ucap Rasya lembut.
" Tania juga sangat merindukan mas Rasya", jawab Tania dengan lembut.
"Terimakasih sayang, karena kamu masih mau jadi istri mas, mas sangat bahagia sayang", ucap Rasya lagi.
" Tania juga bahagia mas", jawab Tania.
" I love you sayang", ucap Rasya.
"I love you too uncle tampan", jawab Tania sambil tersenyum.
Rasya merasa gemas mendengar jawaban Tania.Kedua tangannya memegang kedua pipi Tania dan mengecup kening Tania lembut.Tania makin bertambah malu,tapi dalam hatinya dia merasa sangat bahagia.
"Tania, mas boleh...?", bisik Rasya dengan sangat lembut.
Tania mengangguk perlahan sambil menunduk tanpa berani menatap Rasya.
Rasya menggendong Tania ala bride style, dan Tania melingkarkan lengannya ke leher Rasya.
Perlahan Rasya membaringkan Tania ke tempat tidur.Mereka berdua tetap saling menatap.Rasya membelai rambut Tania.Kemudian Rasya mencium kepala Tania lalu beralih mencium kening Tania,lalu kedua pipi Tania.
Tania memejamkan matanya.Rasya menarik selimut untuk menutupi mereka berdua.Malam itu Tania telah menyerahkan semua pada suaminya.Pria yang sangat mencintainya dan juga sangat Tania cintai.
Tania tertidur di pelukan Rasya.Rasya mencium kening Tania lalu menyelimutinya.Kemudian ikut terlelap sambil memeluk erat Tania.
Lewat tengah malam Tania terbangun.Di pandangi nya wajah Rasya yang sedang tertidur pulas.Tania tersenyum malu mengingat apa yang telah mereka lakukan.
Tania perlahan menggeser tangan Rasya yang memeluk dirinya.Tapi Rasya malah ikut terbangun.
"Kamu mau kemana sayang", tanya Rasya sambil tersenyum lembut.
" Mau ke kamar mandi mas", jawab Tania.
Perlahan Tania turun dari tempat tidur.
"Aaaww", tiba tiba Tania menjerit pelan.
__ADS_1
" Sayang kenapa", tanya Rasya khawatir.
"Sakiit", jawab Tania malu.
Rasya langsung mengerti.Kemudian Rasya langsung menggendong Tania dan membawa Tania ke kamar mandi.
" Tania, maafin mas ya", ucap Rasya benar benar merasa khawatir.
"Tania nggak apa apa kok mas", jawab Tania sambil membelai wajah tampan suaminya itu.
Setelah membantu Tania di kamar mandi, Rasya kembali menggendong Tania keluar dari kamar mandi dan membaringkan Tania di tempat tidur.
" Kamu istirahat ya", ucap Rasya lalu menarik Tania ke pelukannya.
Tania benar benar-benar merasa nyaman berada di pelukan Rasya.Tak berapa lama mereka pun tertidur pulas.
Menjelang subuh Tania terbangun dan perlahan bangun.Rasya tertidur sangat lelap. Tania segera ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, Tania membangunkan Rasya dengan lembut.
Rasya bangun dan segera ke kamar mandi.Setelah mandi dan rapi,Rasya dan Tania sholat berjamaah. Selesai sholat Tania ke dapur untuk menyiapkan sarapan.Rasya menemani abi yang sedang menonton acara tivi di ruang tengah.
Setelah Tania dan umi menyiapkan sarapan di atas meja,Tania mengajak Rasya dan abi sarapan.Kemudian mereka sarapan pagi sambil berbincang-bincang.
Selesai sarapan dan membereskan meja makan Tania beranjak ke kamarnya dan menyiapkan keperluan untuk mereka berangkat.
Rasya masuk ke kamar dengan perlahan agar Tania tidak menyadari kedatangannya.Kemudian Rasya memeluk pinggang Tania dari belakang. Tania merasa kaget dan menjerit perlahan.
"Mas,Tania jadi kaget", ucap Tania manja.
Rasya tersenyum lalu memeluk Tania erat.
" Mas bantuin ya", ucap Rasya.
"Udah hampir siap kok mas", jawab Tania lembut.
" Mas duduk manis aja ya", jawab Tania.
Rasya menuruti ucapan Tania.Dia segera duduk di kursi sambil memperhatikan Tania yang sedang merapikan barang barang keperluan mereka berdua.
Tidak banyak yang mereka bawa,karena mereka pergi hanya beberapa hari saja.Rasya tersenyum sambil memandangi Tania.
Tania sadar kalau dirinya di perhatikan Rasya dari tadi.Dan itu membuat Tania merasa malu dan gugup.
Setelah semua beres dan rapi Rasya dan Tania segera bersiap siap untuk berangkat.Rasya dan Tania di antar abi dan umi ke bandara.Perlahan mobil mereka pun meninggalkan kediaman mereka menuju bandara.
*
*
*
Jangan lupa like ya.... I love you ❤
__ADS_1