
Mereka tiba di bandara, ternyata mama dan Farid sudah berada di sana.Tania langsung memeluk mama.
"Rasya,jagain Tania baik baik selama di sana", pesan mama.Umi mengangguk mengiyakan.
" Iya ma, mama sama umi tenang aja,Rasya akan selalu jagain Tania kok", jawab Rasya sambil menggenggam tangan Tania.
"Ya sudah, masuk sana nanti ketinggalan pesawat, semua sudah di siapkan di sana", ucap mas Farid.
" Terimakasih kasih ya mas", ucap Rasya dan Tania berbarengan.
Setelah berpamitan pada semua,pasangan pengantin baru itu segera berjalan menuju pesawat.Rasya terus menggenggam tangan Tania, seakan-akan takut Tania akan lari darinya.
Sampai di dalam pesawat pun Rasya tetap tidak melepaskan genggamannya.
"Mas, tangan Tania udah keringatan nih,lepas sebentar ya, Kan udah di dalam pesawat juga", ucap Tania lembut.
Rasya mengambil sesuatu dari dalam sakunya. Ternyata Rasya mengeluarkan sapu tangan.Kemudian Rasya mengusap lembut tangan Tania yang berkeringat, kemudian mengusap telapak tangannya.
Setelah itu Rasya kembali menggenggam tangan Tania.Kemudian Rasya mengecup punggung tangan Tania dengan lembut, membuat Tania salah tingkah.Apalagi Tania ingat peristiwa tadi malam, membuatnya sangat malu.
"Kamu ingat tadi malam ya", bisik Rasya ke telinga Tania.Membuat Tania merasa malu.
Rasya memeluk bahu Tania, kemudian Tania menyandarkan kepalanya ke dada Rasya.Rasya mencium kepala Tania sekilas.
Pesawat pun take off dan langsung mengudara.Selang beberapa saat sampai lah Rasya dan Tania di kota yang di tuju.Ternyata mereka sudah di jemput dari pihak hotel tempat mereka akan menginap.
Sesampainya di hotel Rasya dan Tania diantar ke kamar mereka yang sudah di pesan mas Farid.Semua memang sudah di persiapkan dengan baik dan sempurna oleh mas Farid.Kamar mereka dihias dengan sangat cantik oleh pihak hotel.
Setelah petugas hotel keluar dari kamar, Rasya langsung mengunci kamar mereka.Tania sedang sibuk membereskan koper mereka.Rasya langsung memeluk pinggang Tania dari belakang.
"Kamu mau istirahat dulu atau mau jalan jalan sayang?" tanya Rasya.
"Terserah mas Rasya aja", jawab Tania manja.
" Kamu capek nggak kalo kita langsung jalan jalan", tanya Rasya lagi.
Tania menggeleng.
__ADS_1
"Ya udah, kita jalan jalan aja ya",ajak Rasya.
Tania mengangguk dengan semangat.Mereka keluar hotel dengan menggunakan jasa taksi online.Tania sangat senang melihat lihat suasana kota tersebut.
Sepanjang perjalanan mereka tetap bergandengan dengan mesra.Kemudian mereka makan siang di sebuah restoran yang cukup terkenal di kota itu.Selesai makan siang mereka kembali ke hotel.
Mereka mengerjakan sholat berjamaah.Selesai sholat Rasya mengajak Tania mengobrol di dekat jendela kamar tersebut.Dari jendela kamar terlihat pemandangan laut yang sangat cantik.
Tania duduk di samping Rasya dengan menyandarkan kepalanya ke bahu Rasya. Rasya membelai rambut Tania yang terurai.Kemudian sesekali mencium kepala Tania.
Tania merasa sangat senang dengan perlakuan Rasya.Tania jadi teringat saat dia masih remaja, Rasya sangat memanjakannya.Tania tersenyum mengingat itu semua.
"Kenapa tersenyum sayang?" tanya Rasya heran.
"Tania inget waktu Tania masih remaja mas,mas sangat memanjakan Tania,iya kan mas, mas sangat menyayangi Tania kan mas", ucap Tania manja.
" Iya sayang, mas sangat menyayangi kamu,makanya mas sangat posesif sama kamu,mas takut kamu akan ninggalin mas, karena usia kita yang terpaut jauh", ucap Rasya sambil mengusap pipi Tania dengan lembut.
"Tania.... mas mau tanya sesuatu", ucap Rasya lembut.
"Kamu kok mau sama mas, padahal usia mas kan jauh di atas kamu? ", tanya Rasya.
" Entahlah mas,yang jelas sejak Tania mengenal rasa cinta, rasa itu sudah ada hanya untuk mas, jadi kalau di tanya kenapa Tania menyukai mas, Tania nggak tau alasannya.,tapi Tania menyukai mas sejak Tania kecil kayaknya ", jawab Tania sambil tersenyum.
" Terimakasih ya sayang", ucap Rasya sambil memeluk erat Tania.
"Terimakasih untuk apa mas? " tanya Tania.
"Terimakasih sudah mau mencintai mas, dan terimakasih sudah mau menjadi pendamping mas dan menerima mas", ucap Rasya dengan lembut di telinga Tania yang masih berada di pelukannya.
" Terimakasih juga karena mas sudah menyayangi Tania sejak Tania kecil,dan terimakasih telah mencintai Tania, Tania merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia, karena punya uncle tampan yang kemudian menjadi pendamping Tania ", jawab Tania dengan mata berkaca kaca.
" Kenapa kamu nangis sayang", tanya Rasya bingung.
"Karena Tania merasa bahagia, sekarang kita sudah sah menjadi suami istri, Tania berharap mas selalu membimbing Tania untuk menjadi istri yang baik untuk mas, Tania juga berharap hubungan kita langgeng sampai maut memisahkan", ucap Tania serius.
Rasya memeluk Tania dengan sangat erat,Rasya menangis mendengar ucapan Tania.
__ADS_1
" Mas, jangan nangis dong", ucap Tania.
"Tania, kami jangan tinggalin mas lagi ya, mas benar-benar terluka saat kamu pergi sayang", ucap Rasya lirih.
" Maafin Tania ya mas, Tania nggak akan meninggalkan mas, kecuali Allah yang memisahkan", ucap Tania.
Rasya makin erat memeluk Tania.Perlahan Rasya menggendong Tania dan membawa Tania ke tempat tidur. Rasya membaringkan Tania ke tempat tidur dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Rasya mencium kening Tania, kemudian turun ke hidung, pipi kanan dan kiri kemudian Rasya menarik selimut.Dan mereka bersama sama saling mencurahkan kasih sayang mereka sebagai suami istri yang sah.Mereka menghabiskan waktu yang cukup lama siang itu di tempat tidur.
Kemudian mereka berdua tertidur karena kelelahan. Sore harinya Tania terbangun duluan, di pandangi nya wajah suaminya yang sedang tertidur pulas.Rasya memang bertambah sangat tampan ketika sedang tertidur.Dan Tania merasa beruntung bisa menikmati pemandangan indah itu setiap dia bangun tidur.
Tanpa sadar Tania tersenyum ketika menatap Rasya, tiba tiba mata Rasya terbuka, membuat Tania kaget.
"Sudah puas memandangi wajah tampan suami kamu ini hmm.. ", ucap Rasya.
Tania merasa malu karena ketahuan sedang memandangi Rasya yang sedang tertidur.Pipi Tania bersemu merah karena malu. Rasya gemas melihatnya, kemudian langsung menakup wajah Tania dengan kedua tangannya, kemudian Rasya mencium Tania dengan lembut dan cukup lama.
" Kamu benar benar sangat cantik dan menggemaskan sayang", ucap Rasya lalu mencium Tania sekali lagi.
"Udah dong mas, ayo mandi sana udah sore nih", ucap Tania lembut.
" Ayo, kita mandi bareng ", jawab Rasya sambil langsung menggendong Tania ke kamar mandi.
Tania hanya pasrah pada suaminya itu.Mereka mandi bersama dengan durasi yang sangat lama.
Selesai mandi Rasya dan Tania sholat berjamaah., selesai sholat Rasya mengajak Tania untuk berjalan jalan di pantai, Tentu saja Tania sangat senang.Mereka berdua berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan.
Mereka segera kembali ke hotel setelah melihat matahari terbenam.
*
*
*
Jangan lupa like.... terimakasih ❤❤❤
__ADS_1