
Tania terbangun dan duduk perlahan,dia ingin mandi agar tubuhnya yang terasa gerah kembali segar. Baru saja kakinya turun dari tempat tidur, pintu kamar terbuka pelan.
"Sayang hati hati, kamu mau kemana hmm?", tanya Rasya dengan lembut.
" Mas,Tania mau mandi, gerah banget rasanya", jawab Tania manja.
"Mas bantuin ke kamar mandi ya", jawab Rasya.
"Iihh mas Rasyaaa, Tania bisa sendiri kok", jawab Tania lagi masih dengan kemanjaan nya.
" Mas cuma mau jagain aja kok sayang", jawab Rasya gemas.
"Hmm iya", jawab Tania pasrah.
Rasya langsung memeluk pinggang istrinya dan mereka berjalan berdampingan ke kamar mandi.
Setelah sampai di dalam kamar mandi, Rasya berdiri sambil memandang Tania yang sedang bersiap untuk mandi.
Tania melepas bajunya perlahan, Rasya menahan nafas nya sejenak. Tatapan nya tidak berkedip sedikit pun dari Tania.
Tania menyadari apa yang tengah terjadi pada suaminya itu.Fikiran nya langsung jahil ingin menggoda suaminya.
Tania menyalakan shower dan segera mandi, Rasya masih memandangi istrinya tanpa berkedip.
"Maas, Tania minta tolong dong", tiba tiba Tania memanggil Rasya dengan manja.
Rasya tersentak dan langsung mendekati Tania.
" Minta tolong apa sayang ", jawab Rasya dengan suara agak tertahan.
" Minta tolong gosok punggung Tania mas, boleh?", tanya Tania memancing.
Rasya mengambil spons dari tangan Tania dan mulai menggosok punggung istrinya dengan lembut.
Harum sabun di tambah posisi mereka berdua yang begitu dekat membuat hasrat Rasya makin bertambah. Tapi dia berusaha menahan nya, karena tadi siang Tania pingsan. Rasya takut Tania kenapa kenapa.
Rasya tetap menggosok punggung Tania dengan lembut sambil melamun. Tiba-tiba Tania memutar tubuhnya, sehingga mereka saling berhadapan.
Rasya terpaku menatap istrinya, tapi Tania makin berani.Tania melangkah maju sehingga tidak ada jarak sedikit pun di antara mereka berdua. Baju yang dikenakan Rasya pun sedikit basah karena badan Tania yang menempel padanya.
Perlahan Tania mengalungkan kedua tangannya ke leher Rasya. Tania sedikit berjinjit dan perlahan Tania mengecup bibir Rasya dengan lembut.
Rasya melingkar kan lengannya ke pinggang istrinya, dan membalas ciuman Tania dengan lembut. Akhirnya keduanya saling mencurahkan kasih sayang mereka dengan penuh kelembutan.
****
Setelah menutupi tubuh Tania dengan jubah mandi Rasya menggendong Tania keluar dari kamar mandi.
Kemudian Tania duduk di sisi tempat tidur, Rasya mengambil handuk kecil dan mulai mengeringkan rambut Tania.
"Maafkan mas ya sayang, pasti kamu capek kan", ucap Rasya dengan wajah menyesal.
__ADS_1
Tania tersenyum mendengar ucapan Rasya.
" Nggak apa apa kok sayang, Tania malah seneng kok", ucap Tania sambil tersenyum manis.
"Kamu sih tadi mancing-mancing mas", ucap Rasya sambil mencubit hidung Tania.
Tania menyandarkan kepalanya ke dada Rasya.Rasya memeluk Tania lembut, lalu meraba perut Tania yang masih rata.
" Dia nggak kenapa kenapa kan sayang? ", tanya Rasya cemas.
" Nggak apa apa kok mas, tenang aja. Tania kan udah konsultasi sama dokter".jawab Tania sambil menggenggam tangan Rasya.
Rasya merasa lebih tenang sekarang.
"Kamu lapar sayang?", tanya Rasya.
Tania mengangguk sambil memakai hijabnya.
" Kamu pengen makan apa? ", tanya Rasya lagi.
Tania terdiam seperti sedang berfikir. Lalu tersenyum sambil melihat Rasya.
" Pengen semur ayam, tapi mas yang masak ya", ucapnya manja sambil melingkar kan tangannya ke pinggang suaminya.
"Mas yang masak lagi? ", tanya Rasya kaget.
" Jadi, mas nggak mau nih, ya udah Tania nggak mau makan, nggak selera", ucap Tania pura-pura merajuk.
"Oke.. oke mas yang masak, tapi kamu harus makan ya sayang", bujuk Rasya.
Tania tersendiri senang. Lalu menggandeng tangan Rasya.
" Ayo mas, kita turun", ajak Tania semangat.
Rasya hanya bisa pasrah demi kemauan istri tercinta dan demi calon bayinya. Mereka berdua menuruni tangga dan langsung menuju ke dapur.
Mama yang sedang duduk di ruang tengah memperhatikan mereka berdua yang sedang berjalan kedapur.
Tania duduk di kursi lalu Rasya membuka kulkas,Rasya bingung harus ngapain.
"Den Rasya perlu sesuatu? ", tanya bibi yang baru saja masuk ke dapur.
" Ng... Tania pengen semur ayam bi, bahan-bahan nya ada?", tanya Rasya bingung.
"Ooh, ada den, sebentar ya bibi masakin", ucap bibi.
" Bi, maaf bi, tapi Tania pengen saya yang masak ayam semur buat dia bi", jawab Rasya.
"Ooo iya, bibi lupa, non Tania kan cuma bisa makan masakan den Rasya aja ya", ucap bibi mengerti.
" Tapi bi, saya nggak bisa masak", ucap Rasya lagi.
__ADS_1
"Ya udah, nanti bibi ajarin den Rasya gimana masak semur ayamnya den", ucap bibi sambil mengeluarkan bahan bahan dari kulkas.
Rasya mulai memakai celemek, karena Tania mengharuskan Rasya masak sambil memakai celemek, Tania sangat suka melihat Rasya memakai nya.
Tania memperhatikan Rasya yang mulai masak dari tempat duduk nya. Rasya kemudian mulai mengiris dan membersihkan semua bahan bahan sambil mendengar petunjuk dari bibi.
Aroma masakan Rasya mulai menggoda penciuman Tania. Mama yang sedang menonton di ruang tengah juga langsung melangkah ke dapur.
"Hmmmm, aroma apa ini koq harum banget,mama jadi lapar nih", ucap mama yang baru masuk kedapur.
" Mas Rasya masakin semur ayam buat Tania ma", jawab Tania manja.
"Tania pengen semur ayam? ", tanya mama.
" Iya ma, pengen banget tapi semur ayam buatan mas Rasya", jawab Tania.
Mama mengangguk mengerti. Lalu mendekati Rasya yang sedang sibuk masak.Mama diam saja sambil memperhatikan Rasya yang sedang sibuk.
Setelah selesai semua, Rasya menuang hasil masakannya ke sebuah mangkuk. Lalu menghidangkan nya ke hadapan Tania.
Tania sangat antusias mencium aroma masakan suaminya.Tangannya langsung mengisi piring dengan nasi dan menuang semur ayam ke piringnya. Tania mulai makan, dan dia langsung kegirangan.
"Mas, semur nya enak bangeeeet", ucapnya antusias sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.
Rasya merasa sangat bahagia melihat Tania sangat menyukai masakannya. Mama juga ikut tersenyum.
" Kamu beruntung sya, Tania ngidam makan masakan kamu, dulu mama malah nggak suka lihat papa kamu waktu mama hamil mas Farid", kenang mama.
"Iya ma? ", tanya Rasya.
" Iya sya,kamu beruntung Tania nggak mau makan makanan yang nggak di masak sama kamu", jawab mama.
"Iya ma, Rasya akan berusaha untuk belajar masak demi Tania dan calon bayi kami ma", ucap Rasya semangat.
" Iya, mama yakin setelah Tania melahirkan kamu udah bisa buka restoran, karena udah jago masak", canda mama.
Rasya tertawa mendengar candaan mama. Tania yang sedang fokus makan ikut tertawa juga.Tapi tiba-tiba Tania diam.
"Nggak boleh, mas Rasya nggak boleh buka restoran, yang boleh makan masakan mas Rasya cuma Tania, orang lain nggak boleh", ucap Tania merajuk.
Rasya langsung panik.
" Nggak sayang, mas nggak akan buka restoran, mama kan cuma bercanda aja sayang", bujuk Rasya.
"Iya Tania, mama tadi cuma bercanda kok, Rasya nggak mungkin buka restoran.Rasya kan harus mengurus perusahaan nya", bujuk mama dengan lembut.
Tania tersenyum.
" Tania juga cuma bercanda aja kok marahnya", ucapnya sambil tertawa lucu.
Rasya hanya menggelengkan kepala, tapi juga lega ternyata Tania nggak marah. Mama ikut tertawa melihat Rasya yang bingung.
__ADS_1