
Selesai makan Tania membantu membereskan meja makan dan berniat mencuci piring yang kotor.
"Eh.. jangan sayang, biar mas aja yang cuci piring ya", ucap Rasya.
" Nggak apa apa mas, biar Tania aja yang cuci piring nya, Tania bisa kok", jawab Tania.
"Nggak usah sayaaang...cup", ucap Rasya sambil mencium pipi Tania.
" Sini... sini.. Kamu duduk di sini dulu ya, mas cuci piring nya sebentar ", bujuk Rasya sambil mengajak Tania duduk di kursi dapur.
Tania menuruti Rasya, duduk dengan manis sambil memperhatikan Rasya yang sedang sibuk mencuci piring.
Lama kelamaan Tania terlihat mengantuk, dan tertidur sambil menyandarkan kepalanya ke meja makan.
Rasya yang sedang sibuk mencuci piring tidak menyadari kalau Tania sudah tertidur.Setelah selesai aktivitas mencuci piring nya,Rasya baru menyadari kalau Tania sudah tertidur.
Rasya langsung menggendong Tania dengan lembut. Rasya takut Tania terbangun, pelan pelan Rasya berjalan membawa Tania ke kamar mereka.
Mama tersenyum melihat Tania yang tertidur pulas di dekapan Rasya. Perlahan dan dengan hati hati Rasya menaiki tangga dan berjalan ke kamar mereka.
Setelah sampai di kamar, Rasya membaringkan Tania dengan perlahan. Tania menggeliat sebentar tapi kemudian tetap lelap tertidur. Rasya tersenyum memandang istrinya yang sedang tertidur.
"Mas sayang banget sama kamu sayang, tetaplah disisi mas selamanya ya", bisik Rasya perlahan.
Kemudian mengecup kening Tania dengan lembut. Tania membuka matanya perlahan sambil tersenyum.
" Tania juga sayang sama mas Rasya", ucapnya lembut.
"Maaf sayang, kamu terbangun gara-gara Mas ya? ", ucap Rasya.
Tania menggelengkan kepala perlahan.
" Mas Rasya... siniii", rengek Tania manja, sambil menepuk tempat tidur disamping nya.
Rasya langsung naik tempat tidur, dan berbaring di samping Tania. Dan menarik Tania perlahan ke pelukannya.
"Kamu tidur lagi ya sayang", ucap Rasya.
Tania mengangguk perlahan sambil memeluk Rasya.Tangan Rasya membelai rambut Tania dengan lembut. Perlahan mata Tania kembali terpejam dan kemudian terlelap kembali.
Rasya mengecup perlahan kepala Tania. Tak lama Rasya ikut tertidur juga.
*****
Rasya terbangun dan ternyata Tania sudah bangun lebih dulu dan sedang berada di kamar mandi. Rasya beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.
"Sayaaang... ", panggil nya sambil membuka pintu kamar mandi.
__ADS_1
" Ya mas", jawab Tania yang ternyata sudah selesai.
"Tunggu mas ya, mas wudhu dulu", ucap Rasya.
Tania mengangguk lalu keluar kamar mandi. Kemudian menyiapkan sajadah untuk sholat berjamaah bersama suaminya.
Selesai sholat Rasya dan Tania turun. Ternyata mama juga sudah di dapur. Tiba tiba Tania merasa mual kembali karena mencium aroma masakan dari dapur.
" Tania sayang, kalau masih mual, kamu duduk diruang tengah aja dulu sayang, ", ucap mama.
" Iya ma", jawab Tania sambil menahan mualnya.
Rasya mengantarkan Tania ke ruang tengah.
"Kamu duduk di sini dulu ya sayang, kamu pagi ini mau makan apa, biar mas masakin", ucap Rasya.
" Seperti biasa aja mas, nasi goreng pake telor ceplok ", jawab Tania lembut.
" Ya udah, kamu tunggu sebentar ya, mas masak dulu", ucap Rasya.
Rasya beranjak kedapur, tapi Tania memegang tangannya.
"Makasih ya mas, maaf Tania jadi merepotkan mas Rasya, harusnya kan Tania yang mengurusi mas Rasya", ucap Tania sedih.
" Kok Tania sedih gitu sayang, mas seneng kok kalo Tania ngidamnya cuma mau masakan mas, itu berarti Tania sama calon anak kita sayang banget sama mas, iya kan", hibur Rasya sambil tersenyum.
Tania mengangguk dan kembali tersenyum, Rasya faham dan mengerti kalo perasaan wanita yang sedang hamil sangat mudah berubah ubah.
Kemudian Rasya sibuk di dapur untuk memasak permintaan sang istri. Setelah selesai Rasya mengantarkan sarapannya ke Tania yang sedang asyik menonton acara di TV.
Sebenarnya Tania ingin sekali makan bersama mama di meja makan. Tapi karena bawaan hamil nya, Tania nggak bisa mencium bau masakan selain masakan suaminya.
"Maaaa, maafin Tania ya", ucap Tania manja ketika mama membawakan buah buahan yang sudah di potong potong untuk Tania.
" Nggak apa apa sayang, mama faham kok, mama dulu juga pernah ngalamin kayak kamu. Udah, sekarang kamu makan, abis itu makan buahnya ya", jawab mama dengan lembut.
"Makasih mama", ucap Tania sambil mendekap mama.
" Ya udah, sekarang sarapan dulu, mama juga mau sarapan ", ucap mama.
Mama kembali ke meja makan dan sarapan disana. Rasya menemani Tania makan di ruang tengah. Selesai makan dan membereskan semua Rasya bersiap akan berangkat ke kantor.
" Sayang, nanti jam 3 mas jemput kamu ya, kita kan ada janji sama dokter untuk periksa kandungan kamu", ucap Rasya sambil memasang dasi.
"Iya mas", jawab Tania, sambil membantu mengikat kan dasi kemudiannya membantu memakai kan jas ke Rasya.
" Kamu cantik banget sayang ", ucap Rasya, sambil menatap wajah Tania, Rasya menarik lembut dagu Tania dan perlahan mencium Tania.
__ADS_1
" Hmmpph.. mas, nanti mas terlambat kekantor ", ucap Tania menyadarkan Rasya.
Rasya melihat ke jam tangannya.
" Ya udah, mas ke kantor dulu ya, kamu baik baik di rumah ya, jangan capek capek", ucap Rasya llembut.
Tania mengangguk, kemudian mereka berjalan bersama keluar kamar.
Tania mengantarkan Rasya sampai depan mobil. Tania mencium tangan Rasya. Lalu Rasya mengecup perlahan kening Tania, kemudian mengelus perut Tania yang masih belum terlihat buncit.
"Papa kerja dulu ya sayang, jaga mama ya", bisik Rasya ke perut Tania. Tania jadi tersenyum melihat tingkah suaminya.
Mobil Rasya perlahan meninggalkan rumah dengan perlahan menuju ke kantor nya.
Setelah Rasya berangkat, Tania segera masuk dan mencari keberadaan mama. Ternyata mama audah berada taman belakang sedang mengurus bunga bunga kesayangannya.
"Maa", panggil Tania sambil berjalan mendekati mama.
" Iya sayang, sini sini", jawab mama.
Tania duduk di kursi taman, dekat mama. Mereka berdua kemudian asyik mengobrol di sana.
Bibi berjalan dari dalam rumah mendekati mama dan Tania.
"Nyonya, ada tamu di depan cari nyonya sama non Tania", ucap bibi.
" Siapa bi? ", tanya mama.
" Mm maaf nyonya,saya nggak kenal siapa mereka", jawab bibi.
"Ya udah, ayo sayang kita temuin tamunya", ajak mama.
Mama menggandeng tangan Tania. Setelah sampai di ruang tamu, Tania menjerit kecil karena senangnya.
" Abiii.... umiiii... ", teriaknya senang. Kemudian langsung memeluk uminya dengan erat.
Umi membalas pelukan Tania. Mereka berpelukan saling melepaskan rindu.
" Tania kangen banget sama abi dan umi", ucap Tania sambil nangis.
"Kok nangis sih sayang, kan umi sama abi udah disini", ucap umi sambil menyeka airmata Tania.
" Iya nak, abi sama umi segera ke sini setelah dapat kabar kalau kamu sudah mengandung ", ucap abi dengan perasaan bahagia.
" Iya sayang, selamat ya, abi sama umi bahagia sekali mendengar nya, semoga kalian sekeluarga selalu di rahmati Allah ", ucap umi.
" Aamiin, makasih ya abi umi, Tania senang bisa jumpa abi sama umi lagi", jawab Tania sambil memeluk erat uminya.
__ADS_1