I Love You Uncle Tampan

I Love You Uncle Tampan
eps 42


__ADS_3

Sandi berlari keluar mencari Karin, tapi dia tidak menemukan nya. Dia mencoba menelpon Karin berulang kali,tapi Karin tidak mau menjawab telponnya.


Sandi mengusap rambut nya kasar, lalu kembali masuk dan bergabung dengan tamu lainnya.


Flashback off.


Sandi masih bolak balik di tempat tidurnya, masih belum bisa tidur. Akhirnya Sandi keluar kamar, dan berjalan ke taman belakang. Sandi duduk di bangku sambil menghela nafas.


Sandi benar-benar bingung, di usianya yang tidak lagi muda, dia ingin segera berumah tangga. Tapi, belum lagi dia mewujudkan keinginan nya, dia harus di hadapkan dengan masalah.


"Kok di luar bro", tiba tiba Rasya berjalan mendekat sambil membawa dua gelas kopi panas.


Sandi yang sedang melamun langsung menoleh.


" Mau berbagi cerita? ", tanya Rasya sambil mengulurkan satu gelas kopi kepada Sandi, kemudian duduk di sebelah Sandi.


" Makasih bro, kok lu belum tidur ", ucap Sandi sambil menerima gelas kopi. Lalu menyesapnya perlahan.


" Tadi gua udah tidur,tiba tiba terbangun, terus turun mau ngambil minum, gua liat lu berjalan keluar, sekalian gua bikin kopi", jawab Rasya.


"Hmmm... ", Sandi menyesap kopinya.


" Ada apa bro, gua perhatikan dari pagi tadi muka lu kayak banyak fikiran, biasanya lu cerita ke gua kalo lu punya masalah? ", tanya Rasya.


Sandi menghela nafas, perlahan dia menceritakan perbincangan dia dengan orang tua Karin.Rasya menanggapi dengan serius. Mereka berbincang cukup lama dan akhirnya memutuskan untuk beristirahat.


Besok paginya setelah sarapan,semua berkumpul di ruang tengah, termasuk Tania.Sandi menceritakan masalah yang dia hadapi. Sedangkan Farid dan keluarganya sudah pulang sebelum subuh.


"Mama tanya sama kamu? ", tanya mama.


" Iya ma", jawab Sandi.


"Kamu sudah mencoba membicarakannya dengan Karin? ", tanya mama.


" Udah ma", jawab Sandi lesu.


"Tapi ya gitu ma, belum juga kami bertukar fikiran, Karin udah ngambek duluan, Sandi kan bingung jadinya", jelas Sandi.


Mama dan yang lainnya mendengarkan penjelasan Sandi.


" Jadi, sekarang mau kamu gimana? ", tanya mama lagi.


" Maunya Sandi ma, sama siapa pun nanti Sandi menikah, Sandi mau tinggal di rumah sendiri ma, memulai kehidupan baru, dan belajar mandiri, gitu maksud Sandi ma",jawab Sandi.


"Ya sudah, sekarang kamu pergi kerumah Karin, kamu sampaikan apa pendapat kamu pada orang tua Karin", ucap mama.


" Kalau mereka tetap bersikeras dengan keinginan mereka gimana ma? ", tanya Sandi.

__ADS_1


'Ikuti kata hati kamu", jawab mama lembut.


Sandi mengusap wajahnya, lalu menunduk. Mama beranjak dari tempat duduk nya lalu mendekati Sandi. Mama mengusap kepala Sandi dengan lemah lembut, kemudian memeluk Sandi dengan kasih sayang.


" Apapun keputusan kamu mama tetap mendukung kamu", ucap mama.


"Makasih banyak ma", jawab Sandi sambil membalas pelukan mama.


Rasya menepuk bahu Sandi


" San, kami semua akan selalu mendukung lu, lu pasti tau apa yang terbaik untuk masa depan lu", ucap Rasya meyakinkan Sandi.


"Iya Sya, makasih banyak bro", ucap Sandi sambil tersenyum.


" Uncle, semangat yaaa", ucap Tania tak mau ketinggalan.


"Iya, my sweety", jawab Sandi tersenyum.


" Apaan lu, Tania tuh my sweety bukan your sweety ", ucap Rasya cemburu.


" Iya deh iya... your sweety.. puas?? ", jawab Sandi sambil tertawa.


" Dasar om om posesif ", ucap Tania menggoda suaminya.


" Mmmmm Taniaaa..... ", ucap Rasya pura pura marah.


Rasya nggak perduli di gendong nya Tania dan langsung di bawa ke atas menuju kamar mereka.


"Kamu harus di hukum ya sayang", bisik Rasya.


Tania meronta ronta minta di turunkan tapi Rasya tidak perduli. Dia tetap membawa Tania kekamar mereka. Mama hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuan mereka.


" Huuh... dasar posesif ", ucap Sandi sambil tertawa.


Tak lama Sandi pamit ke mama untuk berangkat ke kantor, sedangkan Rasya masih cuti. Dan Sandi yang akan bertanggung jawab di perusahaan selama Rasya cuti.


.....


Sesampai di dalam kamar, Rasya membaringkan Tania perlahan di tempat tidur mereka. Rasya menatap wajah Tania yang menggemaskan.


" Tadi bilangin mas apa... hmmm? ", tanya Rasya gemas sambil menciumi wajah Tania.


" Om om posesif ", jawab Tania sambil tertawa tawa.


" Hmmmm..... nakal kamu yaaa", ucap Rasya sambil tetap menciumi Tania.


Tania mendesah pelan karena Rasya menciumi wajah dan lehernya. Mendengarkan ******* Tania, Rasya makin bernafsu. Dilumat nya bibir lembut Tania, di dorong nya bibir Tania dengan lidahnya, bibir Tania terbuka sehingga lidah Rasya leluasa bergerak di dalam mulut Tania.

__ADS_1


Tania mendesah lagi tangan nya mencengkram bahu Rasya.Perlahan Rasya membuka kancing baju Tania satu persatu. Rasya pun membuka semua pakaiannya.


Dengan penuh kelembutan Rasya memasuki Tania pagi itu, saling mencurahkan rasa, saling memenuhi hasrat.Sampai akhirnya Tania tertidur karena kelelahan. Rasya mengusap lembut keringat di kening istrinya.


"Terimakasih sayang, maaf membuat mu lelah pagi ini", ucap Rasya lembut.


Rasya mengecup kening Tania, lalu tertidur dengan posisi memeluk istrinya.


Sudah hampir tengah hari Tania terbangun, perlahan dia mencoba lepas dari pelukan suaminya. Tapi Rasya malah mengeratkan pelukannya.


" Maaaasss..... ", panggil Tania manja.


" Hmmmm.... ", Rasya tetap memejamkan mata.


"Mas, Tania mau mandi, udah gerah banget nih", ucap Tania.


Rasya bangun dan langsung turun dari tempat tidur. Kemudian dengan sigap menggendong Tania dan membawanya ke kamar mandi. Rasya dan Tania mandi bersama. Hanya rutinitas mandi biasa, karena Rasya tau Tania masih lelah.


Setelah mandi Tania sudah merasa segar. Tania sibuk mengeringkan rambutnya, dilihat nya Rasya baru keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk yang terlilit di pinggang.


Tania terus memandangi suaminya itu.


"Kenapa sayang, kok liat mas kayak gitu? ", tanya Rasya sambil tersenyum.


" Mas ganteng ", jawab Tania balas tersenyum.


Rasya memeluk Tania dan mencium pucuk kepala istrinya.


" Istri mas juga cantik banget ", ucap Rasya sambil menangkup kedua pipi Tania. Lalu mengecup bibir Tania dengan lembut. Tania tersenyum manis.


" Udah mas, pake baju dulu, nanti masuk angin loh", ucap Tania lembut.


Rasya melepaskan pelukan nya dan berjalan ke arah lemari baju. Setelah berpakaian rapi Rasya dan Tania langsung turun.


Mama terlihat sibuk di dapur sedang membantu bibi yang sedang masak. Tania berjalan ke dapur, sedangkan Rasya masuk ke ruang kerja.


"Masak apa ma? ", tanya Tania sambil memeluk mama.


" Eh udah bangun sayang ", ucap mama.


" Ini lagi masak ayam semur kesukaan kamu", jawab mama lagi.


"Hmmmm.... sedapnyaaaa", ucap Tania sambil mengelus perutnya.


" Debaynya jadi laper nih ma", ucap Tania lagi.


Mama tertawa mendengar ucapan Tania. Mama juga sudah lega karena Tania udah mulai mau makan lagi seperti biasa. Cuma sesekali aja dia nggak mau makan kalau ngidamnya nggak dituruti. Begitulah hormon ibu hamil selalu berubah.

__ADS_1


Sebenarnya sejak hamil Tania memang tidak terlalu cerewet, dia hanya susah mencari makanan yang cocok dengan selera dia. Kalau nggak sesuai seleranya, Tania akan muntah muntah. Begitu lah ngidamnya Tania, si istri kesayangannya Rasya.


__ADS_2