
Tak berapa lama mereka sudah sampai di kediaman Rasya. Mama yang sedang duduk duduk di teras tersenyum menyambut mereka berdua.Mama memperhatikan wajah Sandi yang terlihat murung walau dia berusaha menutupi dengan senyum.
"Assalamu'alaikum ma", Rasya mengucap salam lalu mencium tangan mama, begitu juga Sandi.
" Wa alaikumsalam ", jawab mama dengan lembut.
" Ayo masuk, tadi Tania masak kue buat kita, mama sengaja nungguin kalian pulang biar kita makan sama-sama ", ajak mama.
Ketiganya masuk beriringan kedalam rumah. Dari arah dapur tercium aroma kue masakan Tania. Rasya segera menghampiri Tania yang sedang sibuk memasak.
" Sayang, masak apa sih, harum banget, mas jadi laper nih", bisik Rasya sambil memeluk pinggang Tania.
Tania sedikit terkejut, tapi langsung bahagia karena ternyata suaminya yang memeluknya.
"Masak kue mas, Tania mencoba resep baru lagi", jawab Tania sambil mencium tangan suaminya.
" Emangnya kamu nggak capek uhm? ", tanya Rasya lembut.
" InsyaAllah nggak apa-apa mas", jawab Tania.
"Mas mau minum apa? ", tanya Tania.
" Kopi aja, bikin dia gelas sekalian buat Sandi", jawab Rasya.
"Iya mas", jawab Tania.
" Mas, mandi dulu ya sayang... cup", ucap Sandi sambil mencium Tania, lalu pergi ke kamar.
Tania tertawa kecil melihat tingkah suaminya itu. Tania segera membuat dua gelas kopi, satu teh hangat untuk mama, dan satu gelas susu untuk nya.
Tak lupa Tania membawa kue buatan nya dan meletakkannya di dalam baki. Perlahan Tania membawa baki tersebut untuk dibawa ke ruang tengah.
Sandi yang melihat Tania, segera beranjak membantu membawa baki berisi minuman dan kue tersebut.
"Sweety, harusnya tadi panggil uncle dong buat bantuin kamu uhm", ucap Sandi sambil membawa baki dan meletakkan nya di meja.
" Nggak apa-apa uncle, kan Tania bisa bawa nya, uncle nya aja yang berlebihan ", jawab Tania.
" No.. no.. sweety nya uncle nggak boleh capek, karena ada calon bayi dalam perut kamu,harus dijaga baik baik,jadi kalo perlu bantuan apa-apa bilang sama uncle ya", ucap Sandi tegas,.
"Iya uncle iyaaaa", jawab Tania manja.
" Tapi uncle.... Tania jadi bingung ", ucap Tania lagi.
" Bingung kenapa my sweety? ", tanya SandiSandi sambil tersenyum.
" Nanti kalo baby nya Tania lahir, berarti dia panggil kakek dong ke uncle, tapi uncle kan anak mama, nanti mama di panggil oma, iihhh, Tania jadi bingung ", ucap Tania sambil menggeleng kan kepalanya.
Sandi tertawa mendengar ucapan Tania yang menurut nya lucu Ditambah tingkah Tania yang terlihat bingung, membuat Sandi merasa benar-benar lucu. Mama juga ikut tertawa.
__ADS_1
"Tapi iya juga sih, masa iya manggil kakek, uncle masih muda, masih tampan gini kan ya", jawab Sandi.
" Lu tu udah tua, ngaku muda", jawab Rasya yang baru turun, dan langsung duduk di samping Tania.
"Kalo gua tua berarti lu juga dong, kita kan seumuran", jawab Sandi.
Rasya terdiam, baru sadar kalau dia dan Sandi seumuran. Mama dan Tania tertawa, dan Sandi tentu saja tertawa puas.
" Udah udah, makan nih kuenya", ucap Rasya menahan malu.
Sandi masih tertawa melihat Rasya yang merasa malu. Lalu mencoba kue yang di masak Tania.
"Lezat banget sayang, ini beda resep dari yang tempo hari uhm", ucap Rasya sambil mengunyah kuenya.
" Resepnya sama mas, cuma Tania ubah sedikit", jawab Tania sambil minum susu.
"Iya sweety, lezat banget loh, bikinin tiap hari ya", jawab Sandi sambil makan kuenya dengan lahap.
" Enak aja lu, nyuruh istri gua masak kue tiap hari buat lu", ucap Rasya sambil melempar bantal ke arah Sandi.
Sandi reflek menangkis bantal tersebut.
"Nggak apa-apa kan sweety?, " tanya Sandi ke Tania.
Tania tau, uncle Sandinya hanya menggoda suami nya itu. Tania hanya mengangguk pelan.
"Nggak usah turutin sayang, kan dia bisa beli ke toko kue, kamu nggak harus tiap hari bikin kue, oke? ", ucap Rasya ke Tania.
" Kok lu keberatan sih, Tania nya aja mau kok masakin gua", goda Sandi lagi.
"Istri gua jangan lu suruh suruh ya, awas lu", jawab Rasya kesal.
Tania menggenggam lembut tangan suaminya
" Mas, jangan marah ya, uncle cuma bercanda aja kok. Lagian Tania suka kok bikin kue, dan Tania janji nggak akan capek capek", ucap Tania lembut.
Rasya memeluk Tania lembut. Dia tau Sandi hanya bercanda, tapi dia tetap merasa posesif terhadap istrinya dan menurut Rasya itu wajar aja sih.
"Hmmmm, mulai deh bucin.Udah ah gua mau pulang, mau istirahat", jawab Sandi lalu menghabiskan sisa kopi nya.
" Kamu nggak makan malam disini Sandi? ", tanya mama.
" Nggak ma, lain kali aja ya ma", jawab Sandi sambil mencium tangan mama.
"Bye sweety, makasih kuenya, besok bikinin lagi ya", ucap Sandi sambil melirik Rasya.
Alhasil, bantal melayang lagi ke arah Sandi, tapi Sandi mengelak dan langsung melangkah keluar rumah.
" Pulang dulu ya, Assalamu'alaikum ", pamit Sandi.
__ADS_1
" Wa alaikumsalam ", jawab ketiganya.
Sandi keluar rumah, langsung masuk ke mobil dan perlahan meninggalkan rumah Rasya.
" Sya, ada apa dengan Sandi? ", tanya mama penuh selidik.
" Maksud mama? ", Rasya balik nanya.
" Mas, walaupun uncle kelihatan baik baik aja, tapi dari matanya uncle terlihat sedih", jawab Tania lembut.
"Ternyata kamu dan mama benar-benar peka ya", jawab Rasya.
Rasya akhirnya menceritakan semua yang terjadi antara Sandi dan keluarga Karin. Mama terlihat kaget sekaligus sedih. Tania juga terlihat sedih.
" Kasian banget uncle Sandi, Tania nggak nyangka Karin setega itu sama uncle", ucap Tania sedih.
"Padahal Sandi udah yakin banget untuk menikahi Karin", ucap mama.
" Tapi ya sudahlah, mungkin Sandi dan Karin tidak berjodoh, dan kita jangan mengungkit hal ini kepada Sandi", ucap mama lagi.
Rasya dan Tania mengangguk setuju.
Malam harinya...
"Tania masih nggak nyangka deh mas sama sikap Karin, padahal uncle Sandi kan tulus sama sayang sama dia", Tania memulai pembicaraan.
Rasya hanya diam mendengarkan cerita istrinya sambil melanjutkan pekerjaannya.
" Kurang apa lagi coba uncle Sandi, udah ganteng, baik, mapan, sabar... ", lanjut Tania sambil menyisir rambutnya.
" Ehemmm..... udah dong muji nya", ucap Rasya terdengar cemburu.
"Ya ampun maaas..., mas cemburu? ", tanya Tania langsung mendekati suaminya.
Rasya diam dan cemberut sambil tetap menatap layar laptop.Tania memeluk mesra suaminya.
" Iiihhh.... suami tampan ku ini lagi cemburu ternyata... Maafin Tania ya mas, tapi percayalah di hati Tania nggak ada orang lain mas, cuma mas Rasya seorang,beneran deh", ucap Tania sambil menciumi suaminya.
Rasya menutup laptopnya dan langsung menggendong istrinya, dan dibawanya ke tempat tidur mereka. Setelah Tania berbaring, Rasya berada di atas Tania.
"Sekarang katakan sama mas, siapa paling tampan uhm? ", tanya Rasya dengan tatapan cemburu.
" Tentu saja mas Rasya... ahhhh", desah Tania, karena suaminya mulai menciumi lehernya. Dan ******* Tania makin sering ketika kecupan Rasya makin turun dan mulai bermain di bagian dadanya. Dan malam itu Rasya kembali meminta haknya dan akhirnya membuat Tania tertidur kelelahan.
"Mas sayang banget sama kamu sayang, dan mas cemburu setiap mendengar kamu memuji cowok lain", ucap Rasya sambil mengecup kening Tania dengan lembut.
Tania terbangun dan merasa bersalah karena sudah memuji laki-laki lain di depan suaminya.
" Maafin Tania mas, Tania juga sayang banget sama mas Rasya", jawab Tania lembut dan lalu melanjutkan tidur nya karena merasa benar-benar lelah
__ADS_1
Rasya mengeratkan pelukannya pada Tania, dan akhirnya tidur pulas.