
Abi dan umi merasa sangat bahagia mendengar kehamilan Tania.
"Gimana keadaan kamu sayang? " tanya umi.
"Alhamdulillah umi,tapi masih mual mual umi", jawab Tania.
" Sabar ya sayang", ucap umi lembut.
"Umi dengar dari mama kamu, kalau kamu nggak mau makan apa apa kecuali masakan Rasya ya sayang?", tanya umi lagi.
" Iya umi, Tania merasa mual kalau mencium aroma masakan mi, tapi kalau mas Rasya yang masak, Tania baru bisa makan mi", jawab Tania.
"Berarti si debay manja ya sama papanya", ucap umi bercanda.
Tania mengangguk dan tersenyum manja mendengar ucapan uminya.
" Kamu harus jaga kesehatan ya sayang, sebentar lagi acara resepsi kamu di gelar", ucap umi.
"InsyaAllah Tania kuat umi", jawab Tania.
Mereka melanjutkan pembicaraan tentang acara resepsi yang tinggal menghitung hari.
****
Tibalah hari yang di tunggu tunggu. Hari resepsi Rasya dan Tania. Acara nya di gelar dengan cukup mewah karena banyak relasi relasi bisnis Rasya. Dan tentu saja Rasya ingin mengumumkan pada semua bahwa dia telah mempunyai pendamping dan juga akan memiliki anak.
Rasya sedikit khawatir dengan Tania. Dengan kehamilan nya Rasya takut Tania akan merasa kelelahan. Tapi setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan juga Tania mengkonsumsi vitamin untuk ibu hamil, Rasya agak tenang.
"Kamu capek sayang? ", tanya Rasya di tengah acara yang sedang berlangsung.
Tangan Rasya tidak lepas dari pinggang Tania.
" Nggak apa apa sayang, Tania masih kuat kok, debaynya juga", jawab Tania sambil menggenggam tangan Rasya.
"Kamu duduk aja ya, jangan terlalu sering berdiri", ucap Rasya dengan lembut.
" Iya mas", Tania mengangguk kemudian duduk.
Acara terus berlanjut, sampai selesai semua,Rasya menggendong Tania untuk beristirahat di kamar.
Rasya membantu Tania untuk mengganti pakaian nya. Setelah itu Tania berbaring di tempat tidur mereka. Karena kelelahan Tania langsung terlelap.
Rasya mengecup kening Tania, kemudian keluar kamar menemui keluarga nya yang masih berkumpul.
__ADS_1
"Tania udah tidur Sya?", tanya mama.
" Iya ma, kelihatannya Tania capek banget tadi", jawab Rasya.
"Pasti capek dong Sya, apalagi Tania lagi hamil gitu, mbak aja dulu waktu hamil malah nggak bisa apa apa, cuma tiduran aja di kamar", ucap mbak Mira.
" Iya Sya, kamu harus selalu ekstra menjaga Tania, jangan sampai terjadi apa apa sama istri dan anak kamu", ucap Mas Farid.
"Iya mas, Rasya akan berusaha menjaga Tania dan calon anak kami", jawab Rasya.
"Oiya, Sya, kamu rencana honeymoon kemana nih?", tanya Sandi.
" Kayaknya di pending dulu deh San,Tania belum bisa perjalanan jauh", jawab Rasya pelan.
"Tenang aja bro, kan masih bisa honeymoon dirumah toh? ", ucap Sandi sambil menaik turun kan alisnya untuk menggoda Rasya.
" Apaan sih San, lu tuh kapan nikahin Karin, nggak capek tidur sendiri terus? ", ejek Rasya.
Sandi cuma garuk garuk kepalanya yang nggak gatal, Rasya dan yang lain jadi tertawa melihat Sandi yang kesal.
" Emang nya kapan rencananya kamu mau nikahin Karin San? ", tanya mama serius.
" Iya San, buruan aja di lamar mumpung mas sama mbak mu masih di sini", ucap Farid.
" Memang nya papa minta apa?", tanya Rasya penasaran.
Sandi menghela nafas sebentar.
"Papa sama mama Karin minta, kalo memang kami mau menikah, setelah menikah nanti kami harus tinggal bersama mereka", jawab Sandi lesu.
" Sabar ya San, nanti kita cari solusinya sama sama", ucap Rasya berusaha menenangkan sahabat yang sudah seperti saudaranya itu.
"Ya sudah, sekarang kita istirahat dulu, besok kita fikir kan sama sama ya ", ucap mama sambil mengelus lembut punggung Sandi.
Sandi memeluk lembut lengan mama nya Rasya yang sudah seperti mama kandung nya itu. Sejak kecil Sandi sudah yatim piatu, setelah orang tua nya meninggal Sandi di asuh neneknya.Setelah neneknya tiada Sandi diajak mamanya Rasya untuk tinggal bersama mereka,tapi Sandi menolaknya, dia tetap tinggal di rumah peninggalan neneknya.Rasya dan namanya menganggap Sandi menjadi bagian keluarga mereka.Sandi dan Rasya sama sama menempuh pendidikan di sekolah dan kampus yang sama.
"Sekarang kamu tidur dulu ya, udah malam nih", ucap mama.
Sandi mengangguk lesu.Kemudian beranjak ke kamarnya. Rasya dan yang lainnya beranjak ke kamar masing masing. Dan segera beristirahat karena sudah merasa lelah.
Sandi membersihkan diri dan kemudian berbaring di tempat tidur nya.Dia terlentang memandang langit-langit kamarnya. Ingatan nya kembali saat pagi tadi dia menjemput Karin kerumah nya.
Flashback....
__ADS_1
"Nak Sandi, bisa papa bicara sebentar? ", tanya papa Karin.
Sandi dan papa Karin duduk di ruang tengah, kemudian mama Karin keluar membawa minuman teh hangat. Lalu duduk di samping papa Karin berhadapan dengan Sandi.
"Begini nak Sandi, kamu tahu kan Karin itu satu satunya putri kami, jadi kami minta sesuatu sama kamu. Kalau memang kalian nanti jadi menikah, papa sama minta kalian tinggal di sini bersama kami,papa juga berharap nak Sandi bisa ikut membantu di perusahaan papa," ucap papa Karin.
Sandi terdiam dan terlihat memikirkan permintaan papa Karin yang tiba-tiba tersebut.
"Papa harap kamu fikir kan baik baik permintaan papa ini ya", ucap papa Karin sambil beranjak meninggalkan Sandi yang terdiam.
Tak lama Karin selesai siap siap. Mereka pun pamit dan segera pergi ke acaranya Rasya dan Tania. Selama perjalanan, Sandi tanpa sadar menghela nafas. Karin menyadari nya.
" Mas, mas memikirkan permintaan papa tadi ya mas? ",tanya Karin pelan.
" Iya Rin, mas bingung harus gimana ", jawab Sandi.
" Kenapa harus bingung mas, mas keberatan dengan permintaan papa? ", tanya Karin.
" Bukan begitu Karin, tapi mas kan punya tanggung jawab sama pekerjaan mas sendiri, mas sudah di percaya sama Rasya", jawab Sandi.
"Jadi, mas nggak mau nurutin permintaan papa? ", ucap Karin dengan sedikit merajuk.
Sandi berusaha menenangkan Karin.
" Nanti aja ya kita bahas lagi, sekarang kita fokus ke acaranya Rasya sama Tania, kamu jangan ngambek gitu dong, nanti kalo Tania liat, gimana", bujuk Sandi.
Karin hanya diam, dan tak terasa mereka sudah sampai. Mereka langsng masuk berbarengan. Karin pun langsung menemui Tania, dan Sandi menyapa beberapa keluarga yang sudah hadir.
Tak lama acara di mulai, Sandi berusaha mendekati Karin, tapi Karin seperti sengaja menghindari nya. Sandi hanya bisa menghela nafas dengan kasar. Dia baru sadar ternyata Karin mempunyai sifat manja dan keras kepala.
Sepanjang acara Karin selalu mengacuhkannya, apalagi Sandi yang sibuk menyapa para tamu, yang memang Sandi pun mengenal mereka dengan baik.
Selesai acara Sandi mencari keberadaan Karin, tapi dia tidak menemukan nya.
"Tania... ", panggil Sandi pelan.
" Iya uncle? ", jawab Tania.
Tania masih terbiasa memanggil Sandi uncle, karena Sandi juga sudah seperti uncle bagi Tania.
" Kamu liat Karin? ", tanya Sandi.
" Tadi Karin pamit pulang uncle, Tania fikir pulangnya sama uncle", jawab Tania.
__ADS_1
Sandi berdecak pelan. Dan Tania langsung peka bahwa ada sesuatu masalah yang terjadi antara sahabatnya Karin dengan uncle Sandi.