I Love You Uncle Tampan

I Love You Uncle Tampan
eps. 37


__ADS_3

"Mas antar ya Rin?", tanya Sandi.


" Ng.. makasih ya mas, tapi Karin naik taksi aja ya mas", jawab Karin gugup.


"Udah, mas tunggu kamu di mobil", ucap Sandi tegas setelah berpamitan sama mama.


Sandi berjalan ke mobilnya. Karin segera menyusulnya setelah pamit ke mama.Sandi membukakan pintu mobilnya untuk Karin.Setelah Karin duduk di dalam mobil, Sandi masuk ke mobil, dan langsung menyalakan mobilnya. Sesaat kemudian mobil Sandi melaju perlahan menuju ke kediaman Karin.


******


Rasya duduk di samping Tania yang masih tertidur,perlahan di belainya rambut Tania, Rasya benar-benar merasa sangat bahagia dengan kehamilan Tania.


Rasya merasa sangat bersyukur dengan kebahagiaan yang terus dia dapatkan. Mulai di pertemukan kembali dengan Tania, pulihnya ingatan Tania, sampai mereka menikah, Dan sekarang, Allah memberikan lagi kebahagiaan dengan hadirnya calon anaknya di rahim istrinya.


Rasya terus memandangi Tania.Kemudian Tania terbangun dan melihat Rasya yang sedang memandanginya.Rasya mengusap matanya yang basah.


"Maas, mas kenapa nangis? " tanya Tania dengan lembut.


"Mas bahagia sayang", jawab Rasya sambil tersenyum.


" Mas janji, mas akan selalu menjaga kamu dan calon anak kita, mulai sekarang kamu nggak boleh capek, kalau perlu apa apa bilang sama mas ya", ucap Rasya panjang lebar.


"Iya mas", jawab Tania sambil tersenyum.


Rasya mencium kening Tania dengan lembut.Tania memeluk manja Rasya, Rasya pun memeluk erat Tania.Tiba tiba perut Tania berbunyi karena belum terisi makanan.


" Astaghfirullah,kamu belum makan kan", tanya Rasya.


"Nggak selera makan mas", jawab Tania manja.


" Kamu harus makan sayang,demi kesehatan kamu dan demi kesehatan calon anak kita", bujuk Rasya dengan lembut.


Rasya mengajak Tania turun untuk makan. Dengan malas Tania menuruti Rasya. Setelah sampai di meja makan, Rasya menyuruh Tania untuk duduk.


Rasya menyuruh bibi menyiapkan makanan untuk Tania. Baru saja bibi meletakkan hidangan di atas meja, Tania merasa mual dan segera lari ke kamar mandi. Tania kembali muntah muntah, Rasya merasa menyesal karena telah memaksa Tania untuk makan.


Mama keluar kamar dengan buru buru karena mendengar Tania muntah muntah di dapur.


"Tania muntah lagi Sya? ", tanya mama.


" Iya ma", jawab Rasya sambil memijat tengkuk Tania, wajahnya terlihat sangat cemas.


"Rasya nyuruh Tania makan ma, Rasya nggak mau Tania kenapa kenapa", ucap Rasya dengan nada khawatir.


Mama menyuruh bibi untuk menyimpan kembali makanan yang ada di meja.Tania sudah berhenti muntah, Rasya memapahnya untuk duduk kembali.


" Gimana ma, Tania belum makan dari tadi", ucap Rasya cemas.


Mama terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu.


"Tania masih mual?", tanya mama khawatir.


" Mmm sekarang malah nggak mual sama sekali ma", jawab Tania.


"Kalo gitu kamu makan ya sayang", bujuk Rasya.

__ADS_1


" Tunggu Sya", ucap mama.


Mama paham sekarang, Tania merasa mual dan ingin muntah karena mencium bau masakannya.Makanya setiap makanan di hidangkan di hadapan nya, Tania mual.


"Tania sayang, kamu ada kepingin makan sesuatu? buah atau jajanan? ", tanya mama lembut.


" Mmm, Tania kepingin nasi goreng ma", jawab Tania.


"Nasi goreng??? ", tanya mama dan Rasya bersamaan.


" Mas, suruh bibi bikin nasi goreng untuk kamu ya", ucap Rasya.


"Nggak mauu, Tania pengennya mas yang masak nasi goreng nya", ucap Tania manja.


" Ap..apa, mas yang masak? Mas kan nggak bisa masak sayang", ucap Rasya bingung.


"Ya udah, kalo gitu Tania nggak mau makan", Tania merajuk.


Rasya merasa bingung, mama mengajak Rasya ke dapur.


" Sya, mulai sekarang kamu harus paham kalo sikap Tania berubah ubah dan agak kekanak-kanakan, itu bawaan bayi Sya", jelas mama.


"Iya ma, Rasya paham kok, masalah nya ma Rasya kan nggak bisa masak", jawab Rasya.


" Ya udah, kamu coba masak nanti mama ajarin", ucap mama.


"Iya ma, Tania sayang, jangan ngambek ya, mas masak dulu nasi gorengnya", ucap Rasya sambil membujuk Tania.


Tania langsung tersenyum mendengar kata kata Rasya barusan.Rasya memakai celemek sebelum mulai masak.


" Mas, tunggu dulu! "ucap Tania.


" Nah, sekarang mas udah boleh mulai masak", ucap Tania senang.


Rasya mengangguk bingung dan mama hanya tertawa melihat Rasya yang kebingungan.Tania tersenyum senang sambil memandang foto Rasya.


Rasya kemudian mulai masak dan tentu saja mengikuti instruksi dari mama. Sedangkan Tania memperhatikan Rasya yang sedang masak.Tania merasa suaminya itu makin bertambah tampan saat sedang memasak.


Tania terus memperhatikan Rasya yang sedang memasak. Tak lama nasi goreng permintaan Tania sudah jadi, Rasya menghidangkan nasi goreng di meja. Mama pamit ke kamar, sengaja membiarkan mereka berdua.


"Nasi goreng nya udah jadi tuan putri, silahkan", ucap Rasya sambil tersenyum manis.


Tania masih saja memperhatikan Rasya, kemudian mengelap keringat di pelipis Rasya.


" Makasih ya mas", ucap Tania senang.


Rasya duduk di samping Tania, dia deg degan karena ini pertama kalinya Rasya masak.


"Tania makan ya mas", ucap Tania.


Tania mulai menyendok nasi goreng, dan mulai makan.Tania makan dengan lahap, karena dia benar-benar merasa lapar. Rasya merasa keheranan melihat Tania makan dengan lahap.Dia penasaran dengan rasa nasi goreng buatannya.


" Tania, mas boleh cicip sedikit ya", ucap Rasya.


"Nggak boleh", ucap Tania sambil menghabiskan nasi gorengnya.

__ADS_1


Nasi gorengnya habis tak tersisa. Rasya bengong nggak percaya.Rasya juga merasa senang karena akhirnya Tania bisa makan tanpa muntah muntah.


"Gimana sayang nasi gorengnya?", tanya Rasya penasaran.


" Enaaaaak buanget ", jawab Tania sambil mengacungkan kedua jempolnya.


" Nanti malem masakin lagi ya mas", ucap Tania manja sambil memeluk Rasya.


"Iya sayang", jawab Rasya sambil balas memeluk mesra Tania.


******


Karin meremas jari jemarinya dan terlihat gelisah. Dan Sandi memperhatikan Karin. Sebenarnya Sandi melihat perubahan di wajah Karin semenjak Karin menerima telepon dari mamanya tadi. Sandi mencoba untuk tidak menanyakan hal itu pada Karin.


Tapi, karena Karin makin terlihat gelisah, Sandi menghentikan mobilnya di pinggir jalan.Karin bingung karena mobilnya berhenti.


"Rin, mas boleh tanya sesuatu sama kamu?", tanya Sandi lembut.


" Boleh mas", jawab Karin.


"Mas perhatikan kamu gelisah dari tadi, ada apa Rin? ", tanya Sandi lagi.


" Nggak ada apa apa mas", jawab Karin sambil melihat keluar jendela.


"Ya udah kalo nggak ada apa apa", ucap Sandi sambil menghidupkan mesin mobil nya kembali.


" Ng... mas", panggil Karin lembut.


Sandi mematikan mesin mobilnya lagi.


"Tadi, mama telepon Karin mas, ada yang mau melamar Karin, tapi Karin nggak mau mas,Karin nggak cinta sama cowok itu",Karin menceritakan masalahnya pada Sandi.


Dalam hatinya Sandi merasa senang karena Karin tidak menyukai laki laki itu.


" Rin, mas boleh tanya sesuatu?", tanya Sandi.


"Boleh mas, mau tanya apa ya", jawab Karin.


" Kamu udah punya pacar?", tanya Sandi sambil menatap Karin dengan serius.


Karin merasa gugup ditatap Sandi seperti itu.Sandi masih menunggu jawaban Karin dengan perasaan deg-degan.


"Belum mas", jawab Karin pelan.


" Yes " teriak Sandi di dalam hati.


"Kenapa mas?", tanya Karin.


" Nggak apa apa kok, jadi gimana nih, kita ke rumah kamu sekarang? ", ucap Sandi.


Karin mengangguk lesu. Sandi menghidupkan mesin dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah Karin.


*


*

__ADS_1


*


❤❤❤


__ADS_2