I Love You Uncle Tampan

I Love You Uncle Tampan
eps. 44


__ADS_3

"Karin... kamu bercanda kan", ucap Sandi dengan lembut.


" Nggak mas, Karin serius, Karin maunya kita tinggal di sini dan Karin pengen mas membantu papa di perusahaan nya, itu aja permintaan Karin mas", jawab Karin.


"Tapi Rin, mas nggak bisa memenuhi permintaan kamu dan papa kamu", jawab Sandi.


" Ya udah, berarti kita nggak sejalan, gimana kita bisa menikah kalau kita berdua nggak sejalan, nggak sepemikiran gini", ucap Karin.


"Maksud mas kan kita bisa membicarakan ini baik baik, tanpa pake emosi", jawab Sandi dengan sabar.


" Coba kamu fikir kan baik baik maksud mas, mas nggak akan misahin kamu sama keluarga kamu, mas cuma ingin kita mandiri, menjalani rumah tangga sesuai dengan pemikiran kita sendiri ", jelas Sandi.


" Tapi mas, Karin tetap mau sama papa mama, Karin juga nggak bisa bantuin di perusahaan papa, jadi Karin minta mas mau ya, bantuin papa", bujuk Karin.


"Maaf Karin, untuk pekerjaan, mas nggak bisa meninggalkan pekerjaan mas,karena mas punya tanggung jawab di sana", ucap Sandi.


" Ya udah, kayaknya kita memang nggak cocok deh mas, cara berfikir kita berbeda, jadi Karin rasa kita nggak bisa menerus kan rencana pernikahan kita", ucap Karin.


Sandi menghela nafas.


"Baiklah kalau itu keputusan kamu, mas akan mencoba menerima nya, mungkin kita memang tidak di takdir kan untuk berjodoh", ucap Sandi.


Tak lama papa dan mama Karin menemui mereka.


" Maaf tadi papa dan mama mendengarkan pembicaraan kalian, jadi Sandi kamu tetap dengan prinsip dan keinginan kamu? ", tanya papa Karin.


" Iya pa ma, Sandi minta maaf yang sebenarnya, Sandi tidak bisa memenuhi keinginan papa dan mama", jawab Sandi dengan sopan.


"Dan kamu Karin, kamu yakin dengan keputusan kamu? ", tanya papa Karin.


" Iya pa, Karin nggak mau menikah dengan laki-laki yang nggak bisa memenuhi keinginan Karin", jawab Karin. (egois banget ini anak).


"Baiklah nak Sandi, saya dan mamanya Karin memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahan kalian", ucap papa Karin.


Sandi hanya mengangguk lesu.


" Baik pa ma, sebelumnya saya minta maaf telah mengecewakan kalian, saya menerima keputusan ini, mungkin memang saya dan Karin tidak berjodoh, saya do'a kan Karin bisa menemukan seseorang yang lebih baik dari saya", ucap Sandi dengan sopan.


"Kalau begitu saya pamit, terimakasih selama telah menerima saya dengan baik, sekali lagi saya minta maaf", ucap Sandi.


Sandi berpamitan dan menyalami kedua orang tua Karin. Dan juga menyalami Karin yang sudah menangis sedari tadi. Kemungkinan Sandi meninggal kan kediaman Karin dengan perasaan sedih.

__ADS_1


Setelah Sandi pergi, Karin langsung lari ke kamar dan menangkan sesenggukan. Mama menghampiri Karin dan memeluk nya.


"Mama, Karin sayang banget sama mas Sandi ma.. hiks....", ucap Karin sesenggukan.


" Maafkan mama sayang, mama nggak bisa bantu kamu. Karena keegoisan papa kamu, kamu harus melepaskan Sandi, maafkan mama ya sayang ", ucap mama Karin sambil memeluk erat Karin.


Mama Karin sangat menyesal karena tidak bisa membantu Karin. Saat papa Karin tahu kalau Sandi ingin memperistri Karin, papa Karin sangat ingin Sandi membantunya di perusahaan nya. Papa Sandi sangat mengenal betapa piawai nya Sandi dalam dunia bisnis.


Rasya dan Sandi, merupakan pengusaha sukses yang cukup terkenal karena sangat profesional dalam pekerjaan nya. Banyak rekan bisnis mereka yang merasa kagum tapi banyak juga yang merasa iri.


Dan papa Karin, sangat menginginkan Sandi membantu dia agar perusahaan nya menjadi besar, maka dari itu dia membuat persyaratan saat Sandi ingin memperistri Karin.Awalnya Karin sangat menentang kemauan papanya, tapi dengan terpaksa akhirnya menurut.


Karin sangat menyayangi Sandi, karena Karin tahu Sandi adalah pria yang baik. Akhirnya Karin memutuskan untuk melepaskan Sandi. Karin tidak mau Sandi menikahinya dengan syarat yang bertentangan dengan keinginan Sandi.


"Kalau kamu memang menyayangi Sandi, kenapa kamu membatalkan pernikahan kalian, Mmm? ", tanya mama Karin.


" Hiks... Karin kasihan sama mas Sandi ma, Karin nggak mau memaksakan kemauan papa kepada mas Sandi. Lebih baik kami berpisah ma, dan Karin berharap mas Sandi mendapatkan wanita yang lebih baik dari Karin", ucap Karin sambil menangis.


"Setidaknya kamu kasih penjelasan kepada Sandi, apa yang sebenarnya terjadi", ucap mama.


" Nggak ma, Karin nggak mau, kalau mas Sandi tahu kebenarannya, dia akan menuruti kemauan papa, dan Karin nggak mau itu terjadi ma", jawab Karin.


Tiba-tiba papa Karin masuk ke kamar dan marah marah.


" Karin nggak mau memaksa mas Sandi pa", jawab Karin sambil menangis.


"Baik, karena kamu sudah memutuskan rencana pernikahan kamu dengan Sandi, berarti kamu harus menerima lamaran yang kamu tolak beberapa hari yang lalu. Papa tidak maubmendengar penolakan lagi dari kamu, faham! ", ucap papa Karin tegas.


" Mulai sekarang kamu persiapkan diri kamu, karena sebentar lagi kamu akan segera menikah, biar papa yang mengurus semuanya ", ucap papa Karin.


Lalu papa Karin meninggalkan Karin yang makin menangis di pelukan mamanya.


" Maafkan mama sayang karena tidak bisa membujuk papa kamu ", ucap mama sambil memeluk Karin.


Karin menangis sesenggukan di pelukan mamanya dan hanya bisa pasrah menerima keputusan papanya.


Maafkan Karin mas Sandi..


.......


Sandi mengemudi kan mobilnya sambil melamun.Tiba-tiba ponsel Sandi berbunyi,Rasya menelponnya,Sandi langsung mengangkat nya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum San, lu di mana", ucap Rasya.


"Wa alaikum salam,lagi di jalan nih, ada apa sya?",tanya Sandi.


" Perasaan gue nggak enak tentang lu, lu dari rumah Karin kan", ucap Rasya.


Sandi terharu, sejak mereka saling kena,l Rasya memang selalu merasakan apa yang Sandi rasakan. Ikatan batin mereka sudah melebihi saudara kandung.


"San, Sandiii.... lu denger gue kan", ucap Rasya lagi.


" Ehh, iya sya, gue denger kok", jawab Sandi gugup karena tersadar dari lamunan nya.


"Lu langsung ke kantor, gue tunggu disini, sekarang! ", perintah Rasya.


Rasya langsung menutup panggilan nya, Sandi berusaha secepat mungkin sampai di kantor. Setelah sampai Sandi bergegas ke ruangan Rasya.


Rasya sudah menunggu nya, Sandi langsung duduk di sofa, kemudian memberikan segelas kopi panas.


" Minum dulu biar agak tenang ", ucap Rasya.


Sandi menyesap kopinya perlahan. Setelah beberapa tegukan Sandi menaruh gelasnya di atas meja.


"Gimana, lu mau cerita? ", tanya Rasya.


Sandi menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


Sandi akhirnya menceritakan semuanya kepada Rasya, dan Rasya mendengarkannya dengan serius.


Tampak mata Sandi berkaca kaca. Rasya bisa memahami perasaan sahabatnya itu.


" Mungkin Karin bukan jodoh lu,jadi menurut gue, mulai sekarang lu harus move on, lupakan semua yang terjadi hari ini, oke? ", ucap Rasya.


" Lu kan ganteng, walaupun masih kalah ganteng sama gue, terus lu itu pengusaha sukses bro, kaum hawa banyak yang antri buat dapetin lu", hibur Rasya.


Sandi tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Makasih ya bro udah mau dengarin curhat gue", ucap Sandi.


" Tenang aja bro, gue selalu ada buat lu", jawab Rasya.


"Ayo kita pulang, lu ikut mobil gua aja, mobil lu biar supir yang bawa", ajak Rasya.

__ADS_1


Rasya dan Sandi meninggalkan ruangan kerja Rasya. Lalu mereka berdua pulang ke rumah, Sandi sudah merasa lebih baik setelah berbagi cerita dengan Rasya.


__ADS_2