I Love You Uncle Tampan

I Love You Uncle Tampan
eps. 46


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian....


Pagi pagi sekali Rasya buru buru ke kantor nya.


"Mas, berangkat ke kantor dulu ya sayang", Rasya pamit sambil meencium kening Tania.


" Rapat lagi mas? ", tanya Tania sambil mencium tangan suaminya.


" Iya sayang,ada sedikit masalah di kantor, jadi harus segera di cari penyelesaian nya", jawab Rasya.


Rasya berlutut dan mencium perut Tania yang sudah terlihat buncit.


"Papa kerja dulu ya sayang, jagain mama ya anak baik", ucap Rasya pelan.


" Awh....", ucap Tania tiba-tiba.


"Kenapa sayang, apa yang sakit? ", tanya Rasya panik.


" Nggak sayang, baby nya nendang, Tania jadi kaget ", ucap Tania lembut.


" Ya udah, mas pergi dulu ya, kamu jangan capek capek uhm", ucap Rasya lalu memeluk Tania.


Setelah pamit ke mama, Rasya langsung berangkat ke kantor nya.


"Kasian mas Rasya ma, makin sibuk gara-gara masalah kantor", ucap Tania sambil duduk disamping mama.


" Iya sayang, kita do'a kan semoga masalah nya cepat selesai ya", ucap mama lalu merangkul Tania.


Mama tau, Tania sangat mengkhawatirkan Rasya. Walaupun Tania terlihat tenang di hadapan Rasya, tapi mama tau Tania selalu memikirkan masalah Rasya.


"Kamu jangan mikirin macem-macem ya sayang, kasian baby kamu", ucap mama sambil mengelus perut Tania.


" Emang ngaruh ya ma", tanya Tania.


"Iya sayang, kalo kamu sedih, baby kamu ikut sedih, jadi kamu tenangkan fikiran kamu, mama yakin Rasya bisa kok mengatasi permasalahan di perusahaan nya", ucap mama meyakinkan Tania.


Tania mengangguk pelan. Mama memeluk Tania dengan lembut.Pelukan mama membuat perasaan Tania menjadi lebih tenang.


Malam harinya....


Rasya belum pulang padahal jam sudah menunjukkan jam 10 malam, biasanya Rasya pulang paling lama jam 7 malam.Tapi Rasya sudah memberi kabar kalau dia pulang agak lama. Dan akhirnya Tania sampai ketiduran di sofa menunggu suaminya pulang.


"Sayang, kamu tidur di kamar aja, biar mama yang nungguin Rasya", ucap mama lembut sambil membangunkan Tania.

__ADS_1


" Tapi ma, Tania mau nungguin mas Rasya ma, Tania di sini aja ya ma", jawab Tania sambil menahan ngantuk.


"Kamu itu sedang hamil sayang, lebih baik istirahat di kamar", bujuk mama lagi.


" Tapi ma... ", rengek Tania.


" Udah, ayo mama antar ke kamar, muka kamu aja udah capek banget tuh, nahan ngantuk lagi, kasihan bayi kamu nanti ", ucap mama lembut.


Akhirnya Tania menurut,mama mengantarkan Tania ke kamar supaya dapat beristirahat. Setelah menyelimuti Tania, mama kembali ke ruang tengah menunggu Rasya pulang.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil Rasya. Bibi membuka kan pintu. Kemudian Rasya di ikuti Sandi berjalan berbarengan masuk.


"Assalamu'alaikum ma", Rasya mengucap salam dan mencium tangan mama. Diikuti Sandi.


" Wa alaikum salam, kalian sudah makan? ", tanya mama.


" Udah ma, tadi makan malam bersama klien", jawab Rasya.


"Tania udah tidur ma? ", tanya Rasya.


" Baru aja mama anter ke kamar,kasihan tadi dia nungguin kamu sampe ketiduran di sofa", jawab mama.


"Rasya ke kamar sebentar ya ma", ucap Rasya.


Mama mengangguk. Rasya berjalan menuju ke kamar nya. Dia benar benar merindukan istrinya itu. Sesampainya dikamar Rasya pelan pelan mendekat istrinya yang sedang lelap tertidur.


"Eenghh..... ", Tania terbangun dan tersenyum melihat Rasya.


" Maaf sayang, kamu jadi terbangun ", ucap Rasya lembut.


" Mass... Tania kangen ", ucap Tania manja.


" Mas juga kangen kamu sayang", ucap Rasya sambil memeluk istri nya itu. Tania menyusupkan kepalanya ke dalam pelukan Rasya.


"Sekarang kamu tidur lagi ya, mas mau mandi dulu biar seger", ucap Rasya lembut.


" Mas udah makan? ", tanya Tania.


" Udah sayang tadi mas sama Sandi makan malam bersama salah satu klien, makanya pulangnya agak lama", jawab Rasya.


"Iya mas nggak apa apa", jawab Tania.


Tak lama Tania kembali tertidur, matanya betul betul mengantuk. Rasya masuk kamar mandi dan membersihkan diri disana. Setelah mandi Rasya kembali ke ruang tengah menemui Sandi dan mama.

__ADS_1


Sandi juga ternyata sudah mandi. Di meja sudah tersedia kopi panas buatan mama. Rasya duduk di samping mama. Rasya memulai pembicaraan nya dengan mama. Tentang permasalahan yang sedang di hadapi perusahaan mereka.


Sandi juga ikut menjelaskan apa penyebab timbulnya permasalahan tersebut. Dan untuk menyelesaikan masalah tersebut Rasya akan berangkat keluar negeri menemui pihak investor disana.


Mama terdiam sejenak mendengarkan penjelasan Rasya dan Sandi.


"Masalah ini udah kamu bicarakan sama kakak kamu? ", tanya mama.


" Udah ma,bang Farid bilang kita harus kesana menyelesaikan masalah ini,jadi mungkin Rasya harus kesana ma", ucap Rasya.


Mama diam sejenak seperti memikirkan sesuatu.


"Sya, kamu harus ingat Tania sedang hamil besar, dia sangat membutuhkan perhatian kamu, apa nggak bisa di wakilkan Farid atau Sandi aja", ucap mama.


" Nggak bisa ma, pihak sana pengen ketemu dengan Rasya langsung ", jawab Rasya sambil menghela nafas.


Berat bagi Rasya memang meninggalkan Tania nya walau sebentar. Apalagi Tania sedang membutuhkan perhatian nya.


" Jadi gimana kamu menjelaskan ke Tania kalau kamu akan keluar negeri ", tanya mama.


" Itulah yang Rasya fikirkan dari tadi ma", ucap Rasya resah. Rasya mengacak rambutnya.


"Gua yakin sya Tania pasti faham situasi yang kita hadapi sekarang, asal lu jelasin semua ke dia", ucap Sandi yakin.


'Iya sya, Tania itu pemikiran nya dewasa, walaupun dia memang manja, tapi dia faham dan bisa menyikapi sebuah persoalan dengan bijak", ucap mama.


"Besok pagi Rasya jelasin ke Tania ma", ucap Rasya.


" Ya udah sekarang kalian istirahat sana, udah malam", ucap mama.


Rasya dan Sandi berjalan menuju kamar masing-masing. Sampai di kamar, perlahan Rasya berbaring di samping Tania. Dibelainya rambut Tania dengan lembut.Tania menyusupkan kepala nya ke dada Rasya. Merasa nyaman dalam pelukan Rasya, Tania makin terlelap. Perlahan Rasya juga tertidur karena mengantuk.


Besoknya...


Tania terbangun lebih dulu, di pandangi nya wajah suami nya yang terlihat lelah. Di usapnya pelan pipi Rasya, kemudian perlahan jari telunjuk nya menyentuh hidung mancung suaminya. Tiba-tiba tangan Tania di tangkap Rasya, dan telunjuknya di gigit Rasya pelan.


"Aww...kok digigit maaass ", pekik Tania manja.


" Sakit ya... sini mas obatin ", Rasya menarik tangan Tania lagi, lalu mengecup telunjuk Tania dengan lembut. Pipi Tania langsung memerah gara-gara perlakuan suaminya itu.


" Kamu tuh ya, masih aja malu malu gitu, bikin mas pengen gigit kamu tau nggak sih", ucap Rasya gemes sambil menangkup wajah Tania.


"Iihh, kok digigit, nanti sakit dong", jawab Tania manja.

__ADS_1


" Ya udah, di kiss aja", Rasya langsung mencium lembut bibir Tania.


"Morning kiss", ucap Rasya lembut. Tania tersenyum. Dan mengecup singkat bibir Rasya lalu turun dari tempat tidur langsung berjalan ke kamar mandi. Rasya tersenyum melihat Tania.


__ADS_2