I Love You Uncle Tampan

I Love You Uncle Tampan
eps. 47


__ADS_3

Tania membuka matanya dan melihat Rasya yang masih lelap tertidur. Dipandanginya wajah suami tercintanya itu dan teringat tadi malam.


*Flashback.....


Tania terbangun dan melihat ke samping kanannya, ternyata suaminya tidak ada.


Perlahan Tania bangun dari tempat tidur dan berjalan pelan keluar kamar mencari keberadaan suaminya.


Sayup-sayup Tania mendengar suara orang yang sedang berbincang, ternyata Rasya sedang ngobrol bersama mama dan Sandi.


Tania hanya mendengar dari jauh tentang obrolan mereka, kemudian Tania berlalu dari situ dan kembali ke kamar.


Tania kembali merebahkan tubuhnya dengan perlahan. Sambil mengusap perutnya yang buncit, airmata Tania mengalir perlahan.


" Sayangnya mami, sepertinya saat kamu lahir nanti, Papi nggak bisa nemenin mami sayang...", ucap Tania lirih.


Tak lama Tania tertidur. Saat suaminya datang dan memeluk nya, Tania menyusupkan kepala nya ke dada suaminya, dan menahan tangisnya*.


Rasya terbangun dan menatap istrinya yang sedang memandangi nya.


"Sayang... kok mandangin mas kayak gitu hmm? ", tanya Rasya merasa heran.


"Nggak apa apa kok mas", jawab Tania sambil berusaha tersenyum.


"Tapi mata kamu kok sembab gitu, kamu habis nangis? " tanya Rasya lagi, sambil mengusap pipi Tania lembut.


"Cuma sedih aja, tadi malam Tania tertidur, nggak nungguin mas pulang", dalih Tania.


" maafkan Tania udah berbohong mas" ucap Tania dalam hati.


Rasya langsung memeluk erat istri nya, sambil membelai rambut Tania dengan lembut.


"Nggak apa apa sayang, kan mas yang salah, mas kelamaan pulangnya, jangan sedih ya", ucap Rasya lembut.


Tania mengangguk dan membalas pelukan Rasya dengan erat. Jujur, Tania tidak rela suaminya akan pergi meninggalkan dia yang tidak lama lagi akan melahirkan.


Tapi Tania juga tau kalau suaminya juga pasti tidak mau meninggalkan dia, hanya saja karena tanggung jawab pekerjaannya, mau tidak mau Rasya harus pergi.


"Ya udah sekarang kita sholat yuk, biar sayang nya mas ini nggak sedih lagi hmm", ucap Rasya sambil mencubit hidung istrinya yang menggemaskan itu.


Mereka bersama sama ke kamar mandi dan kemudian melaksanakan sholat berjamaah.


Selesai sholat Tania sudah sibuk di dapur, tentu saja di bantu mbak, agar Tania tidak terlalu capek.

__ADS_1


Sedangkan Rasya sudah serius di depan laptopnya.


Mama dan Sandi terlihat sedang ngobrol serius di ruang tengah.


"San, tolong kamu usahakan kalo bisa kamu sama Farid aja yang berangkat", ucap mama pelan.


" Kamu lihat Tania tuh, sebentar lagi dia melahirkan, kasihan kan kalo Rasya nggak mendampingi dia. Rasya juga pasti tidak akan fokus disana", ucap mama lagi.


Sandi mengangguk dan melihat ke arah Tania sebentar.


"Iya ma, Sandi juga mikir gitu, tapi mama kan tau Rasya gimana, dia merasa bertanggung jawab pada pekerjaan nya jadi dia merasa dia harus pergi", jawab Sandi.


Mama menghela nafas dan kelihatan memikirkan sesuatu.


" San... sini", ucap mama pelan.


Sandi mendekat ke mama, kemudian mama membisikkan sesuatu, Sandi mengangguk. Mama juga mengangguk.


Tak lama Tania sudah selesai menyiapkan sarapan dan mengajak mama dan Sandi sarapan bersama. Tania ke kamar menemui Rasya, dan mengajak nya makan bersama.


Setelah sarapan Rasya mengajak Tania berbincang-bincang di kamar mereka. Tania merasa berdebar debar, karena sudah tau apa yang akan di sampaikan suaminya itu, tapi Tania berusaha tetap tenang.


Rasya menggenggam tangan Tania dengan erat,lalu mulai menjelaskan situasi perusahaan dan tentang Rasya yang harus berangkat keluar negeri untuk beberapa lama.


"Mas minta maaf sayang, mungkin mas nggak bisa mendampingi kamu lahiran, maafin mas ya", isak Rasya.


Tania langsung memeluk erat suaminya dan ikut terisak. Sesekali diusap nya punggung suaminya itu. Mereka berdua sama sama menangis.


Setelah beberapa saat, mereka berdua mulai tenang.


" Mas jangan sedih, kan ada mama yang nemenin Tania disini", ucap Tania lembut.


Rasya makin sedih melihat kesabaran istrinya, Rasya tau kalau Tania sebenarnya sedih dan berat di tinggal, tapi Tania tetap berusaha tenang di hadapan nya.


Rasya kembali menarik Tania ke pelukan nya.


"Maafin mas ya sayang", ucap Rasya lagi.


" Iya mas, Tania faham kok", ucap Tania sambil berusaha tersenyum, dan menggenggam tangan Rasya.


" Karena lusa mas harus berangkat, hari ini kita ke dokter kandungan ya", ucap Rasya.


Rasya sengaja tidak berangkat ke kantor hari ini, karena sebelum berangkat dia ingin memastikan bahwa bayinya dan Tania dalam keadaan baik baik saja.Dengan begitu Rasya bisa berangkat dengan tenang.Tania mengangguk mengiyakan permintaan suaminya.

__ADS_1


*****


Dirumah sakit...


" Anaknya sehat kok, dan posisi nya sudah siap untuk lahir, karena kalian mau kelahiran normal, jadi kita hanya menunggu saja. Yang penting mama nya jangan terlalu capek ya,dan tetap konsumsi makanan bergizi dan minum vitaminnya ", ucap bu dokter.


Rasya dan Tania tersenyum lega mengetahui calon bayi mereka sehat sehat saja.


"Dan mengenai jenis kelamin, sampai sekarang si bayi kayaknya mau ngasih kejutan ke mama papa nya ya", canda bu dokter.


Rasya dan Tania tertawa, karena memang calon anak mereka selalu menutupi setiap USG, makanya sampai sekarang mereka belum tau jenis kelamin anak mereka.


Setelah selesai semua pemeriksaan, Rasya dan Tania pamit dan kembali ke rumah. Sampai di rumah mama menyambut mereka dengan antusias.


"Gimana cucu mama sayang? ", tanya mama semangat.


" Alhamdulillah baik baik aja ma, dan udah siap untuk lahir", jawab Rasya.


"Syukurlah, jenis kelamin nya udah tau? ", tanya mama lagi.


" Belum ma, debaynya mau ngasih kejutan", jawab Tania.


" Mau laki-laki atau perempuan sama aja, yang penting dia sehat, ya udah Rasya, ajak Tania istirahat dulu sana", ucap mama.


Rasya mengangguk dan langsung membantu Tania untuk berdiri, lalu Rasya merangkul pinggang Tania dan berjalan menuju kamar untuk beristirahat.


Setelah Tania tertidur, Rasya meneruskan pekerjaannya, dan terlihat serius di depan laptopnya.


Tak lama Rasya berjalan perlahan keluar kamar.Rasya berjalan menuju ke teras samping. Mama sedang sibuk mengurus tanamannya. Rasya duduk disamping mama nya yang sedang fokus ke tanamannya.


"Ma, Sandi udah pulang dari kantor? ", tanya Rasya.


" Oh iya, tadi Sandi telepon dia pulang agak lama, ada yang harus dia kerjakan katanya ", jawab mama.


" Sya, Tania sebentar lagi melahirkan, kamu yakin mau ninggalin dia untuk berangkat keluar negeri? ", tanya mama.


Rasya menghela nafas kasar, terlihat sekali dia merasa berat untuk pergi. Mama sangat mengerti apa yang sedang difikirkan putranya itu. Mama berdiri dan mendekati Rasya yang sedang tertunduk. Rasya langsung memeluk mama nya, dan menangis.


Sekuat apa pun Rasya, dia akan tetap manja pada mamanya.


" Rasya titip Tania ya ma, Rasya sebenarnya pengen mendampingi Tania, tapi mama kan tau situasi sekarang seperti apa, dan Rasya harus kesana untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi ", ucap Rasya dengan sedih.


" Iya sayang mama tau dan mama mengerti kok", jawab mama lembut sambil mengusap punggung putra nya itu.

__ADS_1


Mama menghela nafas panjang.


__ADS_2