I Married Celebrity

I Married Celebrity
i"ll take care of you


__ADS_3

"Mas Arkan,kok tumben belum bangun? ini sudah siang mas" Calista mengetuk pintu kamar Arkan namun tidak mendapat jawaban


"mas, mas Arkan? mas?" Calista heran karena biasa nya setiap pagi Arkan pasti bangun dan berolah raga, namun ini sudah jam 11 siang Arkan belum juga keluar kamar, Calista khawatir.


"mas Arkan baik baik saja kan? mas aku masuk yah?" perlahan Calista masuk ke kamar Arkan dan mendapati Arkan terbaring di tempat tidur sambil tubuh nya menggigil


"Astaga mas, ya ampun kamu panas sekali. kamu demam mas sampai menggigil begitu. Aku ambil termometer sebentar". Calista bergegas mengambil termometer dan mengukur suhu tubuh Arkan ternyata sudah mencapa 39°c


"ya ampun mas demam nya tinggi sekali. aku kompres yah". dengan cekatan Calista pun mengompres Arkan dan mengganti piyama Arkan karena sudah basah oleh keringat. tidak lupa Calista membuat kan bubur untuk Arkan makan


"ini mas makan dulu bubur nya, aku suapi yah?" tanya Calista


"aku ga mau makan" tolak Arkan


" kalau mas ga makan, mas ga akan bisa minum obat. nanti kapan sembuh nya?sudah mas nurut dulu aja". akhirnya arkan pun mau disuapi oleh Calista, setelah minum obat Calista menyuruh Arkan untuk istirahat.


"mas tidur lagi yah, biar segera pulih. habis ini aku hubungi Ryan untuk bilang kalau mas sakit" ucap Calista dengan lembut. Saat mengambil HP Arkan untuk menelpon ryan, Calista melihat bahwa di sudut kamar masih terpajang foto pernikahan Arkan dan Miranda di sebuah bingkai kecil. hati Calista perih melihatnya


"ternyata kamu masih mencintainya mas" ujar Calista dalam hati.


Calista segera menghubungi ryan untuk memberi tahu bahwa Arkan sakit dan minta mengosongkan jadwal Arkan beberapa hari kedepan. lalu setelah selesai Calista menunggu Arkan dengan duduk di samping tempat tidur Arkan, Calista takut kalau kalau Arkan saat bangun akan memerlukan bantuan nya.


Saat terbangun Arkan melihat calista tertidur sambil duduk di samping tempat tidur nya, diperhatikan nya wajah Calista dan Arkan cukup kagum pada kecantikan Calista, ditambah lagi sikap Calista yang lembut dan ramah.


lalu Calista pun terbangun, dan bertanya apa ada sesuatu yang arkan butuhkan.


setelah 3 hari terbaring sakit dan di rawat oleh Calista, Arkan pun sudah sehat kembali.


"kamu mau kemana mas?" tanya calista


"aku ada syuting iklan hari ini" jawab arkan


"kamu kan baru sembuh, kenapa ga istirahat dulu?" calista tampak khawatir

__ADS_1


"gapapa, aku sudah sehat kok" jawab arkan


"ya sudah kamu sarapan dulu yah? biar aku siapkan" calista bertanya sambil tersenyum


"baiklah" jawab arkan membuat Calista cukup kaget karena tak biasanya Arkan mau memakan masakan nya.


"kamu ke butik hari ini? aku lihat selama aku sakit kamu ga ke butik? tanya arkan sambil sarapan


"kalau kamu sudah sehat aku akan ke butik hari ini" jawab Calista


"kamu padahal bisa pergi tanpa harus memedulikan aku" jawaban Arkan membuat Calista sakit, karena apa yang Calista lakukan seperti tak berarti di mata Arkan.


" aku pergi duluan mas" kata calista sambil pergi meninggalkan meja makan.


saat hendak pergi ternyata mobil Calista mogok, dan itu membuat Calista kesulitan.


"kenapa kamu?" tanya Arkan saat hendak pergi dengan ryan


"hai Calista" sapa ryan


"mau bareng? sepertinya kita searah, aku antar ke butik. nanti mobil kamu biar aku suruh orang bengkel bawa" Arkan menawarkan bantuan


"baiklah" Calista menerima tawaran baik dari Arkan.


sepanjang perjalanan Arkan hanya diam tidak bicara sepatah kata pun, sementara Calista asyik sekali mengobrol dengan ryan. hal itu membuat Arkan sedikit kesal.


"kenapa kalian berisik sekali?!" ucap Arkan sinis.


sesampainya di butik Calista turun dari mobil, tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Arkan dan Ryan.


di depan butik ternyata Reyhan sudah berdiri di depan mobilnya yang terparkir didepan butik Calista. Reyhan sedang menunggu Calista.


Calista langsung berlari ke arah reyhan sambil tersenyum dan reyhan pun menyambutnya dengan senyuman pula. melihat hal itu Arkan merasa sangat kesal" oh ternyata sudah ditunggu pacarnya kenapa tidak minta dijemput pacarnya" ucap arkan kesal.

__ADS_1


"Reyhan, kemana saja kamu sombong sekali akhir akhir ini jarang kelihatan" tanya cakista


"sorry cal, kemaren ada proyek di bali 1 bulan, bener bener sibuk. kamu kangen kan sama aku?" goda reyhan


" ya ngga lah..justru aku heran karena biasanya kamu sering banget ke butik terus lama banget ga muncul muncul"


" BTW tadi kamu di anter siapa cal?" tanya reyhan


Calista kebingungan, dia ingin jujur bahwa yang mengantarnya adalah suaminya, namun ia sudah berjanji tidak akan mempublikasikan pernikahan nya dengan Arkan.


"oh itu tadi mobilku mogok aku di anter kenalanku" jawab Calista sambil terbata bata


" oh gitu, lain kali kamu bisa telpon aku cal, aku pasti jemput" ucap reyhan


" ok next time aku telpon kamu yah" kata calista sambil tersenyum.


"aku free hari ini. boleh ga aku temenin kamu seharian di butik? kita kan uda lama ga ngobrol" pinta reyhan


"kamu yakin? nanti kamu bosen loh?" calista heran dengan permintaan sahabatnya itu


" ngga lah, kita kan uda lama ga ngobrol" jawab reyhan sangat berharap calista mengizinkannya


"ok deh kalo kamu mau nya begitu" jawab Calista.


Seharian Calista bersama Reyhan, mereka mengobrol, makan bersama, dan di malam hari reyhan mengantarkan Calista pulang.


"kok pulang nya ke sini Cal?ini bukan rumah orang tua kamu, ini rumah siapa?" tanya Reyhan heran karen ia mengantar Calista ke tempat berbeda dari biasanya, tentu saja berbeda karena itu adalah rumah Arkan.


"aku sementara numpang disini rey, panjang cerita nya. Nanti aku pasti cerita. tapi ngga sekarang yah" jawab calista.


"ok, tapi janji nanti kamu cerita" pinta reyhan


"ok tenang aja. Aku masuk dulu, kamu hati hati yah. Makasih loh uda mau anter aku pulang" calista berterimakasih

__ADS_1


" ok bye" ucap reyhan dan secara mengejutkan tiba tiba reyhan mencium kening Calista dan sontak membuat Calista kaget. calista segera menjauh karena merasa risih akan kejadian tersebut. Calista buru buru masuk ke dalam rumah, tanpa disadari bahwa dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


__ADS_2