I Married Celebrity

I Married Celebrity
I'am Lonely


__ADS_3

Sedih, sedih, dan sedih tidak ada kata lain yang mampu menggambarkan kondisi Calista saat ini. ia sepanjang hari menangis di samping peti mati ayahnya. Hati nya sangat hancur dan terluka.


"papah ini bohongkan? kenapa papa tinggalin Calista. Calista butuh papah" ucap Calista sambil berlinang air mata.


"Cal, yang sabar yah. papah kamu sudah tenang disana. kamu harus kuat biar papa kamu disana ga khawatir" ucap reyhan menenangkan Calista.


Air mata tak berhenti membasahi pipi Calista dan ibu nya.


" Calista maaf mama dan papa baru sampai. maaf kami tidak sempat menemani nak." ucap ibu Arkan, Rina yang saat datang langsung memeluk Calista. Bagi Soni dan Rina, Calista sudah seperti anak sendiri. "kamu yang sabar yah sayang. yang kuat. yakinlah papah kamu sudah tenang disana" ucap soni menenangkan Calista yang tidak berhenti menangis.


Selang 30 menit kemudian Arkan baru sampai. Saat tiba Arkan langsung memeluk Calista dengan erat


"mamafkan aku Calista, maafkan aku" Calista hanya diam, ia tak membalas pelukan Arkan. Calista bingung harus bereaksi seperti apa. Ia hanya terdiam dan tidak bicara sama sekali pada Arkan.


Proses pemakaman pun selesai, Arkan dan Reyhan selalu berada di samping Calista.


"Cal aku antar kamu dan mama kamu pulang yah?" ucap Reyhan menawarkan diri.


"Calista ayo kita pulang, atau kamu mau menginap di rumah mama?" Arkan tidak mau kalah


"kamu pulang sama aku aja yah cal, ga usah pulang sama suami yang tidak peduli sama kamu" ucap Reyhan.


"jaga mulut kamu yah! saya suami nya Calista" ucap Arkan kesal


"suami di atas kertas. di kenyataan nya kamu tidak pantas jadi suami Calista" ejek Reyhan


"beraninya kamu!" Arkan sangat geram dan menarik kerah baju Reyhan


"cukup!" bentak Calista yang sudah mulai muak dengan tingkah 2 laki laki ini.

__ADS_1


"aku sama mama pulang di antar paman Rudi saja" ucap Calista, paman Rudi adalah adik dari Veronika.


"aku pulang ke rumah mama saja. aku mau menemani mama dulu. Mas Arkan sama Reyhan pulang saja. Aku mohon. Aku mau menenangkan diri dulu" pinta Calista


"its ok sayang. nanti aku nyusul ke sana yah" ucap Arkan sambil mengecup kening Calista. Dan Calista pun pulang bersama ibu dan pamannya.


Sebelum memasuki mobil Reyhan di hadang oleh Arkan


"tolong lo jauhi Calista. Calista sudah punya suami" ucap Arkan pada Reyhan


"ga ngaca. suami? suami macam apa lo? berhari hari Calista di rumah sakit elo kemana? dan lo masih ngaku ngaku suami?" ucap Reyhan dengan sinis


"terserah lo mau ngomong apa. yang jelas Calista istri gue! dan lo hanya sebatas teman!" ucap Arkan membanggakan diri


"kita liat aja sampe kapan lo bisa sembunyi dibalik status suami istri?! Gue udah pernah bilang sama lo. sekali aja lo sakitin Calista gue akan merebutnya dari lo, dan akan gue pastiin semua akan berbalik. gue yang akan jadi suami Calista" ucapan Reyhan itu sangat membuat Arkan geram, ia sampai mau meninju Reyhan namun keburu di tahan oleh Ryan, managernya.


"liat aja nanti Arkan Mahendra, gue pastiin gue akan bawa Calista jauh dari lo" ucao Reyhan sinis.


"tapi dia keterlaluan yan, Calista istri gue" bela Arkan


"iya gue paham. tapi kalo lo samoe ribut di sini, di tempat umum gue jamin 1 jam lagi berita tentang lo uda muncul dimana mana" ucap ryan.


"sory yan, gue ga pikir panjang" Arkan meminta maaf


"Calista ga ikut lo pulang?" tanya ryan


"dia mau ke rumah mama nya dulu. mau nenangin diri. ini pasti ga mudah buat dia" jawab Arkan


Arkan pun kembali ke rumah nya bersama Ryan, Ryan langsung pulang begitu sampai untuk mengantarkan Arkan, dan Arkan mengosongkan jadwal nya sementara waktu untuk besok menyusul dan menemani Calista. Di dalam rumah orang tua Arkan sudah menunggu.

__ADS_1


"papah mamah ada disini?" tanya Arkan


"ada yang mau kami bicarakan" jawab Rina


"Sebenarnya gimana hubungan kamu dengan Calista? kenapa kamu bisa sampai gak tahu tentang apa yang terjadi sama Almarhum ayah nya Calista?" rina langsung melempar pertanyaan pada Arkan


"ini salah Arkan mah. Arkan ga memperlakukan Calista dengan baik" ucap Arkan


"Papa malu Arkan, kenapa kamu bisa berbuat seperti itu? Calista itu istri kamu dan papa yakin dia ga mungkin bersikap tidak baik sama kamu" ucap soni


"Calista sangat baik pah, dia menjalankan tugas tugas nya sebagai istri dengan sangat baik, dia ga pernah mengeluh bagaimanapun sikap aku. Dia selalu memperlakukan aku dengan baik dan penuh perhatian" ucap Arkan sambil tertunduk menyesal


"lalu kenapa kamu tidak menyayangi nya dengan baik Arkan?" Rina sampai menangis saat bertanya akan hal itu.


"awal nya aku bingung mah pah. Awal nya aku masih ga bisa lupain Miranda. apalagi saat mama dan papah meminta cucu, aku merasa trauma pada semua kejadian masa lalu dan takut akan mengulangi kesalahan yang sama" jawab Arkan


" jadi semua karena kamu masih memikirkan Miranda. Papa kecewa sama kamu Arkan. kamu tidak bisa dewasa dalam mengambil keputusan" bentak soni.


"papa selalu mendukung jalan pilihan kamu. Awal kamu berniat menikahi Miranda kami tidak setuju. Namun kami akhirnya mau menerima. bahkan kalian lalu bercerai pun kami sangat kecewa namun kami berusaha menerima. Dan sekarang tega teganya kamu menyakiti Calista" ucap Soni tidak habis pikir.


"Arkan dengarkan mama. Kami sangat menyayangi Calista dan Kamu nak. Namun jika pernikahan kalian justru membuat kalian tidak bahagia, maka mama akan terima jika kamu mau melepaskan dia" ucap Rina sambil menangis. Ucapan Rina sangat membuat Arkan terkejut. Bercerai dengan Calista? sepertinya Arkan tak sanggup.


"aku ga bisa mah. aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta sama Calista dan aku menyesal. Aku ingin memulai semuanya dari awal lagi. Aku akan membahagiakan Calista" ucap Arkan bertekad


"apa Calista tau?" tanya Rina


"belum mah, aku belum sempat bilang pada Calista" jawab Arkan


"segeralah nak, kamu sampaikan. Papa senang jika akhirnya kamu sadar. kamu tidak boleh menyamakan Miranda dengan Calista, mereka berbeda. Papa dan mama sangat ingin melihat kalian bahagia" ucap Soni.

__ADS_1


"pasti pah aku akan bahagiakan Calista" ujar Arkan


__ADS_2