
Sesampainya di butik, Calista yang sudah berhari hari tidak masuk pun di sambut oleh karyawan karyawannya. Mereka mengucapkan belasungkawa atas kematian ayah Calista, dan memberi dukungan untuk Calista
" Makasih banyak yah kalian semua perhatian sekali sama saya. Terimakasih juga selama saya tidak ke butik, butik tetap berjalan dengan baik" Ucap Calista di depan semua karyawannya
"suami nya ga ikut bu?" tiba tiba salah satu karyawan Calista bertanya untuk mencairkan suasana
"iya ga ikut. Dia ada kegiatan hari ini kenapa kamu kangen juga?" jawab Calista sambil bercanda dan diikuti tawa para karyawannya
" sudah sudah, kita kembali bekerja yah" ucap Calista sambil berjalan menuju ruangan nya.
Calista mulai bekerja dan memeriksa beberapa laporan, lalu Karlina salah satu karyawan kepercayaan Calista pun datang.
"Masuk lin, gimana beberapa hari ini keadaan butik?" tanya Calista langsung to the point
"Penjualan semakin ramai bu. Bahkan banyak pesanan dari beberapa Artis terkenal loh bu, dan baju design terkahir yang kita keluarkan untuk bulan ini pun sudah sold out semua"
"Oh ya? sepertinya penjualan kita terus naik. Kita harus mulai promosi ke beberapa Artis kalau mau semakin dikenal" ucap Calista sambil membaca laporan yang diserahkan oleh Karlina
"Besok siang rencana nya ada 2 orang artis yang mau datang. Kemarin managernya kemari dan minta dijadwalkan bertemu bu Calista langsung untuk membahas langsung design baju yang mau dipesan"
" baiklah, siapa nama artisnya? kamu sudah siapkan profile nya kan?" tanya Calista
"sudah bu. artisnya adalah Miranda Wang dan Ben Richard. dua dua nya artis terkenal. ini profile nya. Mereka tertarik sekali dengan design pakaian yang bu Calista design loh" ucap Karlina dengan penuh antusias.
Miranda Wang?!, Calista sangat terkejut mendengar nama itu. Dia kan mantan istrinya mas Arkan.
"Kalau dipakai sama Miranda Wang, baju baju butik kita pasti semakin terkenal bu. Apapun yang Miranda pakai pasti jadi trend setter"
Calista masih terdiam karena tidak tahu harus bereaksi seperti apa saat mendengar nama Miranda Wang.
__ADS_1
"Bu Calista baik baik saja kan?" tanya Karlina yang bingung karena Calista tiba tiba terdiam.
"Saya baik baik saja. Ya sudah saya baca dulu profile nya, makasih yah Karlina" jawab Calista, dan Karlina pun keluar dari ruangan Calista.
Miranda Wang, nama itu masih berputar putar dipikiran Calista. Setelah dipikir kembali Calista sama sekali tidak tahu alasan Arkan dan Miranda dulu bercerai, padahal mereka adalah pasangan besar. Ditambah lagi setelah menikah dengar Arkan, Calista pernah mendapati Miranda ada di kamar Arkan. Dan pernah juga pagi pagi menemui Arkan.
"aaarrgghh...aku pusing sekali. Mas Arkan pun belum menjelaskan apa apa. Apa mas Arkan masih ada perasaan untuk Miranda? apa Miranda tau kalau aku dan mas Arkan sudah menikah?" ucap Calista pada dirinya sendiri.
Ada banyak sekali pertanyaan tentang Miranda Wang dibenak Calista. Apa tujuan Miranda memilih Calista untuk mendesign bajunya? apa Miranda sedang menyelidiki aku? atau dia memang murni tertarik pada design ku?
"sebaiknya malam ini aku tanyakan semua pada mas Arkan. Mas Arkan sudah janji tidak ada yang akan ditutupi lagi" ucap Calista dalam hatinya. Calista pun membaca profile Miranda dan mencari beberapa info tentang Miranda di internet dan membacanya.
Hari sudah menunjukan pukul 17.00, Calista seharian ini sangat tidak fokus karena memikirkan Miranda Wang. Lalu Arkan pun datang untuk menjemput Calista, kali ini Arkan menunggu di mobil tanpa di temani Ryan karena Arkan ingin menjemput istrinya sendiri tanpa di ganggu oleh Ryan.
"kita langsung pulang atau kamu mau kemana dulu sayang?" tanya Arkan setelah mencium kening Calista di dalam mobil.
"kita pulang saja yah mas, aku agak capek hari ini" jawab Calista
Lalu Arkan pun melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan Calista hanya diam saja karena dalam pikirannya berkecamuk segala macam pertanyaan tentang Miranda. Arkan bertanya macam macam hal hanya di jawab singkat oleh Calista
"Calista apa aku bikin salah? kamu marah?" tanya Arkan karena merasa Calista sungguh pendiam
"ngga mas..aku ga marah" jawab Calista sambil tersenyum
"terus kamu kenapa diam saja dari tadi? ini kita sudah di depan rumah loh dan kamu masih bengong. Apa kamu sakit?" tanya Arkan lagi sambil menyentuh kening Calista karena mengira Calista demam
"aku baik baik aja mas. cuma agak sedikit capek aja. Yuk kita masuk" ajak Calista
"ada mobil mama sama papa" ucap Arkan sambil menunjuk mobil putih yang terparkir di halaman rumah mereka
__ADS_1
"mungkin mereka ada di dalam nunggu kita mas, ayo kita masuk", lalu Arkan dan Calista pun masuk ke dalam rumah dan mendapati ayah dan ibu Arkan sudah menunggu.
"Halo sayang kamu apa kabar?" ucap ibunda Arkan langsung memeluk Calista
"aku baik mah, mama sehat kan?" tanya Calista
"mama dan papa sehat. Kami mau makan malam sama kalian bolehkan?"
" boleh dong mah" jawab Arkan
" Kalau gitu, mama sama Calista yang masak yah?mama pengen masak bareng menantu mama yang cantik ini" tanya mama Arkan
"ayo mah kita ke dapur" jawab Calista sambil menggandeng tangan ibu mertuanya.
Selama memasak Calista dan ibunya Arkan, Rina membicarakan banyak hal termasuk masa kecil Arkan
"anak mama dua dua nya laki laki. Arkan sama adik nya itu akrab sekali loh, mereka jarang bertengkar. Kamu belum pernah ketemu yah sama Anton, adik nya Arkan?" kata Rina
"belum mah, kata mas Arkan Anton lagi sibuk skripsi jadi ga bisa pulang dulu"
"iya, Anton itu anak nya lebih pecicilan dari Arkan. Sebelum bercerai dari Miranda, Arkan itu sosok yang hangat, ramah, dan penyayang sekali. Dia juga berprestasi di sekolah, Arkan selalu mencoba membahagiakan mama papa dan adiknya" ucap Rina.
Mendengar nama Miranda membuat Calista terdiam, ia teringat kembali dengan semua pertanyaan yang berkecamuk di hatinya
"apa Arkan belum pernah menceritakan apapun tentang Miranda?" tanya Rina
"belum mah. Mas Arkan belum cerita apa apa" Calista menggeleng
"kalau begitu jika kamu ingin tahu, tanya saja. Mama yakin Arkan pasti akan terbuka.Ingat, keterbukaan adalah kunci untuk mempertahankan rumah tangga"
__ADS_1
Calista hanya menunduk ia bingung harus berkata apa jika membahas tentang Miranda
"Terimakasih yah Calista. Berkat kamu, Arkan bisa kembali menjadi sosok nya yang dulu. Yang baik, hangat, dan penyayang. Masa lalu bukan hal tabu untuk ditanyakan, kamu bisa banyak belajar dari masa lalu. Mama yakin kamu adalah istri yang bijak" ucapan Rina itu sedikit memberikan kelegaan bagi Calista.