I Married Celebrity

I Married Celebrity
we love you dad


__ADS_3

Reyhan kembali menemui Calista di rumah sakit, Reyhan sebenarnya sangat ini menemani Calista selalu namun Reyhan masih memilik beberapa pekerjaan mendesak yang harus ia selesaikan.


"Cal, kamu sudah makan belum?" tegur Reyhan yang melihat Calista sangat lesu dan terlihat lelah


"udah kok Rey" jawab Calista


"jangan bohong. kamu harus makan Cal kalau kamu sampe sakit kasian mama kamu ga ada yang nemenin jaga papah kamu" bujuk Reyhan


"tapi aku bener bener ga lapar rey. aku bener bener ga nafsu makan"


"makan sedikit aja, yang penting ada masuk makanan. ini aku bawa makanan dan roti buat kamu dan mama kamu, dimakan yah biar kamu ada tenaga buat jaga papah" bujuk reyhan


"ya sudah aku makan roti saja rey" akhirnya Calista mau. sesudah itu Calista pun membujuk ibu nya agar mau makan. Reyhan menemani Calista sampai malam dan Calista memaksanya pulang karena Calista tahu besok Reyhan harus ke kantor lagi.


Waktu berjalan begitu lambat bagi Calista dan ibu nya, semua begitu berat dan menyakitkan menyaksikan ayah nya harus terbaring lemah di rumah sakit.


tuuttt tuttt tuuuttt tiba tiba mesin detektor jantung berbunyi mengagetkan Calista dan ibu nya, Calista dan ibu nya langsung memanggil dokter

__ADS_1


"keluarga tolong tunggu diluar yah" ujar dokter


Calista dan Veronika sangat tegang dan khawatir, Ya Tuhan bantulah papah, guman Calista dalam hati.


Setelah cukup lama berada di ruangan dokter dan perawat pun akhirnya keluar


"gimana suami saya dok" tanya Veronika dengan paniknya


"papa saya gimana dokter?" Calista pun tak kalah panik.


Tangis Veronika dan Calista pun pecah, sangat hancur hati mereka mendengar kabar duka ini. Sosok suami dan ayah kesayangan telah tiada, bahkan Calista sempat pingsan saking syok nya.


Hari sudah pagi, sementara itu di rumah Arkan sangat panik dan khawatir, sudah 2 malam Calista tidak pulang. Saat mengunjungi rumah Calista pun tak ada orang sama sekali disana, bahkan pekerja pun tidak ada.


"dimana kamu Calista, aku khawatir" ucap Arkan. HP Calista di matikan, menelpon ke nomor orang tua nya pun tidak diangkat.


Tidak lama Arkan pun mendapat telpon dari kedua orang tua nya

__ADS_1


"Halo kenapa mah ?" tanya Arkan menjawab telpon dari mama nya


"Arkan maaf kami baru saja mendarat. kami langsung ke sana sekarang yah. Gimana keadaan Calista?" mama Arkan bertanya


"mama baru pulang kan? maksud mama apa? mau ke lokasi apa? memang Calista kenapa mah?" Arkan sangat bingung dan panik


"kok kamu nanya nya gitu? memang kamu lagi dimana sekarang?" tanya mama Arkan


"aku di rumah mah. Calista sudah 2 malam tidak pulang. aku sudah coba cari ke rumah dan butik nya tapi tidak ada" jawab Arkan


"Astaga keterlaluan kamu Arkan! gimana bisa kamu ga tau kalau papanya Calista, pak Handoko meninggal dunia, Almarhum sudah beberapa hari di rawat di RS Health Center" jawab mama Arkan sangat marah. Dia tak habis pikir bagaiman Arkan tidak tahu hal sepenting ini


"kamu keterlaluan Arkan. sudah mama sama papa mau langsung menuju ke Rumah duka sekarang" mama Arkan langsung menutup telpon nya


Kaki Arkan lemas, suami macam apa dia ini tidak tahu saat istrinya mengalami kesedihan


"Calista pasti sedih sekali" Arkan sangat menyesal dan buru buru bergegas ke Rumah duka. Arkan mamacu mobil nya dengan cepat agar bisa segera menemui Calista yang pasti sedang terpuruk sekarang ini. Arkan sangat menyesal, jika saja kemarin ia lebih memilih menemani Calista bukan nya berbicara dengan Miranda pasti ia sedang bersama Calista sekarang, menemani Calista di saat saat yang berat ini.

__ADS_1


__ADS_2