
Selama makan malam bersama Calista, Arkan, dan orang tua Arkan makan sambil berbincang ringan. Orang tua Arkan melihat perubahan dalam diri Arkan, kini Arkan kembali terlihat bahagia.
"mama harap kalian bahagia selalu yah" ujar Rina sambil memeluk Calista saat hendak pamit pulang
"aku pasti akan bahagiain Calista mah" ucap Arkan sambil menggenggam tangan Calista dan tersenyum bahagia.
Setelah orang tua Arkan pulang, Arkan dan Calista pun mandi dan istirahat di kamar mereka. Calista merasa ini adalah saat yang tepat untuk bertanya pada Arkan tentang Miranda.
"Mas, ada yang mau aku omongin" ucap Calista sambil duduk di tempat tidur, mendengar itu Arkan pun langsung duduk di samping Calista
"mau ngomongin tentang apa sayang?" jawab Arkan
"Hari ini aku dapat laporan kalau penjualan butik aku sedang meningkat. Ada beberapa selebriti yang memesan baju di aku"
__ADS_1
"oh ya? bagus dong, mas ikut seneng dengernya. Apa yang bisa mas bantu?"tanya Arkan dengan antusias
"iya aku juga seneng, dan besok aku ada janji sama dua orang artis" ucap Calista
"besok? siapa?" tanya Arkan
"Miranda Wang dan Ben Richard" jawab Calista.
Mendengar nama itu ekspresi wajah Arkan sedikit berubah, dari awal nya antusias menjadi sedikit heran.
"iya mas, kata staff ku besok mereka sendiri yang akan datang buat bahas design baju sama aku" jawab Calista
"aku gak tau apa Tujuan Miranda memilih kamu. Tapi kalau kamu tidak nyaman, kamu tolak saja" kata Arkan sambil menggenggam tangan Calista dan menatap mata Calista
__ADS_1
"Mas tahu kamu banyak pertanyaan tentang aku dan Miranda kan? Aku tidak keberatan, aku akan jawab semua pertanyaan kamu sayang" ucap Arkan
"benar mas? mas mau menjawab aku?" tanya Calista
"iya mas akan jawab. Tidak akan mas tutup tutupi. Mas yakin kalau dalam pernikahan kita terbuka dan jujur pasti semua akan baik baik saja. Mas sadar, masa lalu bukan harus diratapi dan disesali. tapi bisa untuk kita belajar agar ga jatuh ke lubang yang sama. Mas kan sudah bilang mas ingin memulai semuanya dari awal dengan kamu, mulai dari awal dengan hati terbuka dan tidak ada yang disembunyikan" ucap Arkan, kata kata Arkan begitu menenangkan hati Calista.
"apa mas masih mencintai Miranda?" tanya Calista
Arkan tersenyum mendengar pertanyaan Calista. Arkan menyentuh pipi Calista lalu mencium bibir Calista.
"Tidak. Mas sudah tidak mencintai Miranda. Aku cinta nya sama Calista, istriku" jawab Arkan sambil tersenyum
"Kalau begitu kenapa saat waktu itu mas Arkan mau pergi sama aku lalu Miranda datang mas Arkan lebih memilih bicara sama Miranda?" tanya Calista.
__ADS_1
"Waktu Miranda datang untuk menjelaskan tentang dia dan Ben, aku pernah melihat mereka berdua di store jam Rol*x dan Miranda mau menjelaskan bahwa ia dan Ben tidak ada hubungan apa apa. Mas mau tahu apakah mas masih ada perasaan pada Miranda makanya mas pilih berbicara sama Miranda dari pada mengantar kamu. Tapi saat bicara sama Miranda, mas sama sekali ga bisa berhenti memikirkan kamu Cal. Mas sangat khawatir kamu akan salah paham sama mas. Mas sama sekali tidak cemburu mendengar tentang Miranda dan Ben. Mas hanya memikirkan kamu waktu itu. Dari situ aku yakin, bahwa aku sudah jatuh cinta sama kamu Calista dan aku benar benar takut kehilangan kamu waktu itu" Ucap Arkan menjelaskan.