I Married Celebrity

I Married Celebrity
Do you love me 2


__ADS_3

Saat sampai di rumah sakit Calista semakin sedih, ayahnya memang sudah dipindahkan dari ICU namun keadaanya masih belum terlalu baik, sementara di rumah dia mendapati mantan istri suaminya ada di kamar suami nya. Calista benar benar ingin berteriak, namun Calista menahannya dan mencurahkan kesedihanya lewat air mata.


"Calista" sapa seorang pria masuk ke ruang perawatan ayah nya lalu menepuk pundak Calista


"kamu baik baik saja?" tanya laki laki itu yang ternyata adalah Reyhan.


"rey, kamu kok bisa tahu aku disini?" tanya Calista


"kemarin aku ke rumah sakit ini jenguk teman ku, aku ketemu ibu mu dan ibu mu cerita tentang kondisi ayahmu. Mana ibu mu sekarang?" tanya reyhan


"mama pulang dulu, sudah 2 hari mama nunggu di sini. sekarang aku yang jaga papa. aku takut rey, aku takut papa kenapa kenapa" ucap Calista sambil menangis menutupi wajah dengan kedua telapak tangan nya.


"kamu kuat Cal, papamu juga kuat. kalian pasti bisa lewatin semua ini" reyhan menenangkan Calista sambil memeluknya.


"suami kamu mana cal?" tanya Reyhan, pertanyaan itu membuat hati Calista semakin sakit karena teringat kejadian tadi pagi.


"aku ga ngasih tau dia rey" jawab Calista


"ga tau? gimana bisa ga tau? harusnya sekarang dia ada di sini nemenin kamu cal" ucapan reyhan memang benar, namun sayang sekali keadaan tidak dapat seperti itu.


"gak apa apa rey, memang dari awal pernikahan kami ini karena terpaksa. kami juga punya perjanjian pernikahan.aku yang tidak tahu diri berharap dia juga bisa cinta sama aku"


Disatu sisi Reyhan kasihan dengan Calista, tapi disisi lain ia merasa masih ada kesempatan untuk bisa bersama Calista.

__ADS_1


"kamu yang kuat yah cal, aku akan selalu temenin kamu kok" ucap Reyhan menguatkan.


Hari sudah malam, Calista, reyhan, dan ibu Calista masih menunggu di rumah sakit.


"Calista sebaiknya kamu pulang dulu, biar ibu kamu aku yang temani disini"ucap Reyhan


"Calista dan nak Reyhan sebaiknya pulang saja. istirahat dulu, besok kan bisa ke sini lagi. biar malam ini mama yang jaga papah" ucap veronika, ibu Calista


"tapi nanti mama sendirian" Calista ingin tetap di rumah sakit


"jangan gitu nak, ini sudah jam 10 malam. nanti suami kamu khawatir. Mama mohon pulang dulu yah sayang" pinta veronika


"baiklah mah, besok pagi aku kesinj lagi" akhirnya Calista setuju.


"biar aku antar kamu Cal, ini sudah malam bahaya nyetir sendirian. mobil kamu simpan disini saja. besok pagi aku jemput lagi" tawar Reyhan


"baik mah" jawab Calista


Sebenarnya Veronika tidak habis pikir kenapa Calista sama sekali tidak memberitahu Arkan, Calista hanya bilang bahwa Arkan sedang sibuk dan Calista tidak ingin mengganggunya.


Calista pulang di antar oleh Reyhan, sesampai nya di rumah sudah pukul 22.30 malam. Arkan yang khawatir menunggu kepulangan Calista sangat marah karena Calista pulang larut malam dan sama sekali tidak menghubunginya, dan malah pulang diantar oleh Reyhan.


"kau masih ingat pulang?!" bentak Arkan saat Calista baru saja masuk ke rumah

__ADS_1


"kau berkeliaran seharian, aku tahu kau tidak pergi ke butik dari kemarin dan sekarang pulang larut malam? kau pulang di antar laki laki lain padahal kau sudah punya suami? apa yang ada di pikiran mu Calista?!" Arkan meluapkan emosinya


"ku pikir kau wanita baik baik ternyata aku salah!" Arkan terus memaki Calista


PLAK..!! sebuah tamparan dipipi Arkan


"kau pikir kau pantas bilang begitu?!" Calista membentak


"kau terus menghindari ku, kemarin aku menghubungiku mu terus terusan tapi HP mu mati, kau sengaja kan? saat aku pulang mencarimu kau malah berduaan dengan mantan istri mu di kamar!! padahal aku istrimu sendiri kau larang masuk ke kamar mu!! dan sekarang kau menyebutku bukan wanita baik baik?!!! kau bahkan tidak menjelaskan apapun" ucap Calista sambil marah dan menangis


"cukup Calista, ada hal yang belum bisa aku jelaskan padamu" Arkan memelankan suara nya


"apa? sampai kapan pun kau tidak pernah menganggap ku. bagimu menikahiku hanya sebuah keterpaksaankan? kau sama sekali tidak mencintaiku" Calista menangis.


"tidak begitu Calista, aku hanya belum siap memulai nya lagi. aku belum siap" Arkan mencoba memberi pengertian


"baiklah jika kamu tidak mau menjelaskan semua..jawablah satu hal, Apa kau mencintaiku?"


tanya Calista.


"kenapa kau tak menjawab? kau hanya tinggal bilang Ya atau tidak.. kenapa kau diam saja" ucap Calista sambil menangis dan memukul dada Arkan


" beri aku waktu Calista, beri aku waktu" ucap Arkan sambil memeluk Calista.

__ADS_1


"apa kau masih mencintai Miranda?" pertanyaan Calista begitu menohok hati Arkan, bahkan Arkan pun tidak tahu jawaban nya. Arkan hanya menunduk dan diam.


"sebaiknya kita pisah saja" ucap Calista pelan


__ADS_2