
Arkan dan Calista bertemu di sebuah private restoran, membahas rencana pernikahan mereka.
"baca ini, itu semua perjanjian yang harus kita tepati" ucap arkan sambil menyodorkan sebuah map berisi dokumen perjanjian
kita akan bercerai saat pak Handoko sudah dinyatakan sembuh.
pernikahan tidak boleh dipublikasikan kepada siapapun
saling menghargai privasi masing masing
didepan orang tua harus bersikap seolah semua ini pernikahan yang normal
tidak ada kontak fisik
"perjanjian apa ini?" tanya calista
"perjanjian pernikahan kita. kita perlu ini untuk tahu batas masing masing. pernikahan ini bukan dilandasi oleh cinta" jawab Arkan
"tapi ini berlebihan, ada kesepakatan cerai di dalam nya! bukan kah pernikahan itu suci? kenapa pernikahan harus di kekang oleh selembar surat semacam ini??" ujar Calista
"aku menginginkannya. jika kamu tidak mau, kita batalkan saja!" ancam Arkan
Astaga, Calista tidak pernah berfikir bahwa Arkan akan meminta hal seperti ini. bukan ini pernikahan yang Calista inginkan, namun sayang sekali Calistra tidak bisa mundur. Ayah dan ibu Calista tampak sangat bahagia dengan pernikahan ini, begitu pula dengan ayah dan ibu Arkan. Calista tidak ingin mengecewakan banyak orang terutama orangtua nya
"baiklah, terserah kamu saja" jawab Calista sambil menandatangani berkas berkas itu.
Hari pernikahan pun tiba, pernikahan digelar dengan sangat sederhana. setelah mendaftarkan pernikahan di cacatan sipil, hanya dirayakan dengan makan bersama keluarga Arkan dan Calista, ryan manager Arkan. Bahkan adik kandung Arkan pun tidak dapat hadir.
Calista hari ini memakai gaun putih sederhana rancangan nya sendiri, tak perlu riasan wajah berlebihan karena Calista sudah memiliki wajah yang benar benar cantik dan kulit yang putih bersih.
__ADS_1
"anak mama memang sangat cantik" kata ibu nya Calista, Veronika.
"saya ga salah pilih menantu, kamu cantik sekali"ujar ibu Rina, ibunya Arkan.
"Calista, terimakasih yah sudah mengabulkan keinginan papah. papah harap kamu bahagia. papa akan menjalani pengobatan papah dengan serius. kamu ga usah terlalu memikirkan papah" ucap Handoko sambil memeluk anak gadis nya.
"aku sayang mama dan papah" balas Calista.
Selesai acara Calista dan Arkan pulang ke rumah, tentu saja rumah Arkan karena mereka suami istri sekarang. barang barang Calista sudah dikirim beberapa hari sebelumnya.
Dirumah megah itu calista di kenalkan dengan para asisten rumah tangga disana, ada bi inah, bi sumi, dan bi asih. calista kemudian di ajak berkeliling agar lebih mengenal rumah itu.
setelah lelah berkeliling Calista masuk ke kamar Arkan untuk beristirahat. begitu masuk Calista langsung duduk d sofa yang ada di kamar itu melepas pegal di kaki nya.
"kenapa kamu kemari?" tanya arkan ketus
"aku lelah, aku ingin istirahat" jawab calista
"maksud mas gimana?" calista tidak paham
"ada banyak kamar di rumah ini. pilih saja 1 mau tidur di kamar yang mana" bentak Arkan
" ya sudah !" ucap calista sambil menghela nafas lalu pergi
"dan satu lagi..." ucapan arkan menghentikan langkah Calista
"apa lagi???!"
"jangan pernah sembarangan masuk ke kamarku"
ucapa arkan membuat calista semakin kesal
__ADS_1
"ok" calista pun keluar dari kamar itu dan ia pun memilih kamar di lain.
Setelah membereskan barang barangnya calista pun mandi, sambil berendam di dalam bath tub, calista menangis kenapa ia harus menjalani pernikahan semacam ini, suami nya sampai kapanpun tak akan menganggap nya.
" aku harus kuat..demi papah" tekad calista.
keesokan paginya calista bangun dan sebelum berangkat ke butik ia menyiapkan sarapan dahulu untuk suami nya, meskipun ada asisten rumah tangga calista merasa perlu untuk menyiapkan nya sendiri.
"pagi mas. ini aku siapkan sarapan. kamu ada syuting hari ini?" tanya calista sambil menyambut arkan dengan senyuman.
Arkan hanya menoleh lalu pergi ke ruangan lain sambil menelpon ryan
"Ryan, gue ada jadwal apa hari ini?" tanya arkan di telepon
"gue sengaja kosongin jadwal lo hari ini dan 3 hari kedepan. lo kan pengantin baru masa ia gue suruh kerja" ucap ryan sambil terkekeh
"ya udah" ucap Arkan sambil menutup telepon nya.
lalu calista datang menghampiri Arkan
" mas ga sarapan dulu? mau aku siapin baju? aku jam 9 nanti mau ke butik gapapa kan? tanya calista
" dengar calista. kamu tidak perlu repot menjalankan kewajiban sebagai istri! aku risih! urus saja hidupmu sendiri, kalu kamu mau pergi juga tidak perlu izin padaku." bentak Arkan
"tapi mas.." calista mulai menangis
"apa kamu lupa isi perjanjian kita? kita hanya suami istri diatas kertas. dan ini aku berikan kamu kartu kredit ini, pakailah buat kebutuhan mu! kamu tidak perlu mengurus rumah atau mengurusku!" bentak arkan sambil memberikan kartu kredit pada calista namun calista diam tak mengambilnya
"capat ambil, bukan kah pada awalnya kamu menikahiku untuk uang dan popularitas? aku bisa beri kamu uang, tapi jangan harpa kamu akan mendapat popularitas"
"kamu keterlaluan mas!" ucap calista sambil menangis dan pergi begitu saja tanpa mengambil kartu tersebut.
"aku hanya mencoba menjadi istri yang baik buat kamu mas" ucap calista dalam hati sambil pergi dengan mobil nya menuju ke butik.
__ADS_1
sudah lewat 2 minggu sejak pernikahan mereka. suasana rumah sangat dingin dan kaku. Arkan selalu menghindari calista dengan pergi pagi pagi sekali dan pulang larut malam. sementara calista dengan sabar selalu menyiapkan sarapan dan makan malam untuk Arkan dan selalu menyapa arkan dengan senyum manisnya meskipun tidak pernah di anggap oleh Arkan. Arkan masih saja tetap dingin dan mengacuhkan calista.