I Married Celebrity

I Married Celebrity
what do you want?


__ADS_3

Keesokan paginya Calista hendak pergi ke Rumah sakit. Arkan merasa bersalah dengan kejadian semalam dan berniat mengantarkan Calista hari ini.


"Calista, kamu sudah mau pergi?" tanya Arkan


"iya mas aku mau pergi sekarang" jawab Calista


"Cal, aku antar yah? aku lihat mobil kamu ga ada. kamu mau ke mana hari ini?" Arkan bertanya dengan lembut.


"Kamu ga ada syuting hari ini mas?"


"Ga ada, hari ini aku temenin kamu yah" pinta Arkan


"ok kita berangkat sekarang mas lagi pula ada sesuatu yang mau aku beritahu ke kamu mas" Calista menyetujui, Calista pikir sekalian ia memberitahu Arkan tentang kondisi ayahnya.


"ok sayang, kamu duluan ke mobil aku ambil kunci dulu yah" Arkan senang karena Calista memberi nya kesempatan.


Saat perdebatan semalam Calista meminta berpisah dari Arkan, Calista tidak mau menjalani pernikahan sesuai perjanjian mereka di awal. Calista ingin menjalani pernikahan yang bahagia. Dan Arkan meminta waktu untuk memikirkan semua nya.


Saat Calista hendak membuka pintu untuk keluar rumah, betapa terkejut nya Calista melihat Miranda wang sudah ada di depan pintu, "kenapa dia kesini lagi?" ujar Calista dalam hati


"Halo, saya mau ketemu Arkan, Arkan nya ada kan?" tanya Miranda pada Calista. Calista terdiam sejenak, Calista berfikir apakah Miranda tau bahwa Calista adalah istri Arkan.

__ADS_1


"Arkan ada di dalam?" tanya Miranda lagi membuyarkan lamunan Calista. Sebelum Calista mulai menjawab Arkan sudah keluar rumah duluan


"Miranda" Arkan terkejut mendapati Miranda sudah ada di depan rumahnya nya dan seperti sedang bicara dengan Calista


"Arkan ada yang perlu aku bicarakan sama kamu, aku mohon" pinta Miranda pada Arkan


"bicara apa lagi Miranda? lagipula aku mau pergi" Arkan menolak.


Tiba tiba Miranda langsung memeluk Arkan dan menangis. Hal itu sontak membuat kaget Arkan dan Calista. Calista sangat kesal kenapa Miranda tiba tiba memeluk suaminya, dan Arkan sama sekali tidak menghindar.


"aku mohon Arkan, ini penting" Miranda memelas sambil menangis


"Calista maaf aku harus bicara dulu dengan Miranda, kamu pergi sendiri dulu gapapa kan? nanti aku menyusul" pinta Arkan pada Calista


Arkan sangat bingung karena harus memilih. Miranda atau Calista, dia ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh Miranda, tapi Calista akan sangat kecewa jika Arkan tak memilihnya.


"Arkan aku mohon" Miranda memelas lagi


"baiklah, Miranda kita bicara dulu. Calista maaf nanti mas nyusul yah aku harus memastikan sesuatu, kamu kirim saja alamatnya ke HP mas. Sekarang mas akan telpon Ryan agar bisa antar kamu" ucap Arkan


Calista sangat kecewa Arkan lebih memilih Miranda. Kali ini Calista sangat sakit hati. Calista sadar bahwa ia hanyalah istri diatas kertas. kenyataan nya Arkan sama sekali tidak mencintainya dan masih mencintai Miranda. "tidak usah mas, aku akan minta di jemput Reyhan" ucap Calista

__ADS_1


"Calista jangan berani berani pergi dengan Reyhan, aku tidak suka" Arkan tidak suka mendengar Reyhan yang akan mengantar Calista


"kamu ga berhak ikut campur mas, bukan kah jelas isi surat yang kamu buat tentang tidak saling ikut campur" jawaban Calista sangat menohok Arkan, membuat Arkan sedih mendengar kembali tentang perjanjian itu. Tanpa banyak bicara Calista segera pergi dan menghubungi Reyhan.


Tidak lama kemudian Reyhan datang, Calista langsung masuk ke mobil Reyhan dan ia langsung menangis.


"apa dia menyakitimu?" tanya Reyhan


"tidak, dari awal aku yang salah" ucap Calista


Reyhan memeluk Calista dan berkata


"pergilah denganku, aku akan bawa kamu pergi jauh"


"tapi papa dan mama ku butuh aku rey" Calista menolak.


Setelah sedikit menenangkan Calista Reyhan pun menjalankan mobil nya menuju Rumah Sakit, mereka seharian menunggu di rumah sakit. Kondisi ayah Calista memburuk sehingga harus masuk ICU lagi. Kanker yang di derita Handoko memang sudah stadium akhir, Handoko memendamnya selama ini karena khawatir pada Calista.


"papah, papah harus kuat yah Calista ga mau kehilangan papah. Calista sama mama butuh papah" Calista menangis sambil menggenggap tangan ayahnya. Handoko adalah seorang ayah yang hangat namun tegas, ia selalu berjuang agar anak dan istri nya bahagia. Calista sangat terpuruk sekarang ini, mama Calista pun menyiratkan kesedihan mendalam di mata nya, namun berusaha untuk tidak menangis di depan Calista karena akan semakin membuat Calista sedih.


Drrrt drrttt tiba tiba HP Calista berbunyi, itu dari Arkan. sudah ada 20x missed call dari Arkan. Namun Calista benar benar tidak ingin mengangkat nya. Bahkan malam ini Calista tidak pulang ke rumah, Calista bermalam di rumah sakit dan menyuruh ibu nya pulang dulu untuk istirahat.

__ADS_1


Dirumah Arkan sangat kesal dan khawatir, Calista tidak pulang dan tidak mengangkat telepon nya. Mama Calista pun tidak bisa dihubungi, Arkan memutuskan untuk mencari Calista di rumah orang tua nya besok. Arkan berniat menjelaskan semuanya dan menceritakan semuanya, karena Arkan sudah memutuskan untuk membuka hati untuk Calista.


__ADS_2