
Arkan sudah membulatkan tekad nya untuk memulai semua dari awal dengan Calista. Ia menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada Calista. Sosok Calista yang sabar dan penuh perhatian mampu merobohkan diding es di hati Arkan.
"Calista kamu mau tinggal disini dulu atau pulang ke rumah?" tanya Arkan sambil menatap mesra mata Calista
"Aku bingung mas. Aku mau ikut kamu pulang, tapi aku ga bisa tinggalin mama sendiri" jawab Calista
"Aku ngerti, ini pasti sulit buat kalian. Oh iya, gimana kalau mama ikut tinggal bareng kita?" tanya Arkan
"Aku mau saja mas kalau kamu tidak keberatan dan mama juga mau" jawab Calista
"Aku ga keberatan sayang. Aku senang kalau mama mau ikut kita" ucap Arkan.
"Kalian ga usah memusingkan mama" kata Veronika yang tiba tiba menghampiri Arkan dan Calista yang sedang berbincang di halaman belakang rumah.
"Mama bukan nya tidak mau ikut kalian. Mama mau tetap tinggal di sini. Di sini banyak kenangan bersama papa yang akan membuat mama bisa merasa bahagia. Mama ngga sendiri disini, ada bi Ijah asisten rumah tangga kan menginap disini. Mama juga mulai menyibukan diri dengan banyak aktivitas sosial. Kalian pulanglah ke rumah kalian, lalu sering sering main kesini. Kalau bisa sih segera kasih mama cucu" ucap Veronika sambil menggoda Arkan dan Calista
"apaan sih mama, aku dan mas Arkan belum niat punya anak dulu. iyakan mas?" tanya Calista
"mama tenang saja. Arkan dan Calista akan segera kasih mama cucu" jawab Arkan sambil tersenyum dan menggenggam tangan Calista. Dimata Arkan sangat terlihat bahwa Arkan sangat mencintai Calista. Jawaban Arkan itu cukup mengagetkan Calista, kenapa dia berubah pikiran? bukannya dulu dia belum mau punya anak? segala pertanyaan berkecamuk di pikiran Calista.
"Syukurlah kalau begitu. Mama sangat bahagia melihat kalian. Mama yakin papa juga pasti di surga bahagia melihat kalian. Nah sekarang kalian pulang saja yah. Sudah lama kan kamu ga pulang ke rumah suami kamu"
"Mama yakin?" tanya Calista
"Mama yakin. Sudah sana kalian segera pulang, segera buat cucu buat mama" Veronika kembali menggoda Arkan dan calista. Wajah Calista langsung merah mendengarnya.
"aahhh mama..." Calista merasa malu mendengar kata kata ibunya
"Ya sudah, kami pamit pulang dulu mah. Mama baik baik yah, kalau ada sesuatu segera hubungi kami" ucap Arkan berpamitan
"Iya nak, kalian baik baik yah. Calista kamu harus jadi istri yang baik yah" Veronika memeluk Calista sebelum Calista pergi.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Arkan Calista merasa lega bisa kembali lagi bersama suaminya, karena sedikit lelah Calista segera ingin masuk dan berbaring di kamarnya
"kamu mau kemana?" tanya Arkan saat melihat Calista bergegas mau masuk ke kamarnya Calista
"Aku mau ke kamar mas. Aku agak capek mau tiduran sebentar. Gak apa apa kan?" kata Calista
"Yah gak apa apa kalau kamu mau istirahat. Tapi kenapa kamu masuk ke kamar itu?" tanya Arkan lagi
" kan ini memang kamarku mas?" jawab Calista dengan polosnya
"Calista, mulai sekarang kamar kamu pindah ke kamar aku yah. Kita kan suami istri masa kamarnya mau pisah terus, kamu mau kan pindah ke kamar aku?" pinta Arkan.
"mas serius? aku ngga salah dengerkan?" Calista tidak percaya apa yang dia dengar
"aku serius. kamu mau kan?" tanya Arkan
"Aku mau mas" jawab Calista sambil memeluk Arkan. Calista tidak menyangka bahwa Arkan yang selama ini selalu dingin dan acuh pada Calista, ternyata sekarang bersikap sangat baik dan perhatian.
Hari sudah malam, sesudah makan malam bersama Arkan dan Calista pun masuk ke kamar untuk istirahat dan mandi. Selesai mandi Calista yang sudah memakai piyama kimono nya menghampiri Arkan yang sedang sibuk menata sesuatu.
"Kamu lagi apa mas?" tanya Calista
"Aku lagi mau masang foto pernikahan kita di kamar. Menurut kamu kalau di pasang sebelah sini bagus gak?"
"Bagus mas. Makasih yah" ucap Calista. Calista sangat bahagia dengan pernikahan mereka sekarang ini
"Aku cinta kamu Calista. Aku beruntung punya kamu" Ucap Arkan sambil memeluk dan mencium kening Calista.
"Aku juga cinta kamu mas" jawab Calista sambil membalas pelukan Arkan
"Jangan pernah pergi dari aku, aku janji akan berusaha bahagiain kamu dan akan selalu mencintai kamu" ucap Arkan sambil menatap mata Calista, lalu mencium bibir Calista. Calista pun membalas ciuman Arkan dan setelah itu melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri. Arkan dan Calista telah benar benar menjadi sepasang suami istri yang sesungguh nya, tidak dibatasi oleh kontrak perjanjian apapun.
__ADS_1
Keesokan pagi nya Calista kembali bangun lebih awal untuk menyiapkan sendiri sarapan untuk suaminya, meskipun memiliki 2 asisten rumah tangga Calista ingin melayani suaminya dengan tangan nya sendiri. Setelah selesai menyiapkan sarapan Calista pun segera membangunkan suaminya
"mas ayo bangun sudah pagi. kamu ada syuting ngga hari ini?"
"aku masih ngantuk sayang, sebentar lagi yah" kata Arkan sambil memeluk pinggang Calista. Calista baru pertama kali melihat tingkah manja Arkan dan ia menyukainya
"kamu ga ada syuting atau kegiatan hari ini?"
"aku ada syuting iklan hari ini jam 11" jawab Arkan sambil terus tidur dan memeluk Calista
"jam 11? mas ini sudah jam 09.30 ayo bangun mandi lalu sarapan, nanti kamu telat loh" Calista lalu mengelitiki Arkan agar ia segera bangun
"ok ok aku bangun, aku bangun. Morning sayang" ucap Arkan mencium kening istrinya.
"ayo kamu siap siap. aku juga mau pergi ke butik nanti jam 11" ucap Calista
"lokasi pemotretan aku di dekat butik kamu. Aku sekalian antar kamu yah. Nanti pulang nya aku jemput juga"
"iya ok. Ayo sana kamu mandi dulu" Calista menarik suaminya menuju kamar mandi.
Calista pergi ke butik diantar oleh Arkan dan Ryan, Ryan menyetir didepan sedangkan Calista dan Arkan duduk di belakang
"aku masuk dulu yah mas. Aku duluan yah Ryan" ucap Calista berpamitan sebelum turun dari mobil.
Tiba tiba Arkan menarik tangan Calista dan mencium bibir Calista
"mas malu ih ada ryan" Calista segera melepaskan diri karena malu pada Ryan
"gak apa apa Cal. Gue ga liat kok" ucap Ryan sambil tertawa. Wajah Calista benar benar memerah karena malu, ia segera turun dari mobil dan masuk ke butik.
"makanya cari pacar sana jangan jomblo terus" ledek Arkan pada Ryan
__ADS_1
"kata siapa gue jomblo? gue bukan jomblo cuma lagi mencintai diri sendiri aja" sangkal Ryan sambil mulai menjalankan kembali mobilnya. Tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi mobil mereka telah diikuti oleh beberapa paparazi yang selalu memotret mereka.