I Married Celebrity

I Married Celebrity
do you love me?


__ADS_3

Hubungan Arkan dan Calista semakin dekat. Calista semakin menyukai sosok Arkan yang ternyata di balik sikap dingin nya ternyata dia adalah sosok yang hangat.


Drtdrtdrt, tiba tiba ponsel Calista berdering


"halo ma. mama sudah pulang dari malaysia?" Calista mengangkat telepon dan ternyata itu dari mama nya. Mama dan papa Calista baru saja pulang dari malaysia untuk menjalani pengobatan papa nya.


"Calista sayang, kamu ada waktu ga malam ini? mama sama papa kangen kamu. kita dinner sama Arkan juga yah? bisa kan?" tanya mama Calista


"ok mah aku hubungi mas Arkan dulu yah. love you" jawab Calista sambil menutup telepon nya.


Lalu Calista menghubungi Arkan dan mereka sepakat pergi ke rumah orang tua Calista jam 5, sepulang Calista dari butik.


Sesampai nya di rumah orang tua calista ternyata orang tua Arkan pun ada di sana. Mereka kemudian makan malam bersama sambil bersenda gurau. Selesai acara makan tiba tiba papa Arkan bertanya


"kapan kalian kasih kami cucu? kami sudah tua loh sudah pengen nimang cucu" pinta papa Arkan


"iya nak, kapan kasih kami cucu, kami pasti senang kalau sudah ada cucu" ucap papa Calista menimpali.


Calista hanya diam tak menjawab apapun, ia menoleh ke arah suami nya dan ingin melihat reaksi Arkan menanggapi pernyataan itu


"aku belum siap pah" jawab Arkan


"loh kenapa belum? mama kira kamu sudah cukup dewasa untuk memikirkan soal keturunan" kata mama Arkan


"ga baik loh di tunda tunda nanti malah susah dapat nya" ucap mama Calista

__ADS_1


"pokok nya Arkan belum siap. Arkan masih belum bisa" jawab Arkan tegas


"Arkan sama Calista pamit yah mah pah. Ayo Calista" tiba tiba mood Arkan berubah jelek dan langsung mengajak Calista pulang saat itu juga.


Apa mungkin Arkan masih trauma, ujar mama Arkan berbisik dalam hati nya.


Sepanjang perjalanan pulang Arkan hanya diam tidak bicara sepatah katapun. Calista yang mencoba mengajak bicara hal hal lucu dan ringan pun tidak ditanggapi oleh nya. Calista bingung, kenapa Arkan tidak menginginkan anak darinya? apa lagi selama ini Arkan tidak pernah lagi menyentuh Calista. apa mungkin Arkan tidak mencintai ku? segala hal berkecamuk di batin Calista.


Keesokan pagi nya adalah hari minggu, Arkan dan Calista tidak pergi ke kerja. Calista seperti biasa menyiapkan sarapan oleh suami nya lalu mereka sarapan bersama. Suasana sarapan sangat canggung. Arkan masih belum mau bicara, Calista bisa melihat kesedihan di wajah Arkan. Akhirnya Calista memberanikan diri untuk bertanya


"Mas Arkan kenapa? apa permintaan papa dan mama kemarin membuat kamu tidak nyaman?" tanya Calista sambil menggenggam tangan Arkan


"iya aku ga nyaman sama permintaan mereka. kamu ga masalah kan?" tanya Arkan


"aku ga masalah mas. memang apa alasan mas belum mau punya anak?" calista memberi pertanyaan yang sulit untuk dijawab oleh Arkan


Melihat reaksi Arkan membuat hati Calista sakit. ternyata selama ini dia belum mencintaiku. itu lah yang Calista pikirkan. Calista tidak habis pikir, kenapa selama ini Arkan berubah bersikap baik padanya kalau Arkan sama sekali tidak mencintainya, padahal Calista tulus sudah mencintai Arkan.


Semenjak kejadian pagi itu hubungan Arkan dan Calista merenggang. Calista masih bersikap baik dan ramah seperti biasa, hanya saja Arkan terlihat menghindari Calista.


Arkan yang mulai kembali aktif syuting sering pergi pagi dan pulang malam sehingga Arkan dan Calista menjadi jarang mengobrol.


Saat sedang sibuk di butik nya tiba tiba Calista mendapat telepon dari mama nya, mama Calista bilang bahwa papa Calista jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.


Calista segera bergegas menuju rumah sakit sambil berusaha menghubungi Arkan, namun HP arkan maupun ryan managernya sangat sulit dihubungi.

__ADS_1


"mah, papa gimana? papa baik baik saja kan?" tanya Calista saat sampai di rumah sakit dan bertemu ibu nya.


"papa kritis nak, papa ada di ICU" jawab mama Calista sambil menangis tersedu sedu.


Seharian Calista menemani ibu nya untuk menunggu ayahnya di rumah sakit, akhirnya setelah satu hari satu malam di rawat ICU ayah Calista sudah dapat dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Kondisi nya sudah stabil


"syukurlah mah, papa akhirnya stabil" ucap Calista sambil memeluk ibu nya


"iya nak. mama sangat bersyukur. Calista sebaiknya kamu pulang nak, kasian suami kamu pasti mencari" kata mama Calista. Semalaman Calista memang tidak pulang ke rumah, ia menunggu di rumah sakit. Calista berkali kali mencoba menghubungi ponsel Arkan namum selalu tidak aktif. sementara orang tua Arkan sedang berada di luar negri untuk menengok adik Arkan yang sedang kuliah di Amerika.


Saat tiba di rumah Calista mencari Arkan, namun sepertinya Arkan tidak ada. Calista pun mencari ke kamar Arkan.


"mas kamu ada di..." saat masuk ke kamar Arkan betapa kaget nya Calista bahwa ia dapati di kamar itu bukanlah Arkan. Melainkan mantan istri Arkan, Miranda wang. Miranda sedang duduk di sofa yang ada di kamar itu. Lalu Arkan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk.


Betapa kaget dan sedih nya Calista melihat apa yang dia lihat saat ini.


"maaf" ucap Calista langsung berlari keluar dari kamar itu. Ternyata dia tak bisa dihubungi karena sedang bersama Miranda. Ternyata dia memang masih mencintai Miranda. Betapa bodoh nya kamu Calista, ujar batin Calista.


Hari sudah siang, Calista berniat kembali ke rumah sakit untuk menemani ayah dan ibu nya.


"sepertinya wanita itu sudah pergi" bisik Calista dalam hati. Di bawah Arkan sedang duduk sambil meminum secangkir teh. Arkan sama sekali tidak mengetahui keadaan ayah Calista.


"mas aku pergi dulu" ucap Calista pamit pada Arkan


"iya" Arkan menjawab singkat.

__ADS_1


"Bahkan mas Arkan tidak berniat menjelaskan apapun" ucap Calista dalam hati.


__ADS_2