
Hari ini matahari bersinar cerah, secerah wajah gadis cantik yang tengah sibuk mengurus butik baru miliknya, butik ini merupakan impian nya sejak kecil.
"maaf perimisi bu, gaun merah yang baru kita launching 3 hari lalu hanya sisa 5 buah dan masih banyak pembeli yang mau memesan. apa kita bisa produksi lagi?" tanya Karlina staf butik tersebut
"tidak usah. biar jadi limited edition. kita produksi baju yang lain saja" jawab Calista Wijaya.
Calista sudah ingin menjadi fashion designer sejak kecil, dan sekarang impian nya terwujud. ia menyelesaikan kulian fashion design nya di salah satu universitas ternama di paris. dan sekarang membuka butik baru yang cukup sukses di awal pembukaan nya. keluarga calista bukan keluarga kaya raya, namun mereka cukup mampu untuk menyekolahkan anak nya di tempat terbaik dan membukakan butik untuk putri tunggal nya. Calista sangat menyayangi ke2 orang tua nya Handoko Wijaya dan Veronika. apapun keinginan Calista selalu dipenuhi dan Calista hidup dilimpahi kasih sayang ke2 orangtua nya.
"hai cantik. sibuk amat sih" goda Reyhan pada sahabat nya, yaitu calista yang sedang sibuk di ruang kerja nya sambil mendesain gaun2
"hai rey..sorry semenjak pembukaan gue sibuk banget sampe lupa ngabarin lo" sapa calista
"its ok..gue tau ini impian lo sejak kecil. dan lo lagi berusaha biar bisa tampilin karya lo di fashion week luar negri kan?"ucap reyhan sambil duduk di kursi depan meja Calista.
"iya rey. gue pasti bisa" ucap Calista sambil tersenyum. deg..senyum Calista selalu bisa membuat hati reyhan deg2an. sudah lama reyhan naksir Calista,namun tak pernah berani mengungkapkan karena takut calista akan menjauhi nya.
lalu tiba2 ponsel Calista berdering dan calista mengangkat telepon itu.
"rey, sorry banget. bokap gue telpon ngajak makan siang bareng,padahal gue masih pengen ngobrol banyak sama lo"
__ADS_1
"it ok. nanti kita bisa ngobrol lagi. kalo lagi free kita bisa lunch bareng juga. mau gue anter ke tempat lunch nya?" ajak Reyhan
"makasih rey, tapi kata nya mereka uda tunggu di depan butik dan lagian gue lunch nya di rumah, makan masakan mama. sorry banget. yah" ucap calista sambil terburu buru membawa tas nya
"bye cal".
Sesampainya di rumah Calista dan keluarganya sambil makan mereka mengobrol
"gimana butik nya sayang? lancar semua?"tanya veronika, mama Calista
"lancar mah, everything is good. malah banyak baju dan gaun yang sold out" jawab Calista dengan antusias.
"makasih yah pah, mah. kalian selalu kabulin mau nya Calista. dan selalu sayang sma Calista"
"tapi apa pah? ada sesuatu yang salah?" tanya calista pada ayah nya.
"sebenarnya ada sesuatu yang papah selama ini sembunyikan dari kamu Calista"
"memang papah menyembunyikan apa dari aku?" tanya Calista
__ADS_1
" sebenarnya selama 3 tahun ini papa divonis kanker oleh dokter, papa sudah jalani pengobatan tapi papa ga bisa fokus jalani pengobatan nya" jawab Handoko
"apa???!!!papa becanda? papa kenapa baru bilang sma aku? "ucap Calista sambil kaget dan menangis.
"papa ga mau kamu kepikiran calista, papa pengen kamu raih impian kamu tanpa kamu terbebani apapun. sekarang kamu sudah lulus, sudah punya butik sendiri. papa pikir papa bisa tenang walaupun harus pergi. tapi seperti nya papa belum bisa"
"pah jangan bilang begitu. papah pasti sembuh. papah harus fokus jalani pengobatan. Calista akan selalu ada buat papah" calista menangis terisak isak.
"calista, papa gabisa fokus jalani pengobatan. papa masih kepikiran kamu. papa boleh tidak minta 1 hal sama kamu?" tanya handoko
"apa pah? Calista pasti akan lakukan apaun buat papah"
"papah pengen kamu menikah Calista, jadi seandainya papa harus pergi. setidaknya papah bisa melihat kamu menikah nak"pinta Handoko.
"apa???menikah?? kenapa harus menikah pah? calista belum siap. lagian calista mau menikah sama siapa? aku ga punya pacar pah. calista mau merawat papah sama mama aja"
"calista sayang. maafkan mama dan papah sudah membebani kamu. tapi tolong kamu pertimbangkan permintaan papah kamu yah sayang. biar papah bisa fokus jalani pengobatan. mama dan papah sudah ada calon yang cocok buat kamu. kamu mau kan sayang?"pinta mama calista
"tapi mah, memang siapa calon nya?calista kenal?"tanya calista.
__ADS_1
"anak teman lama nya papah. pak soni. kamu percaya saja sama papah dan mama. kamu mau kan calista memenuhi permohonan papah ini? papa mohon."
" baik pah. jika itu bisa membuat papah senang dan fokus menjalani pengobatan, calista mau. dan papa harus janji akan sembuh yah" ucap Calista sambil memeluk ke2 orangtua nya.