I Want Live In Your World

I Want Live In Your World
Memahami


__ADS_3

"Berhenti jangan mendekat! Aku tidak ingin hidup bersama orang asing yang dingin, dan angkuh," Aku membalikkan badanku, dan melihat wajah Panglima Cheng yang dibasahi air hujan. Dia diam dan merasa bersalah.


"Jangan berani memasuki kediamanku lagi, jika kau berani melakukannya, aku tidak akan segan untuk membunuhmu atau membunuh diriku,agar kau tidak bisa mewujudkan apa yang kau inginkan,"


Aku langsung berjalan tanpa menghiraukan rintik hujan yang menusuk tubuhku. Tanpa menoleh pada tatapan yang tidak bisa ku tebak.


Pikiranku kosong, setelah mendengar apa yang disampaikan pada semua orang di dalam pesta.


"Bagaimana bisa aku menerimanya?" tanpa sadar aku bergumam. Aku tidak tahu apa yang kurasakan, jujur aku tidak tahu harus memasang raut wajah seperti apa setelah mendengar jika Panglima Cheng akan menikahi ku di depan semua orang. Aku tahu seharusnya aku bahagia dan senang karena selama ini aku selalu mendambakan seseorang yang mencintaiku. Namun perasaanku tiba - tiba terasa terbakar,seolah bukan diriku. Rasa senang dan bahagiaku karena penantian yang kini berujung habis tertelan oleh amarah yang tiba - tiba bangkit,tanpa bisa ku tahan,meskipun aku ingin melakukannya.


Kini aku berjalan, menggerakkan tubuhku entah kemana tanpa kendali dariku, seakan aku hanya salah satu sel dalam tubuhku yang ingin berbalik menghampiri Panglima Cheng, dan menyetujui keinginan Panglima Cheng.


Lambat laun aku benar - benar kehilangan kesadaran ku.

__ADS_1


Aku melihat tubuhku yang kini terbaring dalam pelukan hujan. Menatap diriku yang terasa pilu. Aku tidak bisa melakukan apa - apa.


Lalu seakan seperti mimpi yang tidak bisa diceritakan dengan jelas, begitulah situasi ku. Dan seperti mimpi waktu dengan cepat memindahkan ku kembali melihat diriku yang lainnya dengan keadaan yang berbeda, dengan peralatan medis yang super canggih, terbaring layu. Aku mencoba bercermin pada kaca namun, di sana tidak ku temukan wajahku lagi. Aku pun langsung duduk di samping tubuh kaku tersebut.


"Sebenarnya, aku siapa? Kalian siapa? Kenapa aku harus menjaga dua tubuh identik di dua masa?" Aku memangku daguku, dan memperhatikan wajah yang jelas tidak akan menjawab setiap pertanyaan yang aku utarakan.


"Kenapa kalian meninggalkan kehidupan kalian dan menyeret ku dalam dua kehidupan?"


Lalu aku memutuskan untuk pergi keluar dan berjalan tanpa arah dan tujuan. Dari kejauhan aku melihat dua orang yang tidak asing di mataku sedang bercengkrama.


"Sebaiknya aku segera menikahi Abidah, aku tidak ingin melihat Abidah terluka,"Ucap pria tersebut.


"Bagaimana dengan dia yang telah menyelamatkan kalian?"

__ADS_1


Saat seorang wanita berkata tentang dia, aku merasa dia yang ada di dalam kalimat wanita itu adalah diriku yang kini terbaring.


"Lalu, kapan wanita kurang harga diri itu akan sadar?" lelaki itu membentak.


"Aku sudah berusaha untuk membuatnya sadar namun upayaku sia - sia," lanjutnya kini ia membuang muka.


"Seharusnya dia tidak melakukan ini, seharusnya dia meninggal saja, kenapa dia harus membuat kami merasa berhutang?" tanya pria tersebut.


"Aku tidak menyangka jika, kita memiliki darah yang sama sehingga menjadi keluarga,"Ucap wanita tersebut terdengar suaranya lelah.


"Sebaiknya kau lakukan apapun yang kau inginkan, kini semua terserah padamu. Aku hanya ingin memberikan nasihat agar kau tidak menyesal di kemudian hari"


Aku semakin bingung dengan situasi ini. Karena merasa tidak diharapkan tubuhku sedikit demi sedikit lenyap, dan seperti bulir embun yang disinari mentari sedikit demi sedikit. Aku pasrah akan kemana lagi tubuhku dibawa oleh tarikan misterius ini.

__ADS_1


__ADS_2