
Aku terus berpikir dan bertanya siapa diriku dan bagaimana aku bisa terhenti di dunia ini. Laju kuda yang begitu kencang berlari membuatku memegang erat lengan pemuda yang baru ku ketahui jika ia adalah panglima Cheng di dunia itu. Aku sesekali menatapnya, aura yang begitu dingin, membuat tulang ku menggigil, diiringi ingatan kehidupan asliku yang seakan menyuruhku dan menarik ku untuk pulang.
Setalah kuda berhenti di kediaman panglima Cheng seperti biasa ia menggendong tubuhku, dan kembali meletakkan tubuhku di ranjang. Dan kali ini ia mengunci pintu dan hanya kami yang berada di dalam ruangan itu, entah apa yang akan dilakukannya lagi kali ini.
Aku mencoba bangkit. "Katakan padaku sejauh mana kau sudah tahu tentang asal usul mu?" Tanya panglima Cheng, ia menatapku dingin, dan saat itu ada seekor burung hantu yang bertengger di jendelaku, dan dengan sigap panglima tersebut melemparkan pisau ke arah burung hantu tersebut, dan burung hantu tersebutpun langsung mati di tempat.
Aku terdiam ketakutan tak mampu untuk menjawab pertanyaan panglima Cheng. Saat itulah dengan tangan dinginnya ia memegang lenganku, lalu membuatku terpojok di ranjang tersebut, kali ini iapun dengan kejam ******* bibirku dengan bibirnya yang begitu dingin, dan saat itu rasanya ia menelusuri ingatanku, setiap kecupan yang ia berikan membuatku seakan membiarkan ia tahu apa yang ada di pikiranku. Semakin lama kecupan yang ia berikan semakin membuatku tidak mampu bernafas dan kehilangan kesadaran.
Saat aku kembali tersadar aku disambut oleh bayangan hitam panglima Cheng yang memainkan pisau. Aku begitu sangat ketakutan.
__ADS_1
"Masih tidak ingin memberitahu apa yang kau pikirkan sekarang?" Tanya panglima Cheng, dengan tatapan yang sangat kejam.
"Aku ingin pulang, tolong kembalikan aku ke duniaku. Setiap kali kau menyentuhku aku tersadar jika disini bukanlah duniaku. Kau sengaja menjebak ku ke duniamu. Aku tahu wajahku di sini lebih cantik dari duniaku, namun aku juga mendengarkan suara tangisan orang -orang yang ku cintai di duniaku," aku menjelaskan padanya dengan air mata setengah mengalir.
"Orang - orang yang menyayangi?" Tanya panglima Cheng.
"Bagaimana dengan aku yang selama ini hanya dapat melihatmu, dan selalu menjagamu?" Tanya panglima Cheng.
"Apa maksudmu?" Aku tidak mengerti apa yang dimaksudnya.
__ADS_1
"Dengar baik - baik, aku sudah lama ada di sisimu, aku sudah lama mencintaimu sejak kau lahir ke duniamu, aku adalah orang pertama yang selalu menjagamu, kini adalah waktumu untuk menjadi milikku seutuhnya dan harus selalu ada disampingku. Namun karena kesalahanku aku tidak mampu seutuhnya membawa dirimu ke dalam kekuasaan ku, aku memilihkan tubuh yang cocok untukmu. Tapi, kau dengan sengaja pergi dan menemui kekasih tubuh yang kau singgahi. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirimu jika pangeran Yin mengetahui siapa dirimu sebenarnya, itulah aku selalu menghapus ingatan dunia nyatamu, namun kau begitu sangat keras kepala," panglima Cheng menjelaskan dengan tatapan kejam.
"Biarkan aku pergi," kataku.
"Baiklah, namun saat kau kecewa ku harap kau tetap memiliki motivasi untuk hidup. Oh, tidak kau harus ku perlihatkan bagaimana kau bisa sampai ke duniaku, bagaimana aku berjuang menyelamatkanmu," ucap panglima Cheng, menarik lenganku dan menahan daguku, mataku beradu dengan matanya yang biru. Aku seperti melihat lautan yang berombak deras.
"Lihatlah ke sekitarmu," kata panglima Cheng melepaskan daguku, namun menggenggam tanganku erat. Ku lihat ternyata di antara tempatku berada saat ini ku lihat sosok gadis yang terbaring koma. Saat melihat gadis itu aku tersadar itu adalah tubuhku, dan ingatanku kembali. Aku teringat bagaimana aku hidup menderita di duniaku. Di mana aku dipandang sebagai orang aneh, bahkan dipandang sebagai orang gila. Di saat semua wanita disukai setiap pria, hanya aku yang dibenci oleh semua pria di duniaku itu. Dan yang paling menyakitkan tidak ada satupun pria yang mendekati dan mengajakku berbicara, aku hidup dengan rasa kesepian di dunia yang penuh kehangatan.
Aku teringat bagiamana aku selalu memohon agar orang yang ku sukai di dunia itu menerima perasaanku, namun semuanya fana. Aku juga dengan terpaksa harus menjual harga diriku dengan menyatakan perasaanku kepada pria yang sudah 12 tahun ku kagumi. Namun ia sama saja seperti pria lainnya yang memuja paras cantik, dan kesempurnaan dari wanita.
__ADS_1